Mahasantri PRM Juara I Mahasiswa Berprestasi UNNES 2022

ALMUHTADA.ORG- Perhelatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Negeri Semarang kembali digelar pada Sabtu-Kamis, 5-10 Februari 2022. Pemilihan mahasiswa berprestasi merupakan ajang bergengsi untuk mencari mahasiswa terbaik yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler, sesuai dengan kriteria yang ditentukan, serta memiliki kepribadian yang baik. Pemilihan mahasiswa berprestasi dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat Jurusan, Fakultas, Universitas hingga Nasional. Setidaknya terdapat 16 mahasiswa pilihan yang sebelumnya telah diseleksi pada tingkat Fakultas yang kemudian mewakili fakultasnya dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Negeri Semarang tahun 2022.

Dalam ajang tersebut dilakukan berbagai seleksi dimulai dari seleksi berkas capaian unggulan yang meliputi kompetisi, pengakuan, penghargaan, karir organisasi, hasil karya, aksi kemanusiaan dan kewirausahaan. Seleksi tahap kedua yaitu tes psikologi yang dilakukan oleh tim psikologi Universitas Negeri Semarang. Pada tahap ketiga terdapat penialian gagasan kreatif sekaligus presentasi karya kepada juri dan pada tahap terakhir yaitu tes Bahasa Inggirs yang dilakukan dengan skema Leadership Group Discussion (LGD). Acara terakhir yaitu penganugerahan mahasiswa berprestasi yang dilaksanakan pada hari kamis, 10 Februari 2022 yang berlangsung di Gedung Rektorat lantai 4.

Pada ajang tersebut terdapat tiga mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada yang maju hingga menjadi finalis mahasiswa berprestasi Tingkat Universitas Negeri Semarang, ketiga mahasantri tersebut yaitu Gema Aditya Mahendra (Fakultas Teknik), Nurjaya (Fakultas Teknik) dan Mulina Istighfaroh (Fakultas Ilmu Keolahragaan). Berdasarkan hasil sidang pleno yang dilakukan oleh seluruh juri Pemilihan Mahasiswa Berpresti Tingkat Universitas Negeri Semarang, keluarlah nama Nurjaya sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama 1 yang diikuti oleh Fitri Daeni mahasiswa Fakultas Matamatika dan IPA, dan urutan ke 3 Handika Mukti mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS).

Penghargaan yang diraih oleh Nurjaya menjadikan Pesantren Riset Al-Muhtada sebagai pencetak Mahasiswa Berprestasi Utama 1 Tingkat Universitas Negeri Semarang yang kedua kalinya secara berturut-turut yaitu pada tahun 2021 dan 2022. Selain Nurjaya, penghargaan lainnya yang diraih oleh Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada yaitu sebagai Juara Harapan 1 dan Gagasan Kreatif Terbaik yang didapatkan oleh Gema Aditya Mahendra sedangkan Maulina Istihfaroh mahasiswa tahun kedua tersebut mendapatkan nominee Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Negeri Semarang.

Nurjaya, sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama 1 Tingkat Universitas Negeri Semarang masih tidak menyangka bahwa dirinya menempati posisi pertama karena memang banyak yang lebih baik dari dirinya dan bahkan Nurjaya mengatakan performa yang ia berikan belum maksimal khususnya pada kategori capaian unggulan. Namun, ia juga mengatakan bahwa rezeki seseorang tidak akan tertukar sehingga hasil akhir ini mungkin memang hasil yang terbaik. Selain itu, Nurjaya juga mengatakan banyak ucapan terimakasih karena dibalik dari suksesnya itu banyak orang-orang dibalik layer yang ikut membantu dan mendoakan untuk keberhasilannya seperti orangtua, pengasuh pesantren, dosen pembimbing dan teman-temannya.

Prestasi yang didapatkan oleh Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada ini semoga dapat menginspirasi mahasantri atau bahkan mahasiswa umum lainnya agar turut semangat dalam mengukir prestasi. Selain itu, semoga kedepannya penghargaan menjadi mahasiswa berprestasi ini menjadi budaya bagi Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada yang terus berupaya mencetak Muslim intelektual yang berakhlak mulia, berprestasi, dan memiliki keterampilan riset yang unggul.

Berikut dokumentasi acaranya:

 

“Creating a Healthy Young Generation” Webinar Kesehatan Khusus untuk Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada

Kehidupan yang sehat sepertinya sudah sangat akrab bagi semua orang, tidak terkecuali untuk mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada. Pengurus Pesantren Riset Al-Muhtada, melalui salah satu program Kementerian SOK, telah menyelenggarakan webinar dengan tema “Creating a Healthy Young Generation” khusus untuk mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada.

Kegiatan webinar ini diadakan pada Sabtu, 22 Januari 2022 melalui platform Zoom Meeting. Narasumber webinar kali ini adalah Nurharianto Jayadi yang merupakan mahasiswa Psikologi dan Maulina Istighfaroh yang merupakan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Negeri Semarang. Keduanya juga merupakan mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada.

Kegiatan webinar ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam dengan 2 paparan materi. Materi pertama yang disampaikan oleh Maulina Istighfaroh membahas tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), sedangkan materi kedua yang disampaikan oleh Nurharianto Jayadi mengangkat topik kesehatan mental.

Banyak sekali ilmu baru yang bisa didapatkan dari kegiatan webinar tersebut. Beberapa pengetahuan yang bisa diperoleh dari webinar ini antara lain mengenai definisi PHBS, pentingnya PHBS, definisi kesehatan mental, dan faktor yang bisa menyebabkan kesehatan mental memburuk. Harapannya, dari materi yang telah disampaikan tersebut dapat digunakan sebagai bekal hidup sehat secara fisik maupun mental oleh mahasantri.

Reportase : Kakalia Putri Auralita (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Editor : Azkia Shofani Aulia (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Pesantren Riset Al-Muhtada Menyelenggarakan Pelatihan Kiat Menulis Artikel Opini di Media Populer

ALMUHTADA.ORG-Minggu, 21 November 2021, telah terselenggara kegiatan Pelatihan Kiat Menulis Artikel Opini di Media Populer yang dibuka oleh Bapak Dani Muhtada, M.Ag., M.P.A., Ph.D. selaku pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada. Pelatihan Kiat Menulis Artikel Opini di Media Populer merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pesantren Riset Al-Muhtada dan terbuka untuk kalangan umum. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 58 peserta yang berasal baik dari mahasantri Pesentren Riset Al-Muhtada maupun dari luar Pesantren Riset Al-Muhtada. Kegiatan ini diisi oleh narasumber yang sekaligus selaku mentor Pesantren Riset Al-Muhtada yakni Mas Ayon Diniyanto S.H., M.H.

Pada pelatihan ini pemateri sekaligus Mentor Pesantren Riset Al-Muhtada yakni Mas Ayon Diniyanto S.H., M.H. menyampaikan materi tentang kiat menulis artikel opini di media populer yakni detik.com dan kumparan. Selain itu narasumber juga menyampaikan sebuah kiat atau tips agar tulisan- tulisan kita dapat dimuat di media tersebut antara lain menyangkut hal-hal sebagai berikut;

  1. Tema: tema tulisan yang diangkat adalah isu yang sedang aktual/ terupdate
  1. Nama: nama adalah salah satu hal yang berpengaruh dalam menulis di media populer, semakin besar nama penulis maka semakin besar pula peluang untuk artikel dapat dimuat. Oleh karena hal itu, penulis harus melengkapi profilnya dengan baik.
  1. Tulisan: dalam hal ini diharapkan penulis mampu menulis tulisan yang sistematis, selesai, dan memiliki pembahasan yang mendalam (menjawab rumusan masalah). Selain itu, akan jauh lebih baik jika penulis dapat menyampaikan juga solusi dari permasalahan yang diangkat.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung  dari pukul 10.00-12.00. Selain pemaparan materi, dalam pertemuan kali ini juga ada sesi diskusi. Antusias peserta sangat terasa dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan. Kemudian pertanyaan dari para peserta langsung dijawab oleh Mas Ayon selaku narasumber pada kegiatan ini.

Satu pertanyaan menarik yang dilontarkan oleh salah satu peserta yang bertanya tentang bagaimana tips atau cara agar tulisan- tulisan kita mempunyai peluang yang besar untuk dimuat di media populer. Topik tersebut tentu menjadi pertanyaan yang menarik bagi para peserta pelatihan menulis artikel opini di media populer ini. Kemudian, Mas Ayon Diniyanto selaku narasumber memberikan jawaban, bahwasannya sebenarnya tidak ada kiat khusus agar artikel dapat dimuat di media populer seperti detik.com dan kumparan. Namun menurut narasumber, ada tiga hal utama yang harus dikusai seperti yang sudah disampaikan awal tadi, yakni tema tulisan diusahakan adalah tema yang sedang trend atau aktual, tulisan dibuat dengan sistematis,  kemudian semakin besar nama seseorang maka semakin besar pula peluang tulisan yang dimuat, maka dari itu beliau berpesan agar kita sebagai generasi muda harus berusaha untuk mencari banyak nama yang dimaksudkan sebagai rekam jejak yang baik atau portofolio, karena kita masih mempunyai banyak waktu dan kesempatan. Tentunya hal tersebut bukan sebagai ajang untuk menyombongkan diri, melainkan semakin mengembangkan potensi diri.

Tentu saja acara ini tidak berlangsung  begitu saja, ada output yang secara nyata diharapkan benar-benar didapatkan oleh para peserta. Oleh karena itu, terdapat penugasan berupa peserta mendaftar akun di media populer detik.com dan kumparan serta mengunggah tulisan. Diberikan jangka waktu satu minggu dari pelaksanaan pelatihan. Harapannya tulisan peserta dapat berhasil dimuat di media populer dengan melaksanakan kiat yang telah didapatkan dari pelatihan ini. Semoga pelatihan kiat menulis artikel opini di media populer ini mampu membuka cakrawala bagi para peserta pada bidang tulis-menulis, agar nantinya dapat memberikan manfaat bagi para peserta.

Reporter : Nikmatul Karimah (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Editor  : Azkia Shofani Aulia (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Kita Tidak Bisa Mengubah Dunia Hanya dengan Satu Riset, Short Course Metodologi Riset untuk Santri oleh Pesantren Riset Al-Muhtada x Populi Center

Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional Untuk Santri merupakan kegiatan yang diselenggarakan Pesantren Riset Al-Muhtada bersama Populi Center dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang bertujuan untuk medorong tumbuhnya semangat peneliti muda dikalangan santri. Short course dibagi ke dalam 4 kali pertemuan dengan keseluruhan topik berkaitan dengan penelitian.

Sabtu, 30 Oktober 2021 tibalah pada pertemuan yang keempat atau terakhir pada rangkaian kegiatan Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional untuk Santri ini.

Pada pertemuan kali ini, acara dipandu oleh Lestaantun yang merupakan Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada sebagai Master Of Ceremony dan Dwi Wisnu Kurniawan S.H. yang merupakan mentor Pesantren Riset Al-Muhtada sebagai moderator. Adapun materi disampaikan oleh narasumber yang sangat luar biasa yaitu Dr. dr. Hardisman, MHID, Ph. D . selaku Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Beliau menyampaikan materi kelanjutan dari pemateri sebelumnya yakni Bapak Afrimadona berhubungan dengan pembahasan mengenai penelitian kuantitatif. Bapak Hardisman menerangkan materi dengan judul “Pengenalan Analisis Data dan Jenis Penelitian Kuantitatif”. Adapun ruang lingkup diskusi yang beliau sampaikan meliputi:

  1. Mengenal kembali sifat penelitian ilmiah.
  2. Keterkaitan rumusan masalah, tujuan penelitian, konsep , pengukuran variabel dan analisis data.
  3. Pengenalan singkat jenis penelitian.

Selanjutnya diberikan waktu untuk sesi diskusi dengan peserta tentang materi yang telah narasumber sampaikan. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh peserta bernama Gema Aditya Mahendra, yaitu: “Dalam suatu penelitian, ada banyak novelty dari yang diangkat dari satu topik penelitian entah dari segi substansi, segi metode, segi bahan baku, segi sasaran/manfaat, dan seterusnya. Tapi di sisi lain, banyaknya novelty yang diangkat terkadang membuat topik penelitian menjadi tidak fokus. Sedangkan sedikitnya novelty yang diangkat terkadang membuat penelitian terkesan “tidak novelty”. Kira-kira bagaimana menyelaraskan ini pak? terima kasih 🙏”.

Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjawab dengan mengutip kata-kata dari profesornya dulu saat menempuh pendidikan di luar negeri yakni :

Kita Tidak Bisa Mengubah Dunia dengan Riset

Dilanjutkan dengan jawaban “Kita hanya perlu memfokuskan penelitian kita, dengan tujuan yang mana masalah tersebut memang belum ada jawabannya. Disitulah nilai novelty berada. Sehingga kita tidak perlu khawatir mengenai novelty, sedikit tidak apa asal mampu menjawab permasalahan”.

Output yang diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah partisipan dapat memahami materi yang disampaikan dan memiliki skill metodologi penelitian, oleh karena itu narasumber memberikan penugasan seputar materi yang disampaikan tadi. Penugasan yang diberikan oleh setiap pembicara untuk dikerjakan peserta merupakan salah satu syarat kelulusan peserta.

Demikianlah rangkaian acara Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional untuk Santri. Terima kasih untuk seluruh narasumber yang telah menyempatkan waktu dan berbagi ilmu serta para pesera yang konsisten mengikuti kegiatan ini dengan baik. Semoga ilmu yang diperoleh dapat mendatangkan manfaat baik bagi diri kita maupun orang lain.

Reporter : Tia Rosalita (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Editor : Azkia Shofani Aulia (Mahasnatri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Perdalam Riset, Pesantren Riset Al-Muhtada Ikuti Seminar oleh Kemenag Balitbang Agama Semarang

 

Dok. pribadi

ALMUHTADA.ORG-Kamis, 28 Oktober 2021, Pesantren Riset Al-muhtada diundang sebagai peserta seminar terbatas dengan tema “Isu Aktual Pendidikan Agama dan Keagamaan” yang diselenggarakan oleh Kemenag Balitbang Agama Semarang. Selain sebagai peserta, pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada, Dani Muhtada, turut diundang sebagai salah satu narasumber utama pada acara tersebut.

Pesantren Riset Al-Muhtada mendelegasikan 2 orang mahasantri atas nama Alda Gemellina dan Wihda Ikvina untuk menghadiri acara tersebut. Acara yang bertempat di hotel Pandanaran kota Semarang tersebut memang membatasi jumlah partisipan yang hadir. Hanya terdapat 25 orang peserta yang terdiri atas Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kantor Kemenag kota Semarang, dan beberapa pondok pesantren di lingkup Semarang yang hadir sebagai peserta.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan diikuti dengan dua sesi pemaparan materi inti. Seminar tersebut menyajikan empat hasil penelitian. Sesi pertama memaparkan dua penelitian yakni milik Drs. Mulyani Nudis Taruna, M.Pd, dkk. dengan judul “Model Pendidikan Pesantren di Tengah Komunitas Hindu”, dan milik Siti Muawanah, S.Pd.I, M.A dengan judul “Pelaksanaan Program Mandatory Tahfidz di Madrasah DIY”. Pemaparan tersebut kemudian ditutup oleh paparan materi dan rekomendasi penelitian dari narasumber, Dr. Dani Muhtada dengan tema “Isu Aktual Pendidikan Agama dan Keagamaan”.

Sementara sesi kedua diisi oleh dua penelitian milik A.M. Wibowo, S.sos.I, M.S.I, dkk dengan judul “Evaluasi Kurikulum Pendidikan Inklusi pada Madrasah di Jawa Tengah” dan milik Umi Muzayanah, S.Si, M.Pd. dengan judul “Model Pembinaan Sains di MAN 2 Kota Malang Jawa Timur”. Dua penelitian juga kemudian ditutup dengan paparan materi dan komentar dari narasumber, Dr. Iwan Junaidi, M.Pd.

Penyelenggaraan seminar tersebut diharapkan menjadi salah satu wadah masukan bagi para peneliti untuk memperbaiki dan mengembangkan risetnya. Selain itu, dengan pelaksanaan seminar juga diharapkan dapat memberikan informasi empiris dari lapangan sebagai bahan pemikiran ke depan kepada para peserta.

Reporter : Wihda Ikvina Anfaul U. (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Editor       : Azkia Shofani Aulia (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Pertemuan Ketiga Short Course Metodologi Riset untuk Santri (Pesantren Riset Al-Muhtada x Populi Center)

As Simple as that

Pesantren Riset Al-Muhtada bekerja sama dengan Populi Center menyelenggarakan Kegiatan Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional untuk Santri. Dalam acara ini khusus membahas tentang metodologi riset dengan 4 narasumber serta topik yang berbeda-beda dengan dibagi dalam 4 pertemuan.

Pada pertemuan ketiga, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021 bersama narasumber Bapak Dr.Aji Sofanudin M.Si selaku peneliti senior Balitbang Agama RI, beliau menyampaikan materi seputar definisi penelitian bidang riset, bagaimana mangawali riset, menceritakan tentang ragam tulisan ilmiah, hakikat riset, tips dan kiat-kiat membuat karya tulis.

Bapak Aji dalam menyampaikan materi dengan sebelumnya memberikan pertanyaan mendasar seperti apa itu short course, apa itu metodologi riset, dan apa itu masalah? Baru setelahnya dilanjutkan menyampaikan materi. Inti kegiatan berupa pemaparan materi pun jadi terasa tidak monoton. Selain itu, Bapak Aji juga memberikan contoh-contoh terkait materi yang disampaikan sehingga bisa menambah pemahaman peserta.

Beberapa informasi yang didapatkan dari pertemuan kali ini diantaranya:

Metodologi berasal dari kata “metode” artinya sebuah jalan yang dilewati untuk mencapai tujuan. Sedangkan “logos” berarti ilmu. Jadi Metodologi adalah cara atau ilmu-ilmu yang dipakai untuk menemukan kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas apa yang dikaji. Riset adalah kegiatan yang dilakukan menurut metodologi ilmu untuk memperoleh data dan informasi. Sedangkan kegiatan ilmiah dilakukan untuk menjawab rumusan masalah. Masalah itu sendiri memiliki arti suatu kesenjangan antara idealitas yang tidak sesuai dengan realitas berdasarkan jawaban salah satu peserta ketika ditanya apa itu masalah.

Bapak Aji mengatakan bahwasannya : “Riset yang baik adalah riset yang selesai, buat apa riset jika tidak selesaikan”.
Selain itu beliau juga selalu mengatakan “as simple as that” dengan maksud menjelaskan bahwa menulis itu mudah apabila kita terus berlatih.

Adapun tips kiat-kiat menulis dari Bapak Aji antara lain:

  1. Membangun Tradisi
  2. Strategi ATM (Amati Tiru dan Modifikasi)
  3. Penggunaan IT (memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang saat ini)
  4. Praktik

Sama seperti pertemuan minggu sebelumnya, pertemuan ketiga ini Bapak Aji memberikan penugasan berupa praktik menulis. Peserta dapat mengerjakan penugasan dengan melaksanakan kiat-kiat menulis yang disampaikan oleh Bapak Aji.

Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk seluruh peserta dan menambah semangat untuk mengikuti pertemuan selanjutnya.

Reporter   : Tia Rosalita (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Editor         : Azkia Shofani Aulia (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Minggu Kedua Short Course Metodologi Riset untuk Santri Tingkat Nasional (oleh Pesantren Riset Al-Muhtada x Populi Center)

“Metodologi itu skill, jika tidak dipraktikkan maka tidak akan tahu”.

Sabtu, 16 Oktober 2021 merupakan pertemuan minggu kedua pelaksanaan kegiatan Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional untuk Santri dengan pembicara Pak Afrimadona, S.IP., M.A., Ph.D. selaku Direktur Eksekutif Populi Center Jakarta.

Seperti yang ketahui, pada pertemuan minggu pertama kegiatan Short Course Metodologi Riset untuk Santri diisi oleh Pak Dani Muhtada selaku pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada. Beliau telah menjelaskan tentang hal-hal mendasar mengenai penelitian mulai dari pengertian, manfaat, tujuan, dan jenis-jenis penelitian. Sedangkan untuk pertemuan pada minggu kedua ini Pak Afrimadona memaparkan mengenai salah satu jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif. Penelitiam Kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan teknik-teknik statitiska/ekonometrika untuk menganalisa sejumlah besar data dan observasi yang dikumpulkan melalui survey, experiment dan analisa isi (content analys). Dijelaskan bahwa alasan untuk belajar metode kuantitatif adalah, jika:

  1. Kita ingin menganalisa observasi (data points) dalam jumlah besar.
  2. Kita ingin membuat generalisasi empiris atau temuan.
  3. Kita ingin mengetahui arah dan kekuatan hubungan antar variabel dalam penelitian.
  4. Kita ingin menguji teori.

Seperti pada pertemuan pertama, tidak lupa peserta juga diberikan penugasan setelah mendapatkan ilmu dari pelaksanaan Short Couse minggu kedua ini. Penugasan pada pertemuan kedua ini adalah peserta diperintahkan untuk mencoba membuat design metodologi riset sederhana menggunakan metode kuantitatif. Peserta mencari rumusan masalah bagaimana yang harus dipecahkan dan bagaimana hipotesisnya berdasarkan cara-cara yang telah dijelaskan.

Because practice makes perfect .

Harapannya setelah pertemuan yang kedua ini peserta mendapatkan tambahan khasanah ilmu pengetahuan seputar riset dan tetap semangat untuk pertemuan di minggu selanjutnya.

Reporter : Tia Rosalita (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Editor       : Azkia Shofani Aulia (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Day 1 Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional untuk Santri oleh Pesantren Riset Al-Muhtada x Populi Center

Sabtu, 09 Oktober 2021, telah terselenggara pertemuan  pertama sekaligus pembukaan  kegiatan Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional Untuk Santri oleh Bapak Dani Muhtada, M.Ag., M.P.A., Ph.D. selaku pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada. Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional untuk Santri merupakan kegiatan yang diselenggarakan Pesantren Riset Al Muhtada bekerjasama dengan Populi Center yang merupakan salah satu institusi riset nasional di Jakarta dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional dan sebagai upaya peningkatan kualitas keterampilan riset bagi santri.

  Dokumentasi Kegiatan

            Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 64 peserta mahasantri dari Pesentren Riset Al-Muhtada serta 40 peserta dari luar Pesantren Riset Al-Muhtada yang berasal dari kalangan santri MA, SMA, MK ataupun mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia. Nantinya kegiatan Short Course ini akan diselenggarakan selama 4 minggu dengan setiap minggunya diisi oleh pemateri yang berbeda, untuk minggu pertama yakni Sabtu, 09 Oktober 2021 diisi oleh Bapak Dani Muhtada, M.Ag., M.P.A., Ph.D. , kemudian minggu kedua yakni Sabtu, 16 Oktober 2021 akan diisi oleh Bapak Afrimadona, S.IP., M.A., Ph.D. selaku Direktur Eksekutif Populi Center, lalu minggu ketiga yakni sabtu 23 Oktober 2021 Dr.Aji Sofanudin M.Si. selaku peneliti senior Bailtbang  Agama RI. Terakhir untuk minggu keempat 30 Oktober 2021 akan diisi oleh Dr. dr. Hardisman, M.HID. selaku Dosen FK Universitas Andalas.

            Pada pertemuan pertama kali ini pemateri sekaligus  Pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada yakni Bapak Dani Muhtada, M.Ag., M.P.A., Ph.D.  menyampaikan tentang materi  dasar-dasar penelitian, seperti pengertian penelitian, tujuan penelitian, karakteristik penelitian dan jenis-jenis penelitian. Pertemuan pertama ini berlangsung dari pukul 08.30-11.00, selain pemaparan materi, dalam pertemuan kali ini juga ada sesi diskusi. Antusias peserta sangat sekali terasadengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan. Kemudian pertanyaan dari para peserta langsung dijawab oleh Pak Dhani selaku pemateri.

            Satu pertanyaan menarik yang dilontarkan oleh salah satu peserta bernama Deva Sindi Maulita : “Tadi dikatakan, bahwa salah satu karakteristik penelitian yaitu membutuhkan keahlian. Bagaimana langkah yang dapat dilakukan untuk seseorang yang ingin melakukan penelitian untuk pertama kali, di mana keahliannya dalam bidang penelitian masih dibilang minim?”. Hal ini tentu menjadi pertanyaan menjadi menarik bagi peneliti pemula bukan?. Lalu pemateri  memberikan jawaban, bahwasannya jangan pernah berkecil hati jika kita tidak memiliki keahlian, karena kita sebenarnya punya keahlian hanya saja keahlian tersebut harus selalu diasah, selain itu apabila kita sudah merasa memiliki keahlian kita juga tidak boleh sombong dan berpuas diri lalu tidak mau belajar karena merasa sudah pintar. Melalui kutipan kata-kata dari SteveJobs yaitu “Stay hungry stay foolish!”, Pak Dani menjelaskan bahwasannya kita harus selalu merasa lapar dan miskin dalam ilmu, agar kita selalu mau belajar dan mau berusaha terus-menurus mengembangkan ilmu kita.

            Tentu saja acara ini tidak berlangsung  begitu saja, ada output yang perlu di kerjakan oleh para peserta berupa penugasan resume materi yang disampaikan oleh pemateri. Semoga pertemuan pertama kali ini mampu membuka cakrawala bagi para peserta dibidang penelitian, agar nantinya setelah selesai dari kegiatan Short Course nantinya  dapat melahirkan peneliti-peneliti hebat pada bidangnya.

Reporter : Tia Rosalita mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada

Editor     : Azkia Shofani Aulia mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada

Pengumuman Peserta “Short Course Metodologi Penelitian untuk Santri”

Berikut adalah link file berisi nama pendaftar yang lolos menjadi peserta “Short Course Metodologi Penelitian untuk Santri” yang diselenggarakan oleh Pesantren Riset Al-Muhtada bersama Populi Center:

https://bit.ly/PengumumanShortCourseMetodologiRisetSantriNasional2021

Selamat untuk para pendaftar terpilih. Peserta akan dimasukkan ke dalam whatsapp group dan informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh panitia.

Terima kasih.

Short Course Metodologi Riset untuk Santri Indonesia

SHORT COURSE METODOLOGI RISET TINGKAT NASIONAL UNTUK SANTRI INDONESIA

📌 Short Course Metodologi Riset Bersama:
1️⃣ 9 Oktober 2021
Dani Muhtada, M. Ag., M.P.A., Ph.D.
(Pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada)

2️⃣ 16 Oktober 2021
Afrimadona, S.IP., M.A., Ph.D.
(Direktur Eksekutif Populi Center Jakarta)

3️⃣ 23 Oktober 2021
Dr. Aji Sofanudin, M.Si.
(Peneliti Senior Balitbang Agama RI)

4️⃣ 30 Oktober 2021
DR. dr. Hardisman, M. HID.
(Dosen FK Universitas Andalas)

🗓️ Tanggal Penting:

➡️ Penutupan Pendaftaran
2 Oktober 2021
➡️ Pengumuman Kelulusan Peserta
4 Oktober 2021
➡️ Short Course Day
9, 16, 23, dan 30 Oktober 2021

⚠️ Cara Pendaftaran
✅ Mengisi form pendaftaran online 👇
http://bit.ly/DaftarShortCourseRiset

⚠️ Syarat & Ketentuan
1. Siswa kelas 10, 11, dan 12 Madrasah Aliyah seluruh Indonesia
2. Mahasiswa semester 1-7 berstatus Santri di Universitas Seluruh Indonesia
3. Mengisi link Pendaftaran
4. Bersedia dan komitmen mengikuti rangkaian kegiatan sampai dengan selesai

💰 FREE BIAYA REGISTRASI
🏆 PENGHARGAAN bagi Peserta Terbaik

Tunggu apalagi? Ayo segera daftarkan dirimu🤗

🚨 Attention 🚨
__”TERBATAS 40 PESERTA “__
🔊 ikuti terus info terbaru dari kami

☎️Narahubung:
•Maulana : wa.me/6281215852040
•Anur : wa.me/6285325862966
________________________
🔔Official account :

📸IG: @pesantren_almuhtada
📎FB: Pesantren Riset Al-Muhtada
🔴YT: Pesantren Riset Al-Muhtada