Memaknai Hidup dengan Kacamata Iman

Iman sebagai pegangan hidup
Gambar ilustrasi Iman sebagai pegangan hidup (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Iman yang secara bahasa berarti percaya atau membenarkan. Sedangkan secara istilah diartikan dengan kepercayaan yang diyakini kebenarannya dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.

Power dari tiga hal yang sangat penting dalam kehidupan adalah Iman, Islam, dan Ihsan. Iman berperan besar dalam mengait kedua aspek yang lainnya. Iman ini berperan sebagai pemimpin diri.

Iman yang memimpin diri dalam menjalankan syari’at yang telah Allah tetapkan. Benar adanya iman memiliki barometernya tersendiri, kadang ia gampang naik kadang juga ia mudah untuk turun.

Untuk itu, diperlukanlah bibit yang unggul pupuk yang bagus, dan perawatan yang ekstra. Semakin kokoh iman seseorang maka, semakin mudah pula akses orang tersebut untuk mendekat kepada Allah.

Semakin kokoh iman seseorang maka, semakin mudah pula akses orang tersebut untuk mendekat kepada Allah. Mau tidak mau, Iya atau tidak, suka atau tidak, kehidupan tidak akan lepas dari dua hal yakni kebahagiaan dan kesedihan.

Satu sisi kita sedang diberikan limpahan kebahagiaan seperti mendapat bonus atas pekerjaan, mendapat nilai A, ditraktir teman.

Namun, bisa jadi dikemudian hari Allah balikkan nasib kita dengan sisi kesedihan misalnya ban motor bocor ketika perjalanan ke kampus, kehabisan uang saku, dll. Maka, hal seperti inilah yang perlu kita pandang dan respon dengan kacamata iman.

Baca Juga:  Perilaku Ghosob, Perbuatan Zalim yang ‘Mentradisi’ di Pesantren

Apa efeknya bagi kehidupan kita?

  1. Ketika kita diberikan kebahagiaan

Kita akan menjadi sosok yang selalu bersyukur atas limpahan rahmatnya, tidak lupa diri sebagai hamba Allah, menghindarkan dari sifat sombong serta senantiasa menyebut asma-Nya

  1. Ketika sedang dibrrikan kesedihan

Husnudzon atas takdir Allah bahwa apa yang Allah timpakan itu sesuai dengan batas kesanggupan kita serta akan diberikan solusi, memperbanyak doa, menikmati segala prosesnya. [] Lailia Lutfi Fathin

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post