Syumuliatul Islam: Mencapai Kesempurnaan dalam Agama

Kesempurnaan islam menjadi sebuah agama
Gambar ilustrasi kesempurnaan islam menjadi sebuah agama (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Islam adalah agama satu-satunya yang Allah ridhoi, agama yang penuh kesempurnaan dan keagungan.

Islam mengatur seluruh kehidupan pemeluknya di segala aspek, tak terkecuali aspek sosial, politik, budaya, ekonomi dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari juga diatur dalam Islam, dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali, tak terkecuali hal remeh sekalipun seperti makan dan minum pun telah diatur dalam agama Islam.

Sungguh kita sebagai umat Islam harus bangga dan bersyukur lahir dari orang tua yang beragama Islam, karena tak semua orang dapat merasakan hal tersebut.

Kesempurnaan Islam ini disebut dengan istilah Syumuliatul Islam, berasal dari bahasa Arab yakni Syamil yang artinya meliputi, melingkupi, menyempurnakan.

Namun secara Istilah Syumuliatul Islam berarti kesempurnaan Islam mencakup semuanya secara menyeluruh, artinya ajarannya mencakup seluruh dimensi kehidupan.

Syumuliatul Islam terbagi dalam beberapa hal, yakni :

  1. Syumuliatul Zaman

Agama Islam tidak hanya berlaku di zaman atau waktu tertentu saja, namun berlaku hingga sepanjang zaman bahkan hingga hari kiamat kelak.

Berbeda dengan ajaran agama lain yang mana setiap waktu memiliki perbedaan, perubahan maupun penambahan, sehingga kemurnian ajarannya tidak berlaku lagi.

  1. Syumuliatul Minhaj

Kesempurnaan sebagai pedoman hidup. Sebaik-baikn pedoman hidup manusia adalah agama Islam yang tertuang dalam syari’at baik yang tertulis dalam Al-Qur’an maupun Assunah.

Baca Juga:  Fakta Menarik Mengenai Daun Menurut Pandangan Islam

Islam adalah agama yang menuntut umatnya agar senantiasa berada di jalan yang lurus guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat.

  1. Syumuliatul Makan

Islam adalah agama yang tidak terbatas di tempat atau lokasi tertentu, walaupun Islam turun di Jazirah Arab tetapi peruntukannya bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia, tak terbatas oleh batasan-batasan geografi.

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 3 yang berbunyi :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …”

Bahkan Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla terbesar yang diberikan kepada umat ini, tatkala Allah menyempurnakan agama mereka.

Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin.

Sehingga, tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali. [] Hanum Salsabila

Baca Juga:  Cara Makan dan Minummu Sudah Benar Belum? Ini Etika Makan dan Minum dalam Islam yang Perlu Kamu Tahu!

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post