Almuhtada.org – Dalam sebuah kehidupan, sering kali kita merendahkan diri sendiri.
Merasa tidak cukup baik untuk orang lain, tidak secantik dan seganteng orang lain, tidak sepintar teman-teman di kelas, bahkan merasa tidak berguna itu untuk kehidupan dunia.
Perasaan seperti itu yang terkumpul secara terus-menerus tentu akan merusak diri kita sendiri. Kita akan sulit untuk merasa bahagia.
Kita akan merasa sulit dalam menerima kekurangan kita. Kita akan terus menyalahkan diri sendiri, bahkan merasa tidak berharga.
Padahal dalam Islam Allah tidak pernah menciptakan manusia dengan sia-sia.
Setiap manusia diciptakan dengan tujuan, nilai dan peran masing-masing.
Tidak semua orang harus menjadi hebat dengan cara yang sama, karena tidak mungkin kita menilai ikan dalam memanjat pohon, itu hal yang mustahil.
Begitu pula manusia, ada yang bersinar melalui ilmu yang ia miliki, ada yang kuat dalam sebuah kesabaran, ada yang menjadi penolong bagi orang lain, dan ada pula yang diuji agar semakin dekat dengan Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At-Tin: 4)
Ayat ini adalah sebuah pengingat bahwasanya setiap manusia diciptakan dengan sebuah kemuliaan.
Mungkin kita tidak selalu sempurna menurut standar dunia, tetapi Allah menciptakan kita dengan penuh hikmah dan tujuan.
Terkadang, rasa benci terhadap diri sendiri muncul karena kita terlalu sering membandingkan diri kita dengan orang lain.
Di media sosial, kita melihat banyak orang yang tampak sukses, bahagia, lebih menarik, dan bahkan lebih layak untuk dicintai dibanding diri kita.
Dari hal tersebut, tanpa sadar kita merasa tertinggal dan bahkan menganggap diri kita tak berharga.
Padahal yang terlihat dimata manusia belum tentu mencerminkan kenyataan kehidupan seseorang sepenuhnya.
Ada lelah seseorang yang tidak selalu kita lihat.
Ada gagal yang tak selalu kita tahu.
Dan itu adalah hal wajar, yang terkadang kemudian seseorang memakan mentah dan membandingkan pada kehidupan dirinya.
Islam mengajarkan bahwasanya nilai manusia bukan hanya diukur dari penampilan, harta, atau popularitasnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian” (H.R. Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwasanya yang paling berharga di sisi Allah adalah hari dan amal saleh seseorang, bukan kesempurnaan duniawi belaka.
Self love dalam Islam bukan berarti merasa diri paling hebat atau menuruti semua keinginan diri sendiri.
Self love adalah sebuah penerimaan atas diri kita sendiri sebagai ciptaan Allah, menjaga diri kita dari hal-hal yang merusak, dan senantiasa memperlakukan diri dengan kasih sayang yang sehat.
Tidak apa-apa jika hari ini kamu belum jadi apa-apa.
Tidak apa-apa jika hidupmu belum sempurna.
Tidak apa-apa jika prosesmu lebih lama.
Start setiap orang berbeda-beda. Finish orang juga pastinya berbeda-beda.
Sebagai manusia, adalah wajar jika kita mengalami lelah, salah, dan bahkan kecewa.
Namun dari itu semua jangan lupakan bahwa kita berharga di sisi Allah.
Terlepas bagaimanapun prosesnya kita di dunia.
Oleh karena itu, pelan-pelan mari berhenti membenci diri sendiri, berhenti menyalahkan terlebih dalam merendahkan diri kita sendiri.
Maafkanlah diri sendiri dan apa pun yang sekiranya membuat kita merasa tertinggal.
Ingat, kamu berharga, terlepas bagaimana pun kamu. Kamu berhak menjadi lebih baik, dan kamu berhak mendapat yang terbaik.
Wallahu a’lam bishawab. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah untuk senantiasa mencintai dan aware untuk diri kita sendiri. Aamiin. [] Rosi Daruniah.











