almuhtada.org – Benarkah laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam cara berpikir? Logika laki-laki dan perasaan perempuan? Mari kita bahas!
Laki-laki Mengutamakan Logika
Adapun sosok laki-laki identik dengan sifat dasar mereka sebagaimana dijelaskan oleh para psikolog dan ahli sifat manusia, yaitu mengutamakan logika.
Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya memang diciptakan agar kelak bisa menjadi pemimpin. Minimal menjadi pemimpin dalam rumah tangganya. Allah Ta’ala berfirman:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian dari yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS.An Nisa’: 34)
Allah telah membagi bahwa laki-laki lebih dominan logika, ini bertujuan agar para laki-laki siap menghadapi kerasnya dunia luar untuk memutar otak dalam memimpin, bekerja dan mencari nafkah.
Perempuan Mengutamakan Perasaan
Sedangkan perempuan memang Allah ciptakan lebih dominan perasaannya. Perasaan tersebut Allah ciptakan dominan agar kuat menahannya ketika mengandung dan melahirkan, serta merawat anak-anak.
Kadang-kadang akalnya tertutup memang, tapi dominasi perasaan ini agar mereka mendapatkan kekuatan dengan izin Allah untuk merawat anak-anak mereka.
Perbedaan cara berpikir yang terbagi dalam 4 kategori pada kehidupan sehari-hari, sebagai berikut.
1.Kemampuan berkomunikasi dan berpikir dengan logika
Majalah Laman Stanford Medicine menyebutkan bahwa ukuran otak laki-laki yang lebih besar dari perempuan bukanlah penyebab dari perbedaan cara berpikir keduanya.
Perbedaan cara berpikir keduanya disebabkan oleh ukuran lobus parietal inferior pada otak laki-laki yang lebih besar. Bagian otak ini berkaitan dengan kemampuan berpikir secara logistik.
Materi abu-abu pada lobus laki-laki yang lebih besar dibandingkan materi putih juga membuat mereka kurang peka terhadap perasaan dan emosi.
Sementara itu, dominasi materi putih dalam otak perempuan membuat mereka lebih unggul dalam kemampuan berbahasa. Pasalnya, materi putih ini bertugas dalam mengolah informasi yang diterima otak.
2. Faktor sosial
Stereotipe atau penilaian masyarakat yang berbeda pada perempuan dan laki-laki juga memiliki peran besar dalam membentuk pemikiran keduanya.
Terlebih lagi stereotipe tersebut sudah ada sejak kecil, tepat saat cara berpikir seseorang mulai terbentuk.
Perlakuan berbeda yang didapat antara lelaki dan perempuan dari lingkungannya juga akan berpengaruh dalam pembentukan cara berpikir.
Namun, itu juga berarti bahwa dua orang dengan jenis kelamin yang sama tetapi tumbuh dalam lingkungan yang berbeda bisa memiliki cara berpikir yang berbeda pula.
3. Hormon Susunan
Sebuah penelitian dalam jurnal Acta Psychologica Menyebutkan bahwa estradiol, salah satu jenis hormon estrogen yang lebih banyak ditemukan pada perempuan, dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam berkomunikasi.
Sementara itu, keberadaan hormon androgen pada laki-laki diyakini mempengaruhi mereka dalam mengembangkan kemampuan spasial atau ruang.
Alasan inilah yang membuat laki-laki cenderung suka melakukan desain mekanis.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaan susunan hormon pada perempuan dan laki-laki dapat mempengaruhi cara mereka berperilaku sehari-hari
4. Cara Mengambil Keputusan
Dalam mengambil keputusan, laki-laki cenderung mengambil secara ekstrem atau terburu-buru. Hal ini mungkin dikarenakan pemikiran mereka lebih praktis sehingga hanya menilai apa yang mereka hadapi
Sementara itu, perempuan lebih sering mengambil keputusan yang diketahui membutuhkan lebih banyak waktu untuk membuat keputusan. Bukan karena alasan emosional, ini karena mereka akan memikirkan berbagai konsekuensi dari keputusan yang akan dilakukan.
Segalanya penciptaan atas izin Allah Swt. Diciptakan dengan berpasang-pasangan; baik-buruk, ganteng-cantik, logika-perasaan. Semua itu bukan tanpa alasan sebagai ketidakadilan.
Namun, suatu pembelajaran dari banyak sudut pandang sehingga membuat Anda tambah bersyukur dan bertaqwa kepada Allah SWT. [ ] Bening Hilmia.











