Keutamaan Tidur Qailulah untuk Kesehatan

Tidur Qalilullah
Gambar ilustrasi manfaat tidur qalilullah (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Qailulah secara bahasa artinya tidur pada pertengahan siang. Karena artinya “tidur siang”, sebagian besar orang menyangka qailulah merupakan “tidur siang” dalam arti sebenarnya, yaitu benar-benar tidur.

Pada nyatanya,qailulah tidak harus tidur, istirahat pada siang hari juga sudah termasuk qailulah. Ash-Shan’ani rahimahullah berkata, yang artinya, “Qailulah adalah istirahat pada pertengahan siang walaupun tidak tidur.”

Maka, qailulah berarti tidur atau istirahat yang dilaksanakan pada siang hari. Waktunya sekitar 20-30 menit sebelum dhuhur. Al-Munawi rahimahullah berkata, “Qailulah adalah tidur di pertengahan siang ketika zawal (waktu dhuhur) atau mendekati waktu zawal sebelum atau sesudahnya.”

Mengutip buku Al-Minah Al-‘Aliyah fii Bayani As-Sunan Al-Yaumiyah karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih, terdapat redaksi terkait perintah qailulah atau tidur siang berdasarkan riwayat Ath-Thabrani dalam ‘Al Awsath’ dari hadits Anas RA secara marfu’ bahwa:

“Istirahat sianglah (qailulah), sesungguhnya setan-setan tidak melakukan qailulah.” (HR Abu Nu’aim)

Berdasarkan buku Kitab Pedoman Pengobatan Nabi oleh Agus Rahmadi dan M. Biomed, kata “tidur” disebut lebih dari 10 kali dalam Al-Qur’an. Tidur siang juga disebut dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari kecenderungan alamiah manusia yang Allah SWT rancang dengan baik. seperti dalam surat Ar-Rum ayat 23:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”

Baca Juga:  Menyerah atas Drama Kehidupan? Inilah Kunci Bisa Menghadapi Segala Ujian yang Menerjang

Manfaat Qaliluah untuk Kesehatan

  1. Tidur siang dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan kinerja kognitif, dan memberikan relaksasi pada tubuh setelah lelah bekerja, dan dapat meningkatkan kinerja memori.
  2. Dalam sebuah penelitian, tidur siang dengan durasi yang pendek efek positifnya tak kalah dari tidur siang yang lama. Menurut presentasi Brooks dan kawan-kawan, 10 menit adalah durasi paling efektif saat tidur siang.
  3. Bagi remaja, tidur siang sangat memperkuat memori deklaratif atau ingatan mengenai informasi faktual seperti halnya nama, wajah, tanggal, dan hal-hal bersifat fakta yang lain.
  4. Penelitian lain menyebutkan bahwa tidur siang 30 menit selama tiga kali dalam seminggu akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 37%.
  5. Menurut penelitian juga, tidur siang yang sehat juga dilakukan antara pukul 13.00-15.00 dan tidak lebih dari 45 menit. Jika berlebih justru menyebabkan pusing saat bangun tidur.

Tidur siang yang dilakukan dengan niat ibadah dan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW juga mendatangkan pahala. Ini adalah bentuk beribadah yang sering diabaikan.

Ketika kita tidur siang dengan niat untuk mendapatkan istirahat demi melanjutkan aktivitas dan beribadah, kita memperoleh keutamaan dan pahala dari Allah SWT.

penting untuk diingat bahwa tidur siang yang dimaksudkan di sini adalah tidur sebentar atau istirahat singkat, bukan tidur yang berkepanjangan.

Tidur berlebihan siang hari bisa membuat seseorang melewatkan salat, yang merupakan kewajiban dalam Islam. Oleh karena itu, tidur siang sebaiknya dilakukan dengan bijak dan seimbang sesuai dengan kebutuhan individu.

Baca Juga:  Ibadah Ringan Hanya dengan Bersenyum, Yuk Cek Keutamaan dan Manfaatnya

Jadi, mari jadikan tidur siang sebagai bagian dari rutinitas kita dengan niat yang baik, dan kita akan merasakan manfaatnya dalam hidup sehari-hari.

Tidur siang adalah bukti dari rahmat Allah yang diberikan kepada kita untuk menjaga kesehatan tubuh dan kesegaran pikiran, sehingga kita dapat lebih baik dalam menjalani tugas-tugas kita dan lebih dekat dengan Allah SWT. [] Eri Marsa

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post