almuhtada.org – Pernahkah kalian sedang scroll sosial media, lalu tiba-tiba lewat sebuah quotes yang rasanya menyentuh banget? Sama halnya dengan penulis yang sedang tersentuh oleh sebuah quotes berbahasa Arab yang berbunyi:
لَا تَبْحَثْ عَنِ الرَّاحَةِ وَأَنْتَ فِي عُمْرِ السَّعْيِ
“Janganlah engkau mencari tempat untuk bersantai dan beristirahat, di saat engkau masih berada pada masa untuk berjuang“.
Berdasarkan sumber yang ada, kutipan tersebut tidak secara spesifik disebutkan sebagai Hadits, atsar, ataupun perkataan ulama klasik tertentu. Kalimat ini, yang sering kita temui di media sosial lebih dikenal sebagai pepatah Arab. Namun sebagai catatan tambahan di luar sumber, kutipan ini memang populer sebagai kata mutiara/mahfudzot.
Meskipun sekadar pepatah, maknanya sangat selaras dengan prinsip Islam yang secara tegas melarang sifat bermalas-malasan dan memerintahkan umatnya untuk terus produktif berikhtiar.
Pesan ini seolah menyadarkan kita tentang kefanaan waktu. Saat ini, engkau mungkin sedang berada di puncak kekuatan fisik, semangat, dan pikiran. Inilah ‘umuris-sa’yi, sebuah musim perjuangan yang tidak akan pernah terulang kembali.
Memilih menyerah pada kemalasan di masa ini sama saja dengan menyia-nyiakan anugerah Tuhan. Kehidupan dunia sejatinya diciptakan sebagai medan ujian untuk berikhtiar, bukan tempat pelarian untuk bersantai menikmati kesenangan yang semu.
Ketika rasa lelah yang amat sangat mendera batinmu, ingatlah bahwa setiap tetes keringatmu bernilai ibadah jika diniatkan murni untuk mencari ridho Allah.
Janganlah mundur saat rintangan terasa mencekik. Kegagalan dan kesulitan yang engkau hadapi hari ini adalah cara kasih sayang Allah untuk menempa jiwamu menjadi tangguh. Yakinlah, pasti akan selalu ada kemudahan setelah kesulitan.
Kenyamanan duniawi, seindah apa pun ia terlihat, pada akhirnya hanya akan fana. Ketenangan sejati barulah tiba ketika seluruh ikhtiar perjuangan di dunia usai, dan Allah menyapa, kelak sebagai Nafs Muthma’innah (jiwa yang tenang).
Maka, bangkitlah hari ini dan seka peluhmu. Habiskanlah jatah lelahmu di dunia demi kebaikan. Sebab bagi seorang pejuang sejati, tempat peristirahatan yang paling abadi belumlah di sini, melainkan kelak di surga-Nya.
Wallahu a’lam bisshowab [Pranita Wulan Andini].











