Lihat lah dirimu: apa kamu masih sayang dengan kisahmu selanjutnya?

lustrasi perjalanan kisahmu yang sebenarnya dimulai. ( Freepik.com - almuhtada.org)
lustrasi perjalanan kisahmu yang sebenarnya dimulai. ( Freepik.com - almuhtada.org)

almuhtada.org – banyak orang-orang yang menyibukkan kehidupannya pada dunianya masing-masing. Dunianya yang hanya sebatas pagi sampai malam, dengan tempat yang terbatas seakan hal yang seharusnya diingat itu malah dilupakan oleh sebagian manusia sendiri. Dari zaman ke zaman banyak perubahan didunia, tapi apakah mereka masih ingat setelah didunia masih ada hal yang harus dijalani?

Manusia terlalu berpikir kritis padahal sudah tertera sumber yang berasal dari sang pencipta. Mereka terlalu melebih-lebihkan hal yang sebenarnya tidak berguna, menyembah berhala, mengaku diri nya sebagai tuhan, menuhani orang biasa, dan lain-lain. Apa yang didapat dari hal itu?  Jawabannya hanya untuk kesenangan duniawi. Mereka berpikir jika dunia adalah tempat terakhir baginya, setelahnya mereka akan masuk surga atau neraka. Kenyataan berbanding terbalik dengan apa yang mereka pikirkan.

Dunia yang mereka tinggali hanyalah rumah awal sebelum berangkat melewati perjalanan panjang. Sebelum keluar rumah untuk acara apapun itu pasti kita perlu persiapan seperti mandi, memilah baju yang cocok, mengisi perut terlebih dahulu, berdandan, mempersiapkan diri membawa beberapa barang yang berguna, dan mulailah dia mengunci pintu rumahnya dan pergi menuju tujuan, itulah gambaran kehidupan manusia sebenarnya.

Sumber dasar yang berasal langsung dari sang pencipta, kita sudah lebih dulu diberi panduan yang sah. Bagaimana cara membekali diri, dan sebagainya tapi tetap saja mereka hanya menggunakan pedoman itu sebagai formalitas tanpa perlu mengimplementasikannya. Ada beberapa orang yang langsung mendengar dari sang utusan Nabi Muhammad Saw., kemudian menjelaskan pada umat selanjutnya agar tidak tersesat dari panduannya.

Baca Juga:  Memperbanyak Bersyukur Dengan Merenungi Nikmat-Nikmat Allah

Mereka itulah para sahabat, tabi’in, ulama, kyai, ustadz yang memiliki ilmu lebih tinggi dari orang awam. Mereka diberi tanggung jawab agar umat muslim bisa mempersiapkan diri untuk perjalanan yang lebih matang. Begitulah dunia, namun bagaimana denganmu dengan banyak nya maksiat yang kamu lakukan, kemudian mencoba bertaubat kemudian, mengulang maksiatnya lagi dan seterusnya. Apa berarti kamu lebih baik dari anak kecil? Dosa mu terus terisi setiap waktu , pahala pun terisi juga jika kamu benar-benar mengamalkan amalan dan ibadah yang disampaikan dari Rasulullah Saw.

Lihatlah dirimu sendiri sebelum melihat orang lain, ibadah mu sudah betul atau belum, ucapan mu itu menyakiti orang lain tidak, emosional mu terjaga atau tidak, hawa nafsu mereka mu terkontrol  atau masih mengikutinya, dan seterusnya. Selama ini bekal yang kau siapakan untuk kisah mu selanjutnya masih menggantung. Melihat orang lain selalu bahagia tanpa rasa cemas sekalipun, dan mulai membandingkan nya dengan dirimu, apa itu pantas?

Fokus lah untuk mempersiapkan dirimu dalam perjalanan selanjutnya, setelah kau meninggalkan dunia mu, kau akan melewati beberapa alam yang tidak mengenakkan, tidak ada tempat coffe, hotel, minimarket, polisi, ataupun masjid. Kamu hanya bisa bergantung pada bekal mu didunia. Kuatkah kamu jika kamu terlalu dalam pada urusanmu didunia? [] Ngafif Fatah Damawan

Related Posts

Latest Post