Sayap Kehidupan: Mengurai Filosofi Kupu-Kupu dalam Perjuangan, Kesabaran, dan Keindahan

Ilustrasi Gambar Metamorfosis Kupu - Kupu (Pixabay.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Siapa disini yang tidak mengenal kupu-kupu? Dijamin pasti semua orang pasti mengenal serangga cantik tersebut. Kupu-kupu termasuk dalam ordo lepidoptera. Lepidoptera berasal dari bahasa yunani, yaitu ‘lepis’ yang berarti sisik dan ‘pteron’ yang berarti sayap. Yang berarti kupu-kupu merupakan serangga bersayap sisik.

Serangga yang umumnya hidup dengan menghisap nektar ini merupakan salah satu dari hewan diurnal. Hewan diurnal merupakan hewan yang aktif pada siang hari dan tidak aktif pada malam hari.

Pada umumnya, hewan yang dikenal sebagai serangga penyerbuk ini hidup di daerah yang mempunyai kelembapan yang tinggi, seperti lokasi-lokasi yang berada di sekitar sungai yang jernih, hutan, area perkebunan, area pertanian, padang rumput, pekarangan rumah, dan lain sebagainya.

Hewan yang terkenal dengan keindahan corak sayapnya ini erat sekali hubungannya dengan ekosistem sekitar dan manusia. Senada dengan keindahan coraknya yang begitu bernilai, ternyata kupu-kupu ini mempunyai banyak sekali hal yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup yang berharga dan tak ternilai tentunya.

Berikut merupakan beberapa hal yang bisa dijadikan filosofi hidup dari kupu-kupu.

  1. Makna perjuangan

Seperti yang kita tau, bahwasanya kupu-kupu ini mempunyai metamorfosis yang sempurna. Metamorfosis sempurna merupakan metamorfosis yang dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami perubahan, mulai dari bentuk tubuh, penampilan, serta perilaku.

Proses metamorfosis yang luar biasa dari kupu-kupu inilah yang bisa kita teladani. Proses dan durasi yang tidak sebentar dari yang semula telur menjadi kupu-kupu yang cantik.

Baca Juga:  Belajar dari Kelemahan Manusia: Sadari Ketidaksempurnaan Cari Perbaikan

Untuk menjadi fase tersebut, banyak hal yang harus dilalui, mulai dari waktu hingga perjuangan. Bayangkan saja, ketika masih menjadi pupa atau kepompong, mereka harus menghabiskan waktu sekitar 2-5 minggu tergantung dari spesiesnya.

Selama fase tersebut banyak sekali tantangan yang harus dilalui. Mulai dari cuaca, angin, hujan, hingha segala hal yang membuat mereka gagal tumbuh menjadi kupu-kupu. Hal inilah yang sebenarnya bisa manusia ambil untuk dijadikan sebagai teladan.

Kita sebagai muslim harus senantiasa memahami dan menghargai segala proses yang ada. Untuk menjadi luar biasa layaknya kupu-kupu diperlukan proses dan perjuangan yang luar biasa pula. Akan tetapi, dengan proses itulah kita akan semakin tumbuh nan dewasa.

  1. Makna kesabaran

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwasanya proses untuk menjadi kupu-kupu tidaklah memakan waktu yang sebentar.

Bahkan ada jenis kupu-kupu yang memakan waktu hingga 3 tahun dalam proses perkembangannya. Belum lagi ketika dalam fase pupa atau kepompong yang harus rela berpuasa selama berminggu-minggu untuk menjadi kupu-kupu yang cantik.

Dari statement di atas, kupu-kupu memberikan pelajaran mengenai kesabaran. Sebagai seorang muslim, kita harus mampu bersabar dalam berproses.

Akan tetapi, dalam berproses banyak sekali tantangan yang menghadang. Hadapilah semua tantangan tersebut dengan rasa sabar. Karena sejatinya bersabar menjadi bagian yang penting untuk mencapai sebuah kesuksesan.

  1. Makna perubahan

Siapa sangka jikalau kupu-kupu yang begitu menawan dulunya merupakan seekor ulat yang begitu mengerikan. Seperti yang kita ketahui bahwasanya kupu-kupu bermetamorfosis sempurna yang dimulai dari telur, larva (ulat), pupa (kepompong), hingga kupu-kupu.

Baca Juga:  Tanggung Jawab: Prinsip yang Harus Dijunjung oleh Seorang Kontraktor

Hal inilah yang bisa kita jadikan sebagai teladan, dimana sebagai seorang muslim kita harus mempunyai dedikasi yang tinggi untuk membuat perubahan yang positif. Untuk mencapai perubahan pastinya banyak sekali step atau tahapan yang harus dilalui.

Akan tetapi, dengan dedikasi yang tinggi perubahan itu bisa tercapai. Ingat, bahwasanya tanpa adanya perubahan, maka tidak akan ada peningkatan yang alami dalam diri maupun lingkungan.

  1. Makna kebebasan dan kepuasan

Kupu-kupu merupakan serangga yang dikaruniai sayap yang indah. Dengan sayap tersebut, kupu-kupu bisa bebas terbang menapaki bunga-bunga tanpa beban sedikitpun. Melalui hal inilah, kupu-kupu menjadi simbol kebebasan.

Hal ini tentunya juga bisa diambil sebagai teladan, bahwasanya sebagai seorang muslim kita harus menjalani segala sesuatu tanpa beban dan harus tanpa paksaan dari luar. Jalanilah segala sesuatu dengan penuh kesenangan. Karena jikalau kita senang akan suatu hal, maka hasilnya juga akan memuaskan.

  1. Makna keindahan

Serangga ini menjadi salah satu serangga yang dikenal dengan keindahan sayapnya. Serangga yang satu ini mempunyai banyak sekali motif yang dipenuhi dengan keindahan. Dengan keindahan inilah, kupu-kupu ini mampu menarik perhatian dari manusia saat melihatnya.

Tidak heran bahwasanya kupu-kupu ini dijadikan sebagai lambang akan keindahan. Hal ini jugalah yang harus kita teladani sebagai seorang muslim untuk senanriasa menjaga dan merawat diri serta lingkungan sekitar agar senantiasa tetap terjaga dan dipenuhi dengan keindahan.

Baca Juga:  Madu Kehidupan: Mengintip Filosofi Lebah dalam Perspektif Islam

Itulah beberapa makna filosofis dari hewan penyerbuk tersebut. Semoga kita sebagai seorang muslim mampu meneladai segala hal yang ada dan mampu mengimplementasikannya dalam keseharian kita.

Wallohua’lab bisshowab. [] Mirzalul Umam

Editor : Moh. Aminudin

Related Posts

Latest Post