Keagungan Allah Dibalik Indahnya Pemandangan Langit

Keindahan Langit
Keindahan langit sebagai salah satu keagungan Allah (Dok. Pribadi - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Memandang pemandangan yang indah merupakan suatu fitrah yang pastinya disukai semua manusia, tidak jarang yang gemar memandang keindahan dengan jangka waktu panjang.

Sebagai manusia kita tentu sangat suka terhadap hal-hal yang menakjubkan, dan Allah juga sangat menyukai hal-hal indah.

Sebagaimana terdapat dalam sebuah Hadits yang artinya “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan.” Adapun menyenangi keindahan merupakan hal yang disyariatkan sebab Allah SWT Maha Indah dan sangat mencintai Keindahan.

Ciptaan Allah yang sangat indah diantaranya diciptakannya langit yang luas yang terbentang di alam semesta, hal ini merupakan kebesaran Allah SWT yang harus kita syukuri dengan senantiasa berdzikir dan beribadah kepada Allah.

Keindahan langit merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan dan banyak sekali hikmah dibalik penciptaan langit. Banyak sekali ayat didalam Al-Qur`an yang membahas tentang langit, Allah SWT Berfirman dalam Q.S Ali-Imran ayat 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan kangit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (Q.S Ali-Imran ayat 190)

Dari ayat diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa, dengan menatap langit artinya menyaksikan Kebesaran dan Keagungan Allah SWT.

Dengan menatap langit kita dapat merenung dan berpikir  serta sebagai bentuk penghambaan seorang hamba kepada sang Khaliq, amalan ini juga sebagai sebagai pengakuan kefakiran diri bahwa kita lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan dan perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Baca Juga:  Tanggung Jawab: Prinsip yang Harus Dijunjung oleh Seorang Kontraktor

Dengan memandang langit terdapat banyak manfaat yang dapat kita peroleh sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ghazali bahwa

Imαm Al Ghozαli Rαhimαhullαh menjelαskαn:

وقيل: في النظر إلى السماء عشر فوائد: تنقص الهم، وتقلل الوسواس، وتزيل وهم الخوف، وتذكر الله ، وتنشر في القلب التعظيم لله، وتزيل الفكر الرديئة، وتنفع لمرض السوداء، وتسلي المشتاق، وتؤنس المحبين، وهي قبلة دعاء الداعين.

Artinyα:

“Dikαtαkαn, bαhwα memαndαng lαngit itu memiliki 10 fαidαh(mαnfααt) yαitu:

  1. Mengurαngi kesedihαn
  2. Meminimαlisir rαsα wαs-wαs atau gelisah
  3. Menghilαngkαn perαsααn tαkut.
  4. Membuαt kita mengingat Allah Subhanhu Wa Ta`ala
  5. Memαncαrkαn rαsα pengαgungαn terhαdαp kebesαrαn dan Keagungan Allαh di dαlαm hαti.
  6. Menghilαngkαn fikirαn hinα atau negatif
  7. Membαntu menyembuhkαn penyαkit melαnkoliα (depresi berαt & putus αsα).
  8. Menghibur orαng yαng sedαng rindu.
  9. Menyenαngkαn orαng-orαng  yαng mencintαi.
  10. Sebαgαi αrαh kiblat bαgi orαng-orαng yαng berdoα

Diantara hikmah diatas dapat menjadi bekal bagi kita untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah dengan berdzikir ketika memandang langit, karena sejatinya kita sebagai hamba senantiasa membutuhkan Allah dalam segala situasi dan kondisi, sehingga kita perlu selalu mengingat dan beribadah kepada Allah.

Dari langit kita juga dapat belajar bahwa langit memang tidak selalu biru akan adakalanya dia mendung berwarna hitam kemudian turunlah hujan, begitulah kehidupan di dunia ini tidak selamanya kita merasa senang dan bahagia pasti akan ada cobaan dan ujian yang datang menghampiri.

Baca Juga:  Apakah Dzalim Hanya Sekadar Berbuat Buruk Pada Orang Lain? Satu Hal Kecil Ini Juga Bisa Disebut Dzalim Loh!

Namun dibalik ujian yang Allah berikan kepada para hamba-Nya akan ada hikmah kehidupan yang sangat indah dan Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuannya. Sebagaimana yang terdapat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 286

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286). [] Puan Sukowati

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post