Ternyata Ada yang Lebih Penting Dari Menjadi Diri Sendiri

ilustrasi seorang pemuda yang sedang merenung ditepi jendela(Generate Ai-almuhtada.org)
ilustrasi seorang pemuda yang sedang merenung ditepi jendela(Generate Ai-almuhtada.org)

almuhtada.org – Banyak dari kita tumbuh dengan satu prinsip yang terdengar sederhana dan sangat familiar ditengah masyarakat dan juga sangat diyakini yaitu. “Yang penting jadi diri sendiri.” Kita berusaha tampil apa adanya, mengikuti kata hati, dan menjalani hidup dengan gaya kita sendiri. Tapi pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya “Apakah menjadi diri sendiri sudah lebih dari cukup?”

Ternyata ada yang lebih penting daripada itu, yakni menjadi hamba yang Allah mau. Apa yang Allah larang kita jauhi. Apa yang Allah halalkan kita nikmati. Hidup itu bukan hanya tentang kenyamanan diri saja tapi tentang ketaatan kepada Sang Pencipta. Kadang, kita terlalu sibuk mengejar versi ideal menurut manusia, sampai lupa bahwa ada versi yang jauh lebih baik yakni versi yang Allah ridhai.

Coba ingat kembali masa-masa ketika kita merasa hidup terasa berat dan capek. Sudah berusaha keras, tapi hasil tak kunjung datang. Sudah berdoa, tapi tak kunjung dijawab. Lalu muncul pertanyaan dalam hati, “Kenapa semuanya begitu terasa sia-sia?” Mungkin saat itu kita mulai menyadari, selama ini kita terlalu fokus pada keinginan pribadi dan lupa menyesuaikannya dengan kehendak Allah.

Di saat itulah banyak orang mulai tersentuh. Hati yang tadinya sibuk mencari validasi dunia, perlahan-lahan mulai menoleh ke arah yang lebih tinggi. Belajar menerima bahwa tidak semua yang kita mau adalah yang terbaik. Belajar mengatur langkah sesuai yang Allah kehendaki. Belajar bahwa menjadi hamba yang taat jauh lebih menenangkan daripada sekadar menjadi diri sendiri.

Baca Juga:  Dampak Dopamin Gratis dari Media Sosial pada Pola Belajar Siswa di Indonesia

Menjadi hamba yang Allah mau bukan berarti kehilangan kebebasan. Justru di situlah kita menemukan makna hidup yang sesungguhnya. Ada kedamaian dalam taat, ada kekuatan dalam berserah, dan ada keteguhan dalam berjalan sesuai aturan-Nya. Hidup ini bukan hanya soal siapa diri kita di mata manusia, tapi siapa kita di hadapan Allah. [Miftahudin]

Editor : Juliana Setefani Usaini

 

Related Posts

Latest Post