almuhtada.org – Salah satu sunnah dalam shalat yang sering menjadi perhatian adalah gerakan Raf’ul Yadain, yaitu mengangkat kedua tangan.
Apa itu Raf’ul Yadain?
Mengangkat tangan dalam sholat (raf’ul yadain) adalah salah satu gerakan yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu selama pelaksanaan sholat Secara bahasa, raful yadoin berarti “mengangkat dua tangan”. Secara istilah dalam fikih, mengangkat tangan dalam sholat merujuk pada tindakan mengangkat kedua tangan ke arah telinga atau sejajar dengan bahu ketika membaca takbir dalam beberapa posisi tertentu, seperti saat takbiratul ihram, sebelum ruku, setelah bangkit dari ruku’, dan ketika bangkit dari tasyahud awal.
Dalam gerakan shalat, ini merupakan praktik yang disunnahkan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Swt. dan mengikuti tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Mengutip hadis Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam:
“Dari Nafi’ bahwa Abdullah bin Umar jika memulai shalat, ia bertakbir dan mengangkat kedua tangannya. Jika rukuk, ia mengangkat kedua tangannya. Jika mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah’, ia mengangkat kedua tangannya. Dan jika bangkit dari dua rakaat (tasyahud awal), ia mengangkat kedua tangannya. Ibnu Umar menyandarkan praktik tersebut kepada Nabi Saw.” (HR. Bukhari No. 739 dan HR. Muslim No. 390).
Berdasarkan hadis tersebut, kita dapat membedah empat momen kunci di mana Raf’ul Yadain disunnahkan untuk dilakukan. Memahami posisi ini membantu kita lebih khusyuk dan tertib dalam menapaki setiap gerakan shalat:
Saat Takbiratul Ihram: Ini adalah pintu gerbang shalat. Mengangkat tangan saat memulai shalat bukan hanya gerakan fisik, tetapi simbol untuk membuang segala urusan duniawi di belakang punggung dan berfokus sepenuhnya menghadap Allah Swt.
Saat Hendak Rukuk: Setelah selesai membaca bacaan shalat (Al-Fatihah dan surat pendek), Rasulullah Saw. mengangkat tangan sebelum menundukkan tubuh untuk rukuk.
Saat Bangkit dari Rukuk (I’tidal): Saat menegakkan tubuh dari posisi rukuk menuju berdiri tegak, gerakan ini dilakukan seraya mengucapkan Sami’allahu liman hamidah.
Saat Bangkit dari Tasyahud Awal: Banyak orang mungkin terlupa pada posisi ini. Sesuai hadis di atas, ketika Anda berdiri dari posisi duduk tasyahud awal untuk memulai rakaat
Riwayat dari Nafi’ yang bersumber dari Ibnu Umar RA menegaskan bahwa praktik ini bukanlah sekadar kebiasaan, melainkan sesuatu yang disandarkan langsung kepada Rasulullah Saw. [] Lailia Lutfi Fathin











