almuhtada.org – Pernahkah kalian berpikir, mengapa Al-Qur’an ditulis menggunakan Bahasa Arab? Selain itu, jika Al Qur’an disesuaikan dengan bahasa negara lain, mengapa dinamai kitab terjemah Al-Qur’an, tidak seperti kitab-kitab lain seperti Zabur, Injil dan Taurat, jika disesuaikan bahasa negara lain maka tetaplah dinamai kitab Zabur Injil atau Taurat.
Jadi, Allah memilih Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dengan berbagai macam sebab akibat. Jika ditinjau dari segi geografis dan historis, maka kita akan menemukan bahwa Al-Qur’an itu diturunkan di kota Makkah dan Madinah. Penduduk disana menggunakan Bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Kemudian Rasulullah tinggal di wilayah yang sama sehingga untuk memudahkan interaksi dakwah Rasulullah maka Al-Qur’an pun ditulis dalam Bahasa Arab.
Dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 4;
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“ Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah mengijinkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.Ibrahim: 4)
Jika ditinjau dari segi kebahasaan, maka kita akan menemukan bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang tingkat sastra nya sangat tinggi dari bahasa lain, sehingga memiliki makna yang tinggi, dan kaya akan kosakata dengan makna yang berbeda beda di tiap kosakata nya. Ini adalah salah satu bentuk kekayaan Bahasa Arab sehingga layak jika dijadikan bahasa ayat suci.
Hal tersebut telah dikuatkan dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 2
إِنَّاأَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sejujurnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berBahasa Arab, supaya kamu memahaminya.” (QS.Yusuf:2)
Dalam ayat tersebut Allah sendiri telah menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu diturunkan menggunakan Bahasa Arab. Jika Allah langsung yang bicara, apakah bisa kita percayai? Tentu wajib kita imani, dan kita dilarang merubah atau merusak ayat-ayat Al-Qur’an.
Itulah penyebab nya Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia untuk menjaga keaslian makna dari setiap ayat-ayat nya. [Nabila Putri]











