Almuhtada.org – Asia Academic Integrated School Inc. (AAIS) merupakan sebuah institusi pendidikan yang didirikan pada tahun 2012 dan berlokasi di Pasig City. Institusi ini tercatat sebagai satu-satunya Islamic integrated school yang mendapat pengakuan resmi dari Department of Education (DepEd) di seluruh National Capital Region (NCR).
AAIS berada di bawah naungan Human Foundation for Social and Educational Development (HFSED), sebuah yayasan yang juga mengelola program beasiswa bagi siswa yatim piatu melalui pemberian bantuan pendidikan penuh.
Pendekatan pendidikan AAIS bersifat integratif, yakni memadukan nilai-nilai dan ajaran Islam ke dalam seluruh mata pelajaran kurikulum DepEd, disertai pengajaran Bahasa Arab dan Pendidikan Nilai-Nilai Islam (Islamic Values Education) sebagai bagian resmi dari kurikulumnya.
Sejarah dan Perkembangan
Sejak tahun pertama berdirinya, AAIS menunjukkan pertumbuhan yang konsisten baik dari sisi jumlah peserta didik maupun pengembangan program akademik. Pada Tahun Ajaran 2013–2014, siswanya berjumlah 165 peserta didik dari jenjang Kinder hingga Grade 6. Sekolah ini memperoleh izin penyelenggaraan lengkap untuk program prasekolah hingga pendidikan dasar.
Memasuki tahun keempat, sekolah ini mulai membuka jenjang Junior High School dan menerapkan pemisahan kelas berdasarkan gender untuk Grade 5 hingga Grade 9. Pada periode yang sama, tiga organisasi siswa resmi dibentuk, diantarnya: Girl Scouts of the Philippines (GSP), Boy Scouts of the Philippines (BSP), dan Supreme Student Government (SSG).
Pada tahun ajaran 2018–2019, dengan total 411 siswa dan 52 tenaga pendidik dan kependidikan, AAIS memperoleh Government Recognition dari DepEd. Program Senior High School pun resmi dibuka dengan strand General Academic Strand (GAS) sebagai penawaran awal.
Seiring berjalannya waktu, program Senior High School terus diperluas. DepEd memberikan izin tambahan untuk strand ABM (Accountancy, Business and Management) dan HUMSS (Humanities and Social Sciences), yang kemudian disusul dengan strand STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), sehingga AAIS kini menawarkan seluruh strand di bawah Academic Track.
Keunikan dalam Konteks Negara Sekuler
Filipina merupakan negara dengan mayoritas penduduk Katolik dan secara konstitusional menganut prinsip pemisahan antara negara dan agama. Dalam konteks tersebut, keberadaan AAIS memiliki makna yang melampaui fungsi kelembagaan biasa.
AAIS dianggap hadir sebagai pemenuh kebutuhan pendidikan komunitas Muslim dengan cara memadukan iman Islam ke dalam seluruh area pembelajaran bukan sebagai mata pelajaran yang terpisah, melainkan sebagai landasan dari keseluruhan proses pendidikan. Hal ini menjadikan AAIS berbeda dari madrasah tradisional yang umumnya kurang menekankan kurikulum akademik formal, sekaligus berbeda dari sekolah umum yang tidak mengakomodasi identitas keislaman siswa.
AAIS memiliki VISI untuk menjadi institusi pembelajaran global yang memadukan nilai-nilai Islam dengan warisan budaya Filipina pada setiap peserta didiknya sebuah pendekatan yang tidak memisahkan identitas keagamaan dari identitas kebangsaan, melainkan menjadikan keduanya saling menguatkan.
Dengan lebih dari satu dekade perjalanan, AAIS telah membuktikan bahwa pendidikan Islam yang terstandarisasi secara akademik dapat tumbuh dan diakui secara resmi di tengah sistem pendidikan sebuah negara sekuler. Keberadaannya menjadi referensi penting bagi komunitas Muslim di Metro Manila dalam upaya mempertahankan identitas keislaman generasi muda tanpa mengorbankan kualitas pendidikan formal.[]Dani Hasan Ahmad











