Almuhtada.org – Tidak semua proses perjalanan seorang penuntut ilmu terlihat oleh orang lain.
Dan itu adalah suatu kepastian.
Di balik setiap wajah yang tampak biasa saja ketika berada di ruang kelas, di balik setiap senyuman yang selalu terlihat tenang, terkadang ada hati yang mungkin sangat lelah atau bahkan tertekan dalam menghadapi hiruk pikuk dunia pendidikan.
Ada yang setiap hari memikirkan biaya kuliah di semester depan, ada yang diam-diam merasa salah jurusan, ada yang setiap harinya capek karna harus bagi waktu untuk kerja dan kuliah, bahkan ada yang sedang berjuang melawan rasa ingin menyerah.
Namun hebatnya, mereka tetap datang untuk belajar dan tetap mencoba bertahan meski terkadang dunianya tidak baik-baik saja.
Menuntut ilmu memang tidak selalu berjalan indah seperti yang kita dibayangkan.
Tidak semua orang memiliki jalan yang mudah.
Ada yang harus menahan lapar demi membeli sebuah buku, ada yang harus menempuh perjalanan jauh untuk sebuah ilmu, ada yang belajar sambil menanggung tekanan keluarga, dan bahkan ada pula yang sering menangis sendirian karena merasa tertinggal dari orang lain.
Terkadang seseorang yang terlihat malas atau diam di dalam kelas, bukan benar ia malas atau tak mampu.
Mungkin dunianya sedang berisik.
Mungkin ia sedang lelah dengan hidupnya.
Tetapi karena tidak semua perjuangan atau luka bisa diceritakan, maka pada akhirnya banyak orang yang hanya melihat hasil tanpa memahami proses yang dijalani.
Atau bahkan parahnya, seseorang bisa saja menghakimi tanpa mau mengerti.
Dalam Islam, perjalanan menuntut ilmu adalah sebuah jalan yang mulia.
Rasulullah pernah bersabda bahwa: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (H.R. Muslim)
Hadist di atas menunjukkan bahwa setiap langkah dalam mencari ilmu memiliki nilai yang besar disisi Allah.
Bahkan rasa lelah, kesabaran, dan perjuangan yang mungkin tak pernah terlihat atau dihargai manusia tetap tercatat sebagai amal kebaikan disisi-Nya.
Terkadang, ujian terbesar dalam menuntut ilmu bukan hanya tentang sulitnya menempuh sebuah pembelajaran.
Tapi juga tentang bertahan ketika kita mulai kehilangan semangat.
Ada orang yang mungkin sebenarnya tidak mampu, namun terlalu lelah dalam menghadapi keadaan.
Allah subhanahu wataala berfirman:
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5)
Ayat tersebut bukan hanya penghibur belaka, tetapi merupakan janji dari Allah bahwa setiap kesulitan tidak akan berlangsung selamanya.
Akan selalu ada hal indah ketika sudah waktunya.
Mungkin hari ini tidak ada yang benar-benar memahami perjuanganmu.
Tidak ada yang tahu seberapa banyak doa yang kamu panjatkan diam-diam.
Tidak ada yang tahu seberapa banyak air mata yang kamu keluarkan.
Tidak ada yang tahu seberapa keras kamu mencoba untuk bertahan.
Namun dibalik itu, Allah tahu semuanya.
Dan itu sudah sangat lebih dari cukup ketika kita yakin pada-Nya.
Wallahu a’lam bissawab.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah, untuk senantiasa bertahan di setiap ujian yang menghampiri kita. Aamiiin. [] Rosi Daruniah.











