Almuhtada.org-Membaca alquran merupakan suatu ibadah yang disunnahkan bagi para muslim. Membaca alquran terkadang memang dilakukan karena untuk mengisi waktu luang ataupun memang menjadi sebuah kegiatan inti yang dilakukan.
Terkadang kita sebagai manusia memiliki hawa nafsu yang membuat kita malas ataupun merasa hanya kuat melakukan ibadah pada rentang waktu atau banyak tertentu.
Bahkan saat membaca laquran pun seringnya seperti itu. Ada orang yang memiiki patokan hari ini saya membaca segini lembar, ada juga yang membaca sampai jam segini, dan ada juga yang membaca ditarget sampai pada tema bacaan pada alqurannya.
Sebenarnya yang paling utama dalam menghentikan bacaan alquran adalah ketika kita berhenti tepat setelah suatu tema selesai sehingga tidak memotong suatu pembahasan hingga selesai.
Tetapi, karena tidak semua orang indonesia paham dengan bahasa arab dan tidak semua alquran di indonesia yang menunjukkan batas tema dari suatu bahasan di alquran maka kita dapat memilih antara banyaknya waktu atau banyaknya lembar?
Saat kita memilih batasnya adalah waktu maka kita dapat membaca dengan tenang dan tidak harus membaca cepat-cepat membaca karena durasi yang digunakan kan sama. Bahkan terkadang kita merasa nanggung karena bacaannya berhenti di pertengahan halaman sehingga kita dapat menambah-nambah terus bacaan.
Jika kita menggunakan batas halaman maka hanya sampai halaman tersebut karena jarang sekali kita akan melirik waktu ketika selesai membaca Al-Quran dengan target halaman. Ketika menggunakan target halaman pun kita kadang membaca dengan terlalu buru-buru supaya semakin cepat.
Ketika membaca dengan cepat maka kita tidak dapat mengtadaburi ayat sedang kita baca dan tidak menyadari kesalahan bacaan yang dilakukan. Sehingga kurang baik untuk dilakukan ketika membaca Al-Quran dengan sendirian.
Membaca Al-Quran merupakan salah satu kegiatan yang menenangkan jika dibaca dengan tartil dan tidak terburu-buru mencapai target halaman. Saat melakukannnya kita juga dapat melihat koreksi bacaan sendiri dengan melihat mushaf langsung.
Walaupun terkadang orang merasa sudah memiliki hafalan ataupun merasa sudah lancar sehingga dapat membaca dengan cepat, maka kita juga perlu menyadari bahwa ada saja kemungkinan kita melakukan kesalahan tanpa disadari.
Jadi, walau sudah sebaik apapun bacaan kita, tetap memerlukan membaca Al-Quran dengan mushaf supaya dapat mengoreksi bacaan dan dapat memahami dengan tenang karena tidak terganggu karena memikirkan lanjutan dari ayatnya. Selain itu, kita akan mendapatkan pahala lebih karena melihat mushaf secara langsung.
Imam Suyuthi’ berpendapat berdasarkan redaksi hadis yang dikemukakan oleh al-Thabari dalam al-Kabir no. 601 dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman no. 2218, yaitu hadis marfu’ yang diriwayatkan oleh Awus al-Tsiqafi:
“قِرَاءَةُ الرَّجُلِ فِي غَيرِ المُصْحَفِ أَلْفَ دَرَجَةٍ، وَقِرَائَتُهُ فِي اْلمُصْحَفِ تُضَاعَفُ أَلْفَيْ دَرَجَةٍ.”
“Bacaan seseorang di luar mushaf Al-Qur’an (sambil dihafal) akan memperoleh seribu derajat, sedang bacaan seseorang sambil melihat mushaf akan dilipatkan menjadi dua ribu derajat” (Al-Suyuthi, Al-Itqan, Al-Risalah, hal. 229).
Sekian sedikit pembahasan mengenai membaca Al-Quran sendirian pakai target waktu atau target halaman? Walaupun begitu, membaca Al-Quran dengan target halaman tetaplah baik dan semua kegiatan membaca AL-Quran baik dengan membaca mamupun dengan menghafal pun tetaplah sangat baik walaupun sudah ada rekomendasi seperti di atas. Wallahua’lam. []Shofiyatul Afiyah











