Kisah Antusiasme Penduduk Madinah Menyambut Kedatangan Rasulullah dan Pembangunan Masjid Quba

Kisah Sejarah Kedatangan Rasulullah SAW di Madinah
Gambar Ilustrasi Kisah Sejarah Kedatangan Rasulullah SAW di Madinah(Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Pada Hari Senin tanggal 8 Rabiul Awwal tahun ke-14 sejak awal kenabian atau bertepatan pada tanggal 23 September 622 M, Rasulullah tiba di Quba saat melakukan perjalanan hijrah menuju Madinah.

Abdullah bin Az-Zubair mengungkapkan bahwa di Madinah, ketika umat Muslim mendengar kabar kedatangan Rasulullah dari Makkah, setiap pagi mereka berbondong-bondong keluar menuju tempat terbuka untuk menanti kedatangan beliau. Kemudian, saat matahari tinggi dan panas pada tengah hari, mereka kembali pulang.

Pada suatu hari, setelah menunggu untuk waktu yang cukup lama dan ketika mereka telah kembali ke rumah masing-masing, seorang Yahudi mendaki ke atas benteng mereka untuk tujuan tertentu.

Pada saat itu, orang Yahudi melihat Rasulullah dan teman-temannya sebagai sebuah gambaran kabur yang disebabkan oleh fatamorgana. Ketika melihat hal itu, ia tidak bisa menahan diri untuk berteriak dengan keras, “Wahai semua orang Arab, itulah kakek kalian yang kalian nantikan.” Seketika itu juga, orang-orang Muslim segera mendekatinya.

Ibnul Qayyim menyampaikan, “Aku mendengar keramaian dan teriakan takbir di antara Bani Amr bin Auf. Para Muslim bersorak-sorai karena kebahagiaan atas kedatangan seseorang. Mereka keluar dari rumah untuk menyambut dengan ucapan selamat atas kepemimpinan beliau, lalu mereka berkumpul di sekitar beliau. Dalam ketenangan, beliau tetap diam karena sedang menerima wahyu.”

Urwah bin Az-Zubair mengisahkan, “Mereka menyambut kedatangan Rasulullah, berjalan bersamanya hingga tiba di Bani Amr bin Auf. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin bulan Rabi ul Awwal. Abu Bakar berdiri, sementara Rasulullah hanya duduk, tetapi tidak berbicara. Orang-orang Anshar yang belum pernah melihat Rasulullah, keliru mengira bahwa orang yang berdiri adalah Rasulullah. Ketika matahari mulai menyengat, Abu Bakar segera menggunakan mantelnya untuk melindungi Rasulullah dari panasnya. Saat itulah mereka akhirnya menyadari bahwa orang yang mereka kira sebagai Abu Bakar adalah Rasulullah.”

Baca Juga:  Patut Diteladani! Ini Dia Cara Rasulullah SAW Menyeimbangkan Bekerja dan Beristirahat dalam Kehidupan Sehari-hari

Semua warga Madinah berkumpul untuk menyambut kedatangan tersebut. Hari itu sangat meriah dan merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di Madinah. Saat itu, bahkan orang-orang Yahudi mengakui kesesuaian pengabaran yang disampaikan oleh Nabi Habaquq, “Sesungguhnya Allah datang dari Taiman dan Sang Kudus datang dari Gunung Faran.”

Rasulullah tinggal di Quba di rumah Kultsum bin Al-Hadm, meskipun ada anggapan lain yang menyebutkan bahwa dia tinggal di rumah Sa’d bin Khaitsamah. Namun, mayoritas berpendapat bahwa yang pertama adalah yang lebih diyakini.

Pada saat yang sama, Ali bin Abu Thalib tinggal di Makkah untuk menyelesaikan tugas yang diserahkan oleh Rasulullah kepada beberapa orang. Setelah menyelesaikan tugas tersebut, dia melakukan hijrah ke Madinah dengan berjalan kaki hingga tiba di Quba, di mana dia bertemu dengan Rasulullah dan juga tinggal di rumah Kultsum bin Al-Hadm.

Dia menghabiskan empat hari di Quba, mulai dari hari Senin hingga Kamis. Selama waktu itu, dia membantu dalam pembangunan Masjid Quba dan melaksanakan shalat di dalamnya. Masjid ini menjadi bangunan pertama yang dibangun atas dasar ketakwaan setelah kenabiannya. [] Sholihul Abidin

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post