Malam Hari di Gwenellda

Oleh : Alda Gemellina Munadhiroh

Pagi itu, ditemani secangkir coklat panas aku memilih untuk duduk di sudut kamar tepat di balik jendela kayu. Aku melihat pemandangan pagi yang indah. Aku melihat bangunan- bangunan yang nampak rapuh dimakan usia, namun masih terasa kokoh di dalam. Di tengah-tengah bangunan itu ada sebuah taman dengan air mancur. Banyak orang orang yang entah sedang mereka lakukan, yang jelas tempat itu ramai sekali. Sembari menyeruput coklat yang masih panas ini, aku bertanya dalam hati. Tempat apa ini? Kenapa orang tuaku dengan senang hati membawaku kemari? Belum habis aku bertanya-tanya pada diri ini, tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamarku. Ttokk…ttok…ttokk.. “Alexa, open the door please..!!” “okee waitt..”.”hey what are you doing? Lets go to the hall! , there will be opening ceremony for new students, c’mon dont be late! Five minute again!”.”okee you can go first betty, i’ll leave soon.” Segera kututup pintu kamarku dan bersiap untuk upacara pembukaan. Untung saja seragam kebanggan sekolah ini sudah melekat di tubuhku. Sempat kulirik sebuah logo di bagian kanan atas bajuku. Logo yang bertuliskan ‘Gwenellda Female Leadership School”. Setelah semua siap, aku percepat langkahku menuju aula. Ruangan ini telah ramai rupannya. Kulihat sekelilingku para siswa asik berbincang, mungkin sedang berkenalan, pikirku.

Aku terus mengarahkan pandanganku berharap menemukan betty. Teman pertamaku disini.  Belum juga kumenemukan wujudnya, mataku tidak sengaja melihat seorang kakek-kakek usia sekitar 70 an dengan rambut putih dan kaca mata tebalnya. Entah apa yang sedang di kerjakan sang kakek, namun ia nampak sangat buru-buru melewati ruangan ini. Mungkin dia profesor di sekolah ini, pikirku. “Alexa! Come here!” aku mengenali suara itu “hey betty, you’re there? Okee.” Sahutku sembari mendekatinya dan upacara pembukaan dimulai. Seseorang berbadan gemuk namun cantik dengan rambut ikalnya yang tergerai rapi di tambah kacamata bulat bertengger di matanya menambah kesan elegan pada wanita paruh baya itu. Miss Denada begitu dia dipanggil. “okeyy..good morning every body!? Iam so glad to see all of you in this room. Now all of you has become family of gwenellda female leadership school. enjoy your every day here, and work as you wish and show the world than woman is great! Okeeyy girl?” “okeeyyy.” Jawab kita semua serentak disertai suara gemuruh tepuk tangan.

Alexa, lets go to the dinning room! The lunch time will start soon” ujar betty mengajakku ke ruang makan disamping aula”. Hmm iam sorry you can go first betty, i want to take something in my room first, i will overtake you soon…!, bye betty”. Jawabku sambil berlari ke luar ruangan. Sesampai di luar ruangan aku menerka-nerka kemana arah perginya si kakek tua itu. Aku putuskan untuk menyusuri lorong di sebelah kanan aula berharap menemukannya disana. Benar saja, kulihat kakek itu dari celah pintu yang tak tertutup rapat. ”How lucky I am!” teriakku dalam hati. ”What is he doing in there?” pikirku. Tak sengaja tubuhku mendorong pintu hinnga menimbulkan suara berdecit. “Who is there?!” pekik kakek tua itu. “Hmm I am sorry sir, iam just passed bye, and accidentally saw you”. Jawabku sedikit menunduk. Antara takut dan malu. Wow! Whats amazing room!. Pikirku. Banyak sekali barang-barang canggih yang tak pernah kulihat sebelumnya. He is really a professor!. Okey because you are already in this room, please close the door first, and come here!” perintahnya.”are you new students?” tanya nya. ”Yes I am” jawabku. “Okey now, listen to me! Dont tell anyone about this room and all of what you see inside this room and dont tell anyone about me! Do you understand?”. “Yes sir iam understand, but could I know the reason sir?”. Tanyaku sedikit penasaran. ”you dont need to know the reason.” Jawabnya penuh penolakan. Misterius sekali orang ini, pikirku.

Baca Juga:  Makna Kemerdekaan bagi Generasi Muda Indonesia

Saat jam makan siang pikiranku terus bertanya tanya mengapa dia merahasiakan ruangan itu? Dan mengapa aku tidak boleh menceritakan tentangnya pada orang lain? “I should to go there again!”, tapi karena rasa ngantuk yang lebih dulu menghampiri, aku putuskan untuk kembali ke kamar dan tidur. ”Betty, dont forget to wake me up when dinner time, okey!”. Pintaku pada betty teman sekaligus tetangga kamarku. “Hey alexa! Wake up! Come here! I’ll show you something.” Tidak terasa tubuhku begitu saja mengikutinya. Tiba-tiba tubuhku telah berada di ruangan canggih itu. “enter and see!” suara itu menyuruhku masuk. Didalam ruangan otakku serasa berputar. Tiba-tiba saja ruangan canggih itu berubah menjadi ruangan puluhan tahun silam. Kulihat ramai anak-anak bermain di ruangan ini. Di tengah tengah mereka terdapat seorang lelaki tampan nan berwibawa duduk bercerita pada anak anak tersebut. Dalam hati ku bertanya, sepertinya aku kenal orang ini?.

Alexa!!.. Alexa!! Wake up! What time its it! Its time to have dinner lets wake up Alexa!” suara nyaring betty membangunkanku dari mimpi aneh ini. ”Yess betty i have wake up, thanks for wake me up. Please wait me a minute!”. Bergegas aku ke kamar mandi untuk cuci muka. Aku tidak sempat lagi untuk mandi. Disaat makan malam tengah berlangsung, Miss Denada ditambah seorang perempuan lainnya memasuki ruangan. Ruangan hening seketika. “Do you know who is she?” tanya Betty setengah berbisik. “I dont know well may be she is boarding mother” jawabku menebak. ”Good evening girls..please give me attention for a fiew minute. I know all of you defininitely curios whose are standing beside me right?, okeey, she is your mother in this dormitory you can call her madam Gisell” Wanita dengan perawakan tak jauh beda dengan Miss Denada kecuali ikatan rambut yang membedakan, kemudian membukuk memberi hormat. Kami semua membalasnya seraya mengucap “Haii madam Gisell”.

Setelah mengenalkan madam gisell kepada kami, Miss Denada kembali ke ruangannya. Tersisa Madam Gisell dan kami. ”Girls, I will tell you some rules that must be obeyed as long as you are student here”, Madam Gisell memulai membacakan peraturan peraturan itu. Diantaranya adalah jam tidur, Siswi sudah harus diatas tempat tidur masing masing sebelum jam 10. Tidak ada yang boleh berkeliaran diatas jam 10 malam kecuali ke kamar mandi. “The rules start now!!, thank you girls hope you can stay at this dormitory happily..good evening” ucap Madam Gisell menutup pembicaraannya. “I need to fast it’s have 09.00 pm. I still have time one hour to meet with the professor”. Gumamku seraya berlari ke ruangan canggih itu. Dugaanku tepat professor itu masih disana. ”Excuseme.., sir..may I enter?” tanyaku dengan lembut. ”Yess just enter and close the door again. Why you come here you should go to your room right?” tanyanya. “Yes sir, but i still have one hour till 10 pm so I decided to come here. Because there are so many question that i wanna ask to you” jawabku jujur. ”You can tell me What you want to ask, but I will not answer it now. You can come here again tomorrow morning before breakfast time and I will tell you all what you want to know” terangnya meyakinkanku.” Are you sirious?” tanyaku sambil tidak percaya. ”Yess little girl, just tell me what you want to ask” pintanya. Segera kuceritakan mimpi aneh yang baru saja aku alami dan beberpa pertanyaan mengenai seputar dirinya serta sekolah ini. “Okee little girl it’s almost 10 pm, you can belate, if you not go back to your room now. Dont forget to come here again tomorrow okey” ujarnya mengingatkanku.” Thank you sir, good night..” ucapku.

Baca Juga:  Belajarlah

Keesokan harinya sembari menunggu breakfast time sesuai janjinya. Aku pergi menemuinya, ”Excuse me sir..are you in there?”, Tidak ada jawaban. Aku putuskan untuk masuk sambil berpikir mungkin dia belum sampai ke ruangan ini. Mataku terpaku pada sebuah lukisan dengan gambar sama persis dengan apa yang kulihat dalam mimpiku. Lukisan apa ini? Kenapa gambarnya sama persis dengan mimpiku?. “Hey little girl, you have come, what do you see?”, kakek itu mendekatiku. ”Yess sir, emm.. nothing. just look this picture, this picture are really same as what I see in my dream. Can you explain it to me ?” tanyaku dengan tidak sabar. Ia memintaku duduk di sofa samping jendela tua ruangan ini dan menyuguhiku secangkir coklat panas. Kemudian ia mulai bercerita tentang bangunan ini. Bangunan ini dulu adalah rumahnya dan sering di jadikan tempat bermain anak-anak di lingkungan sekitar. Tempat canggih itu dulu adalah ruang baca pribadinya. Sejak ada suatu tragedi yang menghancurkan rumah serta membinasakan anak-anak. Membuatnya beralih menekuni hobinya yaitu menjadi professor. Dia mendirikan sekolah ini dan menjadi professor tanpa sepengetahuan para siswa.

Tidak terasa air mataku menetes. “from now, just call me grandpaa sam” ujarnya sembari mengacak acak rambutku, “and how i call you little girl?” tanyanya kemudian. ”Oh, you can call me Alexa, grandpaa”.jawabku sambil tersenyum. ”Thank you for telling me your story. I must to go to the dinning room now, I’ll be back before dinner time, see you..” ujarku seraya melambaikan tangan dan pergi meninggalkan ruangan itu. Entah mengapa ada kehangatan tersendiri saat kakek itu berbicara. Membuatku ingin menghabiskan waktu bersamanya diruangan itu. Sekarang, hari-hari yang aku miliki, aku habiskan dengan melakukan eksperimen bersama grandpaa di ruangan itu. Grandpaa mengajariku banyak hal dari beberapa mata pelajaran yang belum aku pahami termasuk ilmu-ilmu dunia yang luar biasa. Hari demi hari, bulan berganti bulan, grandpaa masih menyembunyikan karyanya padaku. Aku tidak terlalu memperdulikaknnya, yang ada dibenakku saat ini, grandpaa yang sudah membuat aku betah disini. “so, ineed to repay his kindness to me. I want to give my best in this school for my gift to him”.

Ujian akhir tahun sudah di depan mata. Aku bertekad untuk membuat grandpaa tersenyum semakin kuat. Semakin banyak buku yang aku baca dari perpustakaan sekolah. Tidak jarang pula aku meminjam buku-buku dari ruangan grandpa. Hampir setiap malam aku ke kamar betty untuk berdiskusi. Suatu ketika, aku tidak sengaja mendengar seseorang terbatuk batuk, arahnya dari ruangan Grandpaa. Segera ku berlari ke arahnya. “Grandpaa are you okay?” tanyaku khawatir.”Yess Alexa, I am okay dont worry, dont think about me, just think for your exam tomorrow!” ujarnya menegaskan. ”Are you sure? You look not healthy”. ”Iam okey Alexa, just go..” pintanya. ”Okeyy take care of your self, grandpaa”.ujarku sembari meninggalkan. Ujian akhir tahun berlangsung selama tiga hari. Selama itu perasaanku tidak bisa tenang. Malam hari setelah ujian akhir tahun berakhir, aku putuskan untuk istirahat diruangan grandpaa. Saat itu grandpaa sedang menyelesaikan proyeknya ”it’s the last step”. Ujarnya sambil tersenyum. Tidak terasa aku tertidur diruangan grandpaa. Entah apa yang dilakukan grandpaa tapi aku merasa ada sesuatu menetes dan membasahi tanganku. Keesokan harinya aku terlambat bangun waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 am. Waktu breakfast sudah lewat. Aku segera menuju kamar dan berganti pakaian. “I dont need to be late! Today is announcement of exam results”pikirku.

Baca Juga:  Wafatnya Ulama Pertanda Gelapnya Agama

Aku segera menuju ke auditorium, all of students have been there. Miss Denada dengan gaya khas memasuki ruangan. ”Good morning students..in this good opportunity I will announce some one of you who will get rewards from school because of her cleverness and she was do the exam succesfully. Please give big aplause to our sister she is…AALLEEXXAA!!!.” semua orang bersorak bahagia. Aku segera ku naik ke atas podium. ”Thanks for the reward that have given to me. I can’t get this without all of you in beside me, and there is someone which is the most take effect in my daily life in this school. for you, I say big thanks!” ujarku penuh semangat. Setelah acara penghargaan selesai. Malam harinya, aku memutuskan memberikan hadiah ini kepada grandapa. Setengah berlari, aku menuju ruangan grandpaa. ”grandpaa…grandpaa sam..where are you? You know I get the reward from school..grandpaa..grandpaa sam..whre are you?? Why dont you answere me??”ujarku ketakutan. Aku melihat ada sebuah barang tertutup kain coklat muda diatasnya terdapat sebuah surat. Aku ambil dan baca surat itu. ”Alexaa, you are remind me to my grandchild. You are a good child, smart, and you have a kind heart like an angel. I want to keep you as long as I can. But I think time is not allow me to do that. Please take care of your self. And please continue my service in this place. I’ll give you all of my thing here. I dont know how long ican be with you..please dont looking for me after you read this letter..you will not find me every where..grandpaa will always love you my little angel”.

Aku diam terpaku setelah membaca surat itu. Rasanya seperti ada seseorang yang ingin mengerjaiku, namun siapa? untuk apa dia melakukan ini?. Aku memandang lagi tulisan tangan itu. Tulisan yang amat sangat aku kenali.  Tidak terasa air mata ini menetes. Rasa sesak didalam dada tak tertahankan lagi. Bagaimana bisa grandpaa pergi begitu saja, bahkan penghargaan ini belum sempat ku berikan padanya, sesalku sambil menangis. Seperti teringat sesuatu, aku mem buka kain coklat muda yang menutupi barang itu. Betapa terkejutnya diriku saat melihat sebuah teleskop besar nan indah. Ada sebuah kertas dengan tulisan tangan yang sama menggantung di ujung teleskop itu. Disitu tertulis “Alexa, my little angel, I give you this telescope for you, when you miss me just point it to the sky  and see it! I’ll be there” Aku mencoba melakukannya, Zonk!!. Tidak ada grandpaa disana. Dia memang hanya ingin menghiburku. Namun aneh, setelah berselang lama ada kedamaian tersendiri saat aku lihat langit malam Gwenellda. Hingga kini hal seperti itu tetap menjadi rutinitas aku sebelum tidur. Yaitu melihat indahnya langit malam Gwenellda, meski sebenarnya harapan untuk bertemu grandpaa masihlah ada. “I miss you so bad grandpaa sam” End.

Penulis merupakan Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post