Satu Nikmat Terbesar dari Allah yang Sering Kita Lupakan

Anak Muslim dan Muslimah sedang Bermain Bersama (Sumber: Magnific.com)

almuhtada.org – Ketika berbicara tentang nikmat, kebanyakan dari kita akan langsung teringat pada kesehatan, keluarga yang harmonis, pendidikan yang baik, atau rezeki yang cukup. Memang benar, semua itu adalah karunia besar yang patut disyukuri. Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak harta demi mendapatkan kembali kesehatannya. Tidak sedikit pula yang bekerja keras siang dan malam demi memperoleh rezeki yang lebih baik.

Di antara sekian banyaknya nikmat yang Allah anugerahkan, ada satu nikmat yang sering kali luput dari perhatian kita. Nikmat itu begitu dekat, begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terkadang kita menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, nikmat tersebut adalah nikmat terbesar yang dapat mengantarkan manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu nikmat iman dan Islam.

Coba kita renungkan sejenak. Apakah kita pernah memilih untuk lahir sebagai seorang muslim? Apakah kita pernah menentukan sendiri keluarga, lingkungan, atau tempat kelahiran kita? Tentu tidak. Semua itu adalah ketetapan Allah. Maka ketika Allah menakdirkan kita lahir dan tumbuh dalam lingkungan yang mengenalkan Islam, mengajarkan salat, memperdengarkan lantunan Al-Qur’an, dan mengenalkan kita kepada Rasulullah ﷺ, itu adalah karunia yang luar biasa besar.

Allah berfirman:

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًا

Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat dengan Rasyid Ridho dan Pembaharuanya dalam Islam

Dalam ayat ini, Allah menyebut Islam sebagai bagian dari nikmat-Nya yang telah disempurnakan. Hal ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan Islam dibandingkan nikmat-nikmat lainnya. Sebab kesehatan, harta, dan berbagai kesenangan dunia hanya dapat dinikmati selama hidup di dunia. Adapun Islam dan iman menjadi bekal yang akan menemani manusia hingga akhirat.

Banyak orang diberi kesehatan, tetapi tidak mengenal Allah. Banyak orang memiliki kekayaan melimpah, tetapi hidupnya jauh dari petunjuk-Nya. Sebaliknya, seorang Muslim yang memiliki iman akan selalu memiliki arah hidup yang jelas. Ia mengetahui untuk apa dirinya diciptakan, kepada siapa ia harus bergantung, dan ke mana ia akan kembali setelah kematian.

Sayangnya, karena telah terbiasa dengan nikmat Islam sejak kecil, kita sering kali lupa untuk mensyukurinya. Kita lebih mudah mengeluh ketika kehilangan sebagian harta daripada merenungkan betapa besarnya karunia dapat mengucapkan syahadat, menunaikan salat, membaca Al-Qur’an, dan mengenal ajaran yang benar. Semoga setelah ini, kita lebih pandai dan banyak bersyukur akan nikmat iman dan Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga hidayah-Nya kepada kita. Aamiin

Penulis: Nathasya Putri Ratu

 

Related Posts

Latest Post