almuhtada.org – Di dunia yang berjalan begitu cepat ini, terkadang dalam diri kita muncul pertanyaan sederhana namun mengena, “Apakah kita boleh capek?”
Jawabannya yaitu, boleh. Dan itu merupakan sangat manusiawi jikalau kita merasakan hal demikian.
Seringkali, kita hidup dalam budaya yang selalu memuja yang namanya produktivitas. Kadangkala, kita merasa bangga jikalau kita mampu begadang demi pekerjaan, merasa sangat bersalah jikalau mengambil waktu istirahat, bahkan selalu membandingkan seberapa sibuknya hidul kita dengan orang lain seakan-akan itu ukuran sebuah pencapaian ataupun kesuksesan.
Padahal, tubuh kita punya batas. Begitupun juga dengan pikiran. Ketika rasa lelah datang, itu bukan tanda sebuah kelemahan. Akan tetapi, itu sebuah signal dimana kita harus mengistirahatkan diri sejenak.
Apa salahnya jikalau kita kita istirahat sejenak? Kita tidak akan tertinggal dari orang lain, kok. Setiap orang kan mempunyai proses masing-masing, kan.
Tidak apa-apa kok. Memang terkadang kita selalu menekan diri kita sendiri. Tapi, kalau kalian sepeti itu terus, kalian sendiri yang akan terus merasa capek tiada henti.
Capek itu bukan selalu tentang fisik. Ada kalanya capek itu bisa berupa capek hati, pikiran, dan lain sebagainya.
Boleh capek artinya boleh istirahat. Mengambil jeda bukan berarti kamu kalah atau tidak mampu. Justru, orang yang tahu kapan harus istirahat adalah oeang yang mengenal dirinya sendiri. Kamu tidak harus berlari. Dunia tidak akan runtuh kalau kamu istirahat.
Mungkin, selama ini kamu terlalu keras pada dirimu sendiri. Ingin selau menyenangkan orang lain, tidak mau mengecewakan orang lain, sampai sampai kamu mengabaikan kondisi dirimu sendiri.
Kita boleh capek. Kita berhak lelah. Tapi, kita juga punya hak untuk sembuh, bangkit, dan melanjutkan hidup sesuai dengan versi terbaik dari diri kita masing-masing.
Jadi, kalau kamu hari ini capek, tarik napas pelan, duduklah sebentar. Kamu tidak sendiri. Dan kamu tidak harus kuat setiap saat. []MIRZALUL UMAM











