Madu Kehidupan: Mengintip Filosofi Lebah dalam Perspektif Islam

Filosofi Lebah Menurut Islam
Gambar Ilustrasi Filosofi Lebah Menurut Islam (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Siapa disini yang tidak mengenal lebah? Lebah merupakan salah satu serangga yang erat dengan kehidupan manusia. Hewan yang dikenal sebagai serangga penyerbuk utama ini berasal dari ordo hymenoptera.

Serangga bersayap selaput ini juga berasal dari famili Apoidae dan memiliki sekitar 20.000 spesies yang ditemukan di berbagai wilayah.

Serangga ini termasuk kedalam golongan serangga sosial. Dimana serangga tersebut seringkali berinteraksi antar sesamanya ketika menjalankan aktivitasnya.

Serangga ini biasanya banyak ditemukan di lingkungan alami maupun lingkungan peliharaan. Akan tetapi, lebah lebih suka hidup di daerah perhutanan, padang rumput, kebun buah, dan lain sebagainya.

Lebah ini juga termasuk serangga yang mempunyai keistimewaan yang banyak. Saking istimewanya, sampai-sampai Allah mengabadikan sebagai salah satu nama surah dalam Al-Quran, yaitu An-Nahl.

Tidak hanya sampai disitu, lebah juga menjadi hewan filosofis yang tentunya juga disebutkan secara tersirat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Baihaqi berikut

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasanya “Manusia mukmin adalah laksana lebah madu. Jika dia makan, hanya memakan makanan yang baik, jika mengeluarkan sesuatu adalah sesuatu yang baik pula dan bila hinggap di atas ranting pohon tidak mematahkannya dan merusaknya.” (H.R. Ahmad, No: 18121, Hakim, No: 8566, Baihaqi, No: 5765)

Dari hadist tersebut, bahwasanya terdapat beberapa filosofi yang tentunya dapat kita ambil sebagai orang muslim, diantaranya

  1. Selektif dalam memilih dan memakan makanan
Baca Juga:  Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Kehidupan Sosial

Hadis diatas menyebutkan bahwasanya lebah hanya akan memakan sesuatu yang baik. Hal ini tentu saja bisa kita teladani dalam hal memilih makanan.

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita juga harus mampu memakan makanan yang halal dan baik. Layaknya lebah, kita harus selektif memakan apa saja yang nantinya akan masuk dalam tubuh kita.

Walaupun hal tersebut bersifat syubhat (tidak jelas asal usulnya). Kita juga harus mampu menghindari hal syubhat tersebut.

Hal yang syubhat aja kita harus hindari, apalagi yang haram. Sesuatu yang bersifat haram tentunya harus kita tinggalkan. Jikalau kita memakan sesuatu yang haram dan tidak baik, pastinya akan membawa kemadhorotan tersendiri bagi kita tentunya.

So, selektiflah dalam memilih makanan karena sejatinya, makanan yang kalian makan akan menjadi tenaga bagi diri kalian untuk melakukan sesuatu.

  1. Tinggalkan sesuatu yang baik

Lebah pasti meninggalkan sesuatu yang baik, yaitu berupa madu. Madu merupakan hal yang mempunyai banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan.

Sebagai seorang muslim, tentunya kita harus bisa berbuat demikian. Kita harus memberikan manfaat dimanapun kita menginjakkan kaki. Jangan malah merusak dan membuat kekacauan yang nantinya dapat memberikan rekam jejak yang tidak baik.

  1. Tidak berbuat kerusakan

Dimanapun lebah hinggap, serangga yang satu ini tidak akan membuat kerusakan dan meninggalkan kerusakan.  Hal ini bisa terlihat dimana sarang yang mereka buat, baik di pepohonan maupun atap rumah, tidak ada satupun yang dibuat rusak olehnya.

Baca Juga:  Sayap Kehidupan: Mengurai Filosofi Kupu-Kupu dalam Perjuangan, Kesabaran, dan Keindahan

Sebagai seorang mukmin tentunya kita harus mampu berbuat demikian, yaitu janganlah berbuat kerusakan terhadap sekitar.

Jagalah semua hal yang ada disekitar kalian. Rawatlah dengan penuh kasih sayang agar bisa membuahkan keberkahan untuk kalian.

Itulah beberapa filosofi dari lebah. Semoga kita mampu mengambil tauladan dan kebermanfaatan akan hal tersebut. [] Mirzalul Umam

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post