Jangan Langsung Duduk! Ada Sunnah Istimewa Saat Memasuki Masjid

Ilustrasi muslim melaksanakan salat tahiyatul masjid (Pixabay.com-almuhtada.org)

almuhtada.org – Pernahkah kamu masuk masjid lalu langsung duduk sambil menunggu azan, membuka ponsel, atau sekadar melepas lelah? Padahal ada satu sunnah sederhana yang sering terlupakan, tetapi memiliki keutamaan besar di sisi Allah, yaitu Salat Tahiyatul Masjid.

Salat sunah Tahiyatul Masjid dapat diartikan sebagai salat sunnah dalam rangka menghormati masjid. Dilakukan ketika seseorang memasuki masjid dan hendak berdiam diri di dalamnya

Kesunnahan salat Tahiyatul Masjid berdasarkan hadis Rasulullah yang berbunyi:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِس

Artinya, “Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka hendaklah ia mengerjakan salat dua rakaat sebelum ia duduk” (HR. Abu Qatadah)

Dalil yang lain juga bisa ditemukan dalam beberapa teks hadits Rasulullah tentang anjuran shalat tersebut, di antaranya, Rasulullah ﷺ bersabda:

دَخَلَ رَجُلٌ يَوْم الجُمُعةِ والنّبيُّ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم يخطُبُ فَقَالَ أَصَلّيْتَ؟ قالَ لَا قالَ قُمْ فَصَلِّ ركْعَتَيْن

Artinya, “Seorang laki-laki pada hari Jumat masuk (masjid) ketika Nabi Muhammad ﷺ sedang melakukan khutbah. Maka Rasulullah bertanya, ‘Apakah engkau sudah shalat?’ Ia menjawab, ‘Belum’. Rasulullah bersabda, ‘Berdirilah, kemudian shalatlah dua rakaat” (HR Al-Bukhari).

Mengapa Salat Tahiyatul Masjid Begitu Istimewa?

Sebab dua rakaat tersebut memiliki banyak hikmah dan kutamaan diantaranya

  1. Bentuk Penghormatan kepada Allah

Tahiyatul Masjid berarti “penghormatan terhadap masjid”. Namun sejatinya, penghormatan itu ditujukan kepada Allah sebagai Pemilik rumah tersebut. Para ulama mengibaratkan seperti seseorang yang memasuki rumah orang lain; tentu ia akan memberi salam kepada pemilik rumah, bukan kepada dindingnya. Salat ini menjadi tanda bahwa seorang Muslim tidak memasuki masjid dengan hati yang lalai, tetapi dengan kesadaran dan adab.

  1. Menjadi Pembuka Ketenangan Hati
Baca Juga:  Masjid Pertama yang Dihancurkan atas Perintah Rasulullah SAW pada Sejarah Agama Islam, Bagaimana Kisahnya?

Masjid adalah tempat menenangkan jiwa. Ketika seseorang langsung melaksanakan salat dua rakaat sebelum duduk, ia sedang mengistirahatkan pikirannya dari hiruk-pikuk dunia. Di era sekarang, saat hidup terasa begitu cepat dan penuh distraksi, Tahiyatul Masjid bisa menjadi metode pendekatan sederhana. Hanya beberapa menit, tetapi mampu membuat hati lebih tenang dan fokus kepada Allah.

  1. Menambal Kekurangan Salat Wajib

Salat sunnah memiliki peran besar dalam menyempurnakan kekurangan pada salat fardhu. Kelak, ketika amal dihisab, amalan sunnah dapat menjadi penutup kekurangan ibadah wajib seorang hamba. Karena itu, jangan remehkan dua rakaat yang terlihat sederhana ini. Bisa jadi, justru amalan kecil itulah yang menjadi penyelamat kita di akhirat.

  1. Menghapus Doa dan Mengangkat Derajat

Dalam setiap sujud terdapat kemuliaan. Semakin banyak seorang hamba bersujud kepada Allah, semakin besar pula peluang dihapuskan dosanya dan diangkat derajatnya. Tahiyatul Masjid menjadi salah satu cara mudah memperbanyak sujud dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Salat Tahiyatul Masjid mengajarkan bahwa setiap langkah menuju masjid seharusnya membawa hati menjadi lebih tunduk dan lebih dasar kepada-Nya. Mari kita biasakan melaksanakan salat sunnah dua rakat ini sehingga menambah keberkahan hidup kita.

Penulis: Kharitzma Nuril Qolbi

Related Posts

Latest Post