Sering Melakukan Hal Ini? Terlihat Sepele Tapi Ternyata Bisa Menghilangkan Keberkahan Hidup!

Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan dosa kecil berbohong (Magnific.com - almuhtada.org)

almuhtada.org – Masalah dalam hidup mungkin tidak semuanya datang dalam bentuk musibah besar. Karena terkadang, hidup terlihat baik-baik saja, rezeki masih ada, aktivitas berjalan normal, dan kebutuhan terpenuhi.

Namun di balik itu, hati kita mungkin merasa lelah, hubungan retak, ibadah terasa hambar, dan ketenangan sulit didapatkan. Dalam Islam, kondisi seperti ini sering dikaitkan dengan hilangnya keberkahan.

Keberkahan bukan sekadar banyaknya harta atau panjangnya umur, tapi adanya kebaikan yang terus tumbuh dalam apa yang dimiliki. Sedikit tapi cukup, sederhana tapi menenangkan, itulah salah satu bentuk keberkahan.

Sebaliknya, sesuatu yang terlihat banyak malah mungkin terasa kosong ketika keberkahan mulai hilang. Menariknya, hilangnya keberkahan sering kali bukan disebabkan oleh dosa besar, melainkan kebiasaan kecil yang dianggap sepele.

Salah satu hal kecil yang sering menghilangkan keberkahan adalah meremehkan ucapan. Banyak orang terbiasa berbicara tanpa berpikir, mulai dari berbohong kecil, bergosip, menyindir, atau menyakiti orang lain atas dibalik kata candaan.

Padahal Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

Artinya: “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang tidak dipikirkan dampaknya, lalu karenanya ia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR Muslim no 2988).

Selain lisan, kebiasaan menunda ibadah juga dapat mengurangi keberkahan hidup. Misalnya menunda shalat tanpa alasan yang jelas, malas membaca Al-Qur’an, atau merasa terlalu sibuk sampai lupa berdoa.

Baca Juga:  Inilah Akhlak Mulia yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Pada kondisi ini, aktivitas dunia mungkin tetap berjalan, tapi hati kita terasa sedikit kehilangan arah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman,

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

Artinya: “Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124).

Sempit disini tidak selalu berarti miskin, tapi bisa berupa hilangnya ketenangan dan rasa cukup.

Hal kecil lain yang sering diabaikan adalah kurang bersyukur. Banyak orang fokus pada apa yang belum dimiliki hingga lupa menghargai nikmat yang sudah ada. Padahal rasa syukur bukan hanya ucapan, tapi bisa dianggap sebagai cara memandang hidup.

Ketika kita terus membandingkan diri dengan orang lain, kita akan sulit merasakan keberkahan meski nikmatnya banyak. Allah sendiri menjanjikan dalam firman-Nya,

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).

Keberkahan juga bisa hilang karena hal-hal yang tampak biasa, seperti mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak jujur. Mungkin jumlahnya kecil, mungkin terlihat tidak merugikan siapa pun, tapi tetap saja sesuatu yang bercampur dengan ketidakhalalan sering membawa dampak yang tidak terlihat langsung. Mulai dari hati menjadi gelisah, hubungan tidak harmonis, atau hidup terasa berat tanpa sebab yang jelas.

Selain itu, terlalu sibuk dengan dunia hingga melupakan keluarga dan orang tua juga dapat mengurangi keberkahan hidup. Dalam banyak ajaran Islam, ridha orang tua memiliki hubungan erat dengan kelapangan hidup dan ketenangan batin.

Baca Juga:  Mencegah Cyberbullying melalui Nilai-Nilai Pendidikan Islam

Kadang seseorang mengejar rezeki ke mana-mana, tapi lupa menjaga sikap kepada mereka yang justru menjadi sebab datangnya keberkahan.

Dan hal terpenting yang membuat hal-hal kecil ini berbahaya adalah karena hal ini dilakukan berulang-ulang. Dosa besar biasanya membuat orang sadar dan takut, sedangkan kebiasaan kecil sering dianggap normal. Padahal, sesuatu yang terus diulang itu akan membentuk arah hidup seseorang.

Pada intinya, keberkahan hidup itu bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tapi tentang bagaimana kita menjalaninya. Bisa jadi yang perlu diperbaiki bukan jumlah rezeki, melainkan cara berbicara, cara bersikap, dan cara menjaga hubungan dengan Allah serta sesama manusia.

Karena itu, penulis ingin mengajak untuk sama-sama mengingat bahwa menjaga keberkahan itu bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga lisan, menyegerakan ibadah, berlaku jujur, bersyukur, dan tidak meremehkan kebaikan sederhana. [] Abian Hilmi

Related Posts

Latest Post