Move On Itu Strategi: Untuk Seseorang yang Menghadapi Kehilangan dalam Sebuah Perjalanan

Ilustrasi kehilangan sesuatu yang begitu berarti dalam permainan catur (freepik.com – almuhtada.org)

almuhtada.org – Dalam berjalan nya sebuah kehiduan pasti ada yang namanya kehilangan. Baik kehilangan sesuatu yang dianggap penting dalam diri kita atau seseorang yang dianggap begitu berarti dalam kehidupan kita.

Dalam sebuah permainan catur, ketika ratu kita hilang, permainan tidak berhenti. Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa kita harus menyerah hanya karena kehilangan bidak terkuat.

Justru di situlah strategi diuji apakah kita akan terus melangkah, atau terjebak pada apa yang sudah hilang meskipun belum checkmate (permainan usai dan dinyatakan kalah).

Begitu pula dalam kehidupan kita. Sering kali kita kehilangan begitu banyak hal, seperti mimpi, kesempatan, bahkan orang orang yang kita sayangi.

Namun, terlalu lama menatap ke belakang hanya akan membuat kita kehilangan arah dan langkah di masa depan.

Allah Subhanahu Wataala berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa tidak semua kehilangan adalah sebuah keburukan.

Bisa jadi, apa yang hilang dari hidup kita justru merupakan cara Allah menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak kita pahami.

Dalam catur, pemain yang baik tidak sibuk meratapi bidak yang hilang. Ia akan fokus pada langkah berikutnya, memanfaatkan apa yang masih dimiliki, dan menyusun strategi baru.

Baca Juga:  Pertemuan dan Perpisahan yang Silih Berganti, Bermakna atau Hanya Perih?

Dalam hidup pun demikian, yang terpenting bukan apa yang hilang, tetapi bagaimana kita melanjutkan perjalanan.

Namun, kata move on dalam Islam bukan berarti melupakan segalanya. Move on adalah sebuah bentuk tawakal.

Setelah berusaha dan kehilangan sesuatu, kita tentu harus belajar untuk menerima ketetapan Allah dan tetap melangkah dengan keyakinan.

Allah Subhanahu Wataala berfirman:

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya.” (QS. Al-Hadid: 22)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap kehilangan adalah bagian dari takdir.

Maka, terus menerus menyesali masa lalu tidak akan mengubah apa pun, selain melelahkan hati kita.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga mengajarkan sikap yang kuat dalam menghadapi kehidupan. Beliau bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Jika sesuatu menimpamu, janganlah kamu mengatakan ‘seandainya aku melakukan ini dan itu,’ tetapi katakanlah ‘ini adalah takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.’” (H.R. Muslim)

Hadist ini menegaskan bahwa terjebak pada kata “seandainya” hanya akan membuka pintu penyesalan tanpa akhir. Sebaliknya, menerima takdir dan tetap melangkah adalah tanda seorang mukmin yang memiliki kekuatan iman.

Kehilangan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Dalam banyak keadaan, kehilangan justru menjadi cara Allah mengarahkan kita ke jalan yang lebih baik.

Baca Juga:  Berawal dari Merasa Cukup, Berakhir dengan Kebahagiaan: Pentingnya Menanamkan Rasa Cukup dalam Kehidupan

Seperti dalam catur, kita mungkin kehilangan ratu, tetapi permainan belum selesai. Selama kita masih bergerak, peluang itu tetap ada. Maka, jangan biarkan masa lalu mengunci langkahmu.

Belajarlah ikhlas untuk suatu hal yang telah pergi, perbaiki apa-apa yang bisa diperbaiki, dan teruskan perjalanan kita hari ini.

Karena dalam Islam, yang dinilai bukanlah siapa yang tidak pernah kehilangan, tetapi siapa yang tetap bertahan, dan senantiasa kembali kepada Allah Subhanahu Wataala.

Pada akhirnya, move on bukan sekadar melupakan, akan tetapi mempercayakan kembali seluruh urusan kepada Allah, lalu melangkah dengan hati yang lebih lapang dan ridha.

Demikian artikel yang saya buat, semoga kita semua dapat selalu bertahan ketika di beri cobaan berupa kehilangan. aamiiin. [Rosi Daruniah]

Related Posts

Latest Post