almuhtada.org – Pernahkah kalian ketika bangun tidur kelopak mata tiba-tiba terasa ganjal, bengkak, dan ketika dicek lewat cermin ternyata mata kalian bintitan? Mata bintitan, atau dalam dunia medis hordeolum, adalah benjolan menyakitkan mirip jerawat atau bisul di tepi kelopak mata akibat infeksi bakteri pada kelenjar minyak.
Banyak orang tua yang menyarankan untuk mengobati bintitan pada mata kita dengan air ludah sendiri ketika baru bangun tidur. Saran ini didasari hadis Nabi yang isinya Nabi mengobati Ali dengan air ludahnya. Apakah kalian memercayainya?
Kisah Nabi menyembuhkan mata dengan air liurnya memang ada. Dulu, ketika Perang Khaibar, mata sahabat Ali bin Abi Thalib yang sedang sakit parah sembuh seketika setelah Nabi meludah sedikit ke matanya dan mendoakannya.
Hadits ini memang shahih riwayat Bukhari. Tapi, perlu kita ingat selalu untuk membedakan mana yang sifatnya mukjizat dan mana kebiasaan yang bisa ditiru. Khasiat air liur pada saat itu murni kekhususan fisik Nabi, dan para ulama juga sepakat bahwa itu sama sekali tidak berlaku untuk kita sebagai manusia biasa.
Dalam pandangan medis, bintitan atau hordeolum pada hakikatnya adalah infeksi yang dipicu oleh bakteri, biasanya jenis Staphylococcus aureus, yang menyumbat kelenjar minyak di kelopak mata kita. Ketika kita tidur semalaman, produksi air liur kita kan turun drastis.
Kondisi mulut yang kering menjadi lingkungan yang paling asyik untuk flora normal atau kumpulan bakteri alami di dalam mulut untuk berkembang biak secara masif. Oleh karena itu, napas pagi kita sering banget berbau.
Bayangkan jika mata kita sedang meradang karena infeksi bakteri, lalu kita mengoleskan air liur pagi yang kaya akan koloni bakteri mulut. Bukannya membaik, tindakan ini akan memberi makan infeksi yang ada.
Risikonya, bengkak bisa makin parah atau malah merembet menjadi radang selaput mata yang membuat mata kita jadi merah berair dan belekan
Islam adalah agama yang rasional. Rasulullah sendiri mengajarkan kita untuk berobat dengan ilmu yang tepat, sesuai sabda beliau bahwa setiap penyakit itu ada obatnya dan akan sembuh jika diobati dengan cara yang bener.
Jadi, jika seandainya besok mata kita bintitan (na’udzubillah), tindakan yang paling bener bukan menggunakan ludah. Namun, dengan pengobatan ringan.
Kita ambil kapas, kain, atau handuk bersih, celupkan ke air hangat, lalu kompres pelan-pelan ke area mata yang bengkak selama sekitar 10 sampai 15 menit. Lakukan langkah ini tiga sampai empat kali sehari untuk membantu pori-pori kelenjar matanya terbuka dan mengeluarkan nanah atau sumbatannya secara alami.
Mulai sekarang, mari kita tempatkan sesuatu pada porsinya saja. Mukjizat Nabi kita yakini sepenuh hati sebagai bukti keimanan, tapi urusan infeksi mata, tentu saja kita hadapi dengan ilmu medis yang sudah jelas kebenarannya. Wallahu a’lam bisshowab [Pranita Wulan Andini].










