Banyak yang Belum Tahu! Ternyata Inilah Kesalahan Kita pada Saat Menjawab Sholawat

Cara menjawab sholawat yang benar
Cara menjawab sholawat yang benar (Dok. Pribadi - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Sholawat adalah bentuk penghormatan untuk mendoakan Nabi Muhammad Saw. sholawat juga dapat dijadikan bukti bahwa kita beriman bahwa Nabi Muhammad ada dan menjadi utusan Allah swt.

Hukum membaca sholawat adalah sunnah dan menjadi wajib pada saat duduk tasyahud akhir pada sholat. Dan karena sholat yang wajib bagi umat Islam sendiri dalam sehari sebanyak lima kali, maka setidaknya setiap umat Islam pasti membaca sholawat sebanyak lima kali dalam sehari. Bahkan dalam Al-Quran pun menyebutkan bahwa Allah dan para malaikat juga bersholawat atas Nabi Muhammad saw.

Terdapat dua hukum bagi kita pada saat orang lain memberikan seruan untuk membaca sholawat atas Nabi Muhammad, sebagian ulama menyebutkan hukum menjawabnya adalah sunnah dan sebagian ulama ada yang menyebutkan bahwa hukumnya sunnah.

Pada saat kita menjawab seruan sholawat tersebut ternyata ada yang mungkin masih salah cara menjawabnya. Berikut adalah kesalahan yang sering dilakukan pada saat menjawab seruan sholawat

  1. Menjawab dengan frasa “Shollu ‘alaih” (صلوا عليه).

Pada saat orang lain menyerukan untuk membaca sholawat terdapat beberapa orang yang menjawabnya dengan frasa “Shollu ‘alaih” (صلوا عليه). Padahal frasa tersebut bermakna perintah kepada orang lain untuk bersholawat. Sehingga jawaban tersebut kurang sesuai apabila digunakan untuk menjawab seruan orang lain.

Untuk menjawab seruan tersebut kita dapat menggunakan frasa “Allahumma sholli ‘alaih” (اللهم صل عليه) atau “Shollallaahu ‘alaih” (صلّی اللہ علیہ) atau juga dengan “Yaa Robbi Sholli ‘Alaih” (يا رب صل عليه). Frasa-frasa ini menjadi bentuk sholawat yang kita panjatkan kepada Allah untuk Nabi Muhammad Saw.

  1. Menjawab pada saat orang lain membaca sholawat
Baca Juga:  Hikmah Mengamalkan Surah Yasin dalam Al Qur’an

Pada saat orang lain menyebutkan “Shollallaahu ‘alaihi wasallam” ( صلّی اللہ علیہ وسلم) sering kali orang-orang menjawab dengan frasa yang telah kita bahas sebelumnya.

Padahal sebenarnya kata tersebut merupakan bacaan sholawat yang diucapkan oleh orang yang menyebut Nabi Muhammad saw. sebelumnya, yang ditujukan untuk Nabi Muhammad saw.

Dan untuk kita seharusnya menjawab frasa “Allahumma sholli ‘alaih” (اللهم صل عليه) tepat setelah penyebutan Nabi Muhammad saw. sehingga bacaan “Allahumma sholli ‘alaih” (اللهم صل عليه) tersebut dapat ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. bukan kepada bacaan sholawat yang dibaca oleh orang lain tersebut.

Demikianlah, sedikit pembahasan kesalahan yang sering dilakukan pada saat menjawab sholawat yang telah disebutkan. Semoga sedikit pembahasan ini dapat bermanfaat. Wallahu a’lam. [] Shofiyatul Afiyah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post