Sabtu (13/06/2026) Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada menggelar Adamar Anagata yang bertajuk “Mengabdi dengan Aksi, Menebar Kebaikan dengan Edukasi.” Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.30 – 10.00 WIB di Panti Asuhan Asalufuna yang bertempat di Jl. Jedung Raya, Nongkosawit, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang.
Adamar Anagata merupakan salah satu program kerja dari Kementerian Pengembangan dan Pengabdian. Diadakannya kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada kepada masyarakat. Kegiatan kali ini ditujukan kepada anak-anak di panti asuhan Asalufuna, yang dihadiri oleh sebanyak 22 anak.

Kegiatan dibuka oleh Siti Alawiya dan Khoirul Umam, Mahasantri angkatan 8 selaku pembawa acara. Kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Quran sekaligus pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin oleh Ghazi Ubaidilah, Mahasantri angkatan 8.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Hanum Salsabila selaku wakil Presiden Mahasantri. Dalam sambutanya, Hanum menyampaikan bahwa, hadirnya mahasantri Al-Muhtada ke Asalafuna adalah untuk menjalin silaturahmi dan berbagi kebaikan serta kebermanfaatan. Hanum juga menyampaikan bahwa sejatinya manusia yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Sambutan yang kedua disampaikan oleh Bapak Busri Khoirul Anwar selaku pengasuh Panti Asuhan Asalafuna. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih dan semoga apa yang diberikan dapat bermanfaat serta membawa keberkahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan donasi yang diwakili oleh Muhammad Ikhsanudin selaku presiden Mahasantri. Donasi yang diberikan berupa beras sebanyak 15 kg, pakaian, dan uang tunai yang terkumpul melalui open donasi. Melalui donasi ini harapannya dapat memberikan manfaat dan keberkahan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima.

Setelah donasi diserahkan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Bullying yang disampaikan oleh Muhammad Ikhsanudin, Mahasantri angkatan 6 dan Isna wahyu Mahasantri angkatan 7.
Penyampaian materi diawali dengan penayangan video mengenai Bullying. Dalam penyampaiannya, Ikhsan dan Isna menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan penindasan atau intimidasi terhadap seseorang yang dianggap lebih lemah, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun sosial. Bullying dapat terjadi karena berbagai faktor, baik dari sisi korban maupun pelaku, seperti perbedaan fisik, rasa iri, masalah pribadi, atau kurangnya kontrol emosi. Bullying dapat menimbulkan dampak buruk, seperti gangguan kesehatan mental dan fisik, penurunan prestasi akademik, serta kesulitan bersosialisasi.
Ikhsan dan Isna juga menjelaskan bullying dapat diatasi dengan meningkatkan keberanian untuk melapor, membantu korban, serta membangun kerja sama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
Pada sesi ini, Ikhsan dan Isna menyampaikan materi secara interaktif, keduanya memberikan pertanyaan kepada peserta dan memberikan reward kepada peserta yang berani menjawabnya.
Usai penyampaian materi, Isna dan Ikhsan mengajak peserta untuk menulis harapan ke depanya di kertas origami, yang kemudian dibuat menjadi bentuk love.

Acara dilanjutkan dengan games berupa tebak gaya yang dilakukan secara berkelompok. Masing-masing kelompok beranggota 6 anak. Setiap anggota memeragakan gaya berdasarkan kalimat yang diberikan oleh panitia, kemudian satu anggota terakhir menebak jawabannya. Peserta bermain game dengan antusias sekali. Dari 6 kelompok, 2 kelompok pemenangnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa, dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah makan bersama, dilanjutkan dengan sesi pemberian hadiah games tadi dan penyampaian pesan kesan.

Lutfi, salah satu anak panti menyampaikan bahwa kegiatannya seru, menyenangkan, kakak-kakak panitianya juga baik dan asik. Ia juga berpesan semoga kakak panitia diberikan kelancaran dan kesuksesan.
Melalui kegiatan ini harapannya dapat memberikan dampak yang luar biasa kepada anak-anak panti Asuhan Asalafuna. Siti Alawiya, selaku wakil ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan Adamar Anagata ini memberikan pengalaman yang sangat berarti. Kegiatan ini juga bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga menjadi momen untuk belajar lebih dalam mengenai kepedulian sosial dan rasa empati terhadap sesama.
Siti Alawiya juga menyampaikan kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga membawa kebahagiaan dan semangat bagi adik-adik di sana. Harapannya untuk ke depan semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat.
Penulis: Nayla Syarifa











