Wajib Diketahui! Salah Satu Kunci Meraih Kesuksesan di Dunia dan Akhirat bagi Seorang Anak

Ilustrasi keluarga yang harmonis (almuhtada.org-freepik.com)
Ilustrasi keluarga yang harmonis (almuhtada.org-freepik.com)

almuhtada.org – Mungkin sebagian besar dari kita pernah mendengar ungkapan “surga berada di bawah telapak kaki ibu”. Ungkapan tersebut bukanlah ungkapan biasa, melainkan ungkapan tersebut berasal dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir. Hadist tersebut berbunyi:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Artinya: “Wahai Rasulullah! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allah Azza wa Jalla) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.” (H.R. At-Thabrani: Al-Mu’jamur Kabir (2/289))

Hadits di atas menunjukkan bahwa kedua orang tua, terutama Ibu merupakan sosok yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan anaknya, baik di kehidupan dunia, maupun di kehidupan akhirat. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa membersamai orang tua di masa senjanya jauh lebih penting dibandingkan dengan berjihad di jalan Allah Swt. Hal tersebut ditunjukkan dalam hadits di atas ketika sahabat rasul ingin berpartisipasi dalam jihad di jalan Allah Swt., namun Rasulullah Saw. memerintahkan sahabat tersebut untuk tetap bersama dengan Ibunya.

Berdasarkan penjelasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa kunci kesuksesan seorang anak, baik di dunia maupun di akhirat adalah berbakti kepada kedua orang tua. Hadits di atas hanya salah satu dari sekian banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Selain itu, Rasullullah saw. juga menjelaskan dalam suatu hadits bahwa seorang anak yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup di masa tuanya, namun ia tidak masuk ke dalam surga, maka ia termasuk orang yang celaka. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits tersebut berbunyi:

Baca Juga:  Pentingnya Ridho Orang Tua : Kunci Kesuksesan dan Keberkahan

رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ

Artinya: “Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!” lalu beliau ditanya: “Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya).” (H.R. Muslim)

Selain itu, berbakti kepada kedua orang tua juga menjadi kunci kesuksesan utama seorang anak di kehidupan seorang anak. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad. Hadits tersebut berbunyi:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ،قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezkinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambug silaturrahim (kekerabatan).” (H.R. Ahmad)

Hadits di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua dapat memperpanjang umur seseorang, serta mempermudah seseorang dalam mencari rezeki. Selain itu, masih banyak keutamaan lain dari berbakti kepada kedua orang tua yang termuat dalam hadits lainnya. Dengan membaca artikel ini, diharapkan pembaca dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk sepenuhnya berbakti kepada kedua orang tua.

Baca Juga:  Keutamaan Mendengarkan Murrotal QS Al-Baqarah di Rumah: Berkah, Kedamaian, dan Perlindungan

Cukup sekian artikel yang dapat saya tulis. Saya memohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan dan kesalahan dalam artikel yang saya tulis. Semoga artikel ini dapat menyadarkan kita untuk senantiasa berbakti serta berbuat baik kepada kedua orang tua. [Muhammad Khoirul Anwar]

Editor : Juliana Setefani Usaini

Related Posts

Latest Post