Oleh : Nikmatul Karimah Berteman dengan rintisan hujan dan kenangan Kusiapkan selembar kertas putih nan bersih Pena yang terselip di jariku pun mulai lincah bergerak Bergerak mengikuti apa yang ada di benak Ingin sekali kuungkapkan Sebuah rasa terimakasih pada guruku Namun… sungguh jari ini lemah Untuk merangkai kata menjadi puisi yang indah Sebenarnya bukan aku tak bisa membuat puisi Bukan aku tak paham tentang personifikasi Bukan tak pandai menyoal hiperbola Dan bukan pula aku tak mengerti apa itu metafora Aku hanya merasa tak pantas Merasa tak sopan Membalas beribu bahkan berjuta ilmu yang diberikannya Membalas samudera kasih sayangnya...
Read moreOleh Gema Aditya Mahendra Selalu terbayang oleh saya mengenai bagaimana jika saya memutuskan untuk berhenti kuliah. Gambaran bayangan ini muncul...
Read moreOleh : Rayyan Alkhair Utilitarian adalah salah satu etika atau kebiasaan yang mana sebuah hal dipandang baik manakala ia mendatangkan kebermanfaatan atau kemaslahatan...
Read moreOleh: Mohamad Agus Setiono Seseorang pasti memulai perjalanan hidup dari nol. Tidak semua demikian, ada juga mereka yang sudah ditakdirkan...
Read moreOleh: Moh. Aminudin Saat ini, kita sedang dihadapkan dengan pandemi Covid-19, yang mana tidak kunjung reda bahkan semakin hari semakin...
Read moreOleh : Azkia Shofani Aulia Bumi sedang sakit Manusia harus bangkit Bumi perlu membaik Manusia bantu bumi membaik Bumi memburuk,...
Read moreOleh: Wihda Ikvina Anfaul Umat Tidak ada yang setegar hujan Ia jatuh berkali-kali, namun tetap datang lagi Bukan karena tidak belajar Tapi dia tau, bahwa kesedihan hanyalah sebuah fase dalam kehidupan Tiada yang setabah hujan Ia tak dipandang Tapi menyimpan banyak kenangan Menyamarkan banyak rasa kehilangan Tak ada yang seindah hujan Setiap tetesnya adalah perjuangan dari Evaporasi air Berujung kondensasi awan Kemudian terhempas bersamaan...
Read moreOleh : Tia Rosalita 75 tahun sudah Indonesi merdeka Teringat peristiwa perjuangan dan pengorbanan Bagimana santri, ulama dan para pahlawan Berjuang dan berijtihad meraih kemerdekaan Hai pemuda Hai para santri Indonesia Kita adalah tunas bangsa Kita tumbuh dengan teguh Pemuda dan santri adalah harapan Harapan majunya islam di zaman edan Santri adalah cahaya iman Mari bersama membangun indonesia yang tentram dan aman Santri bukan mereka yang mondok saja Tapi mereka yang mengalir darah merah putih di tubuhnya Mereka yang berakhlak mulia seperti santri Itu adalah santri...
Read moreOleh: Khikmatul Laili Desiyani Sebentar lagi kita akan menyambut tanggal 28 Oktober dan memperingatinya sebagai hari sumpah pemuda. Sumpah pemuda sendiri merupakan salah...
Read moreGang Kenanga No. 1 Sekaran Gunungpati Kota Semarang 50229
Telp: 087814501978
Email: pesantren.almuhtada@gmail.com
Dapatkan update berita dan tulisan pilihan dengan cara bergabung di Grup Telegram “Almuhtada Online”.
Copyright @ 2023 Almuhtada.org. All right reserved