Anak Putus Sekolah, Masalah Kita Bersama

Oleh: Fafi Masiroh

Pendidikan memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup seseorang bahkan suatu bangsa. Seperti yang telah kita ketahui, dengan adanya pendidikan manusia akan lebih mengetahui banyak hal, lebih bijak dalam menimbang baik buruknya sesuatu mengingat karena manusia sendiri telah dikaruniai akal oleh Sang Pencipta sebagai makhluk yang paling baik di antara seluruh ciptaan Yang Maha Kuasa. Dengan karunia terbesar yaitu akal tersebut, manusia diharapkan mampu menjaga dan memelihara serta mengelola bumi dengan sebaik mungkin. Sehingga dibutuhkannya pendidikan sebagai bekal bagi manusia agar memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas guna melaksanakan tugas tersebut. Hal tersebut yang menyebabkan manusia untuk dijadikan sebagai objek dalam pendidikan, karena memang pendidikan memiliki peranan penting bagi manusia. Dalam suatu bangsa sendiri, pendidikan memiliki peranan yang penting.

Adanya pendidikan mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk lebih berpikir kritis dan mampu untuk turut serta menganalisis permasalahan suatu bangsa dan memberikan solusi terbaik berdasarkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman mereka. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa di Indonesia sendiri tingkat pendidikannya tergolong masih rendah sehingga Indonesia masih menjadi sebagai negara berkembang dan membutuhkan usaha besar untuk menjadi negara maju khususnya di bidang pendidikan. Begitu banyak permasalahan dalam hal pendidikan di Indonesia, salah satu di antaranya yaitu kasus putus sekolah Anak Indonesia yang sangat tinggi. Tingginya angka putus sekolah anak indonesia sebenarnya dilatarbelakangi oleh banyak hal, di antaranya yaitu sebagai berikut:

a. Ekonomi

Tidak dapat dipungkiri tingginya kemiskinan di Indonesia sangat mempengaruhi keberlangsungan pendidikan di Indonesia. Tidak sedikit orang tua yang memiliki latar belakang ekonomi rendah memilih untuk memutuskan sekolah anaknya karena  terkendala biaya. Alhasil anak anak kehilangan kesempatan untuk berada di bangku sekolah, dan justru turut serta bekerja bersama orang tua mereka.

b. Rendahnya Kualitas dan Kuantitas Pendidikan

Meskipun pemerintah telah mencanangkan program wajib sekolah 9 tahun, akan tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan kerana kurangnya sarana dan prasarana dari pemerintah. Bahkan di beberapa daerah masih kesulitan untuk menemukan lembaga pendidikan, serta tidak ada transportasi yang memadai untuk menuju ke sekolah. Sehingga hal tersebut menurunkan minat dan semangat anak anak untuk ke sekolah karena sulit untuk dijangkau.

c. Rendahnya Minat Masyarakat 

Rendahnya latar belakang lingkungan sajgat memengaruhi minat anak untuk sekolah. Seperti yang telah diketaui, bahwa budaya di masyarakat terkait kesadaran pentingnya di pendidikan sangat rendah. Mereka menganggap bahwa sukses hanya sekedar untuk mendapatkan uang, dan uang bisa didapatkan tanpa pendidikan yang tinggi. Hal tersebut yang mendorong masyarakat untuk memutuskan anaknya lebih baik ikut serta bekerja untuk menambah penghasilan mereka.

Jika melihat beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah di Indonesia, maka harus ada langkah untuk segera mengatasi permasalahan tersebut. Tentu dalam hal ini tidak hanya satu pihak saja yang bertanggung jawab dalam masalah tersebut, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pendidik, orang tua serta masyarakat harus saling berkolaborasi dan adanya kerja sama antar sesama pihak tersebut sehingga dapat menemukan solusi sebaik mungkin. Akan tetapi, jika dilihat dari sudut pandang sebagai tenaga pendidik yang memiliki peran penting dalam membimbing anak didiknya maka hal hal berikut perlu dilakukan untuk mencegah, mengurangi serta mengatasi anak yang putus sekolah.

  1. Mengadakan Program Sosialisasi Guru, Orang Tua dan Masyarakat

Langkah awal yang seharusnya dilakukan bagi guru sebagai pembimbing siswa di  sekolah yaitu meyakinkan kepada para orang tua dan masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak mereka. Melalui sosialisasi, masyarakat, orang tua serta guru dapat saling berbagi ceita terkait kendala apa saja dalam pendidikan anaknya sehingga dapat ditemukan solusi bersama. Melalui sosialisasi pula, kesempatan bagi guru untuk memperkenalkan peluang besar yang akan didapatkan anaknya dengan pendidikan yang mereka tempuh. Dengan tingginya kesadaran terhadap pentingnya pendidikan maka akan memudahkan bagi guru untuk mengambil langkah selanjutnya dalam meningkatkan pendidikan siswanya. Sehingga dari langkah awal ini, seluruh guru, orang tua dan masyarakat mampu saling memahami untuk sama sama bekerja sama mewujudkan pendidikan bagi anaknya.

  1. Membantu Siswa dalam Menemukan Dana Alternatif 

Secara realisitis memang pendidikan di zaman sekarang membutuhkan dana yang cukup besar, terlebih jika melihat sarana dan prasarana yang memadai. Mengingat hal tersebut, sebagai guru jika melihat siswahya putus sekolah karena hal demikian yaitu terkendala biaya maka membantu siswa untuk menemukan dana alternatif dapat dijadikan sebagai solusi. Dewasa ini, sudah cukup banyak lembaga pemerinta ataupun swasta yang menyediakan beasiswa ataupun dana bantuan bagi pelajar. Guru dapat memberikan informasi terbaru terkait hal tersebut, jkia perlu turut membantu siswa dalam mendapatkan dana tersebut mulai dari persyaratan memberikan bimbingan serta motivasi dan kemauan tinggi bagi siswanya untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan.

  1. Evaluasi Metode dan Media Pembelajaran 

Setelah menemukan kendala dan solusi bagi siswa, orang tua dan masyarakat dalam pendidikan, guru juga perlu melakukan evaluasi diri karena tidak menutup kemungkinan putus sekolahnya siswa karena turunnya minat mereka juga bisa dipengaruhi guru yang tidak memberikan pembelajaran efektif. Oleh karena itu, seluruh guru bahkan lembaga pendidikan sendiri harus melakukan evaluasi metode dan media pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan. Langkah ini juga diperlukan bantuan pemerintah sebagai pembuat peraturan dan tujuan dari pendidikan. Sehingga terdapat keselarasan langkah bagi seluruh guru, lembaga pendidikan dan pemeritah dalam rahgka memberikah pendidikan yang selayaknya bagi siswa. Termasuk bagi siswa yang memiliki kebutuhan khusus pun perlu untuk ditindaklanjuti dan diberi perhatian lebih karena semua anak memiliki keterbatasan da kemampua masing masing.

Kasus anak yang putus sekolah termasuk masalah serius yang kini mulai dianggap abai, padahal pendidikan berperan penting bagi siswa baik ketika ia masih sebagai pelajar ataupun sebagai orang tua kelak. Karena itu, kesadaran yang tinggi tentang arti pentingnya pendidikan harus selalu digencarkan dan guru sebagai tenaga pendidik dan pembimbing siswa harus selalu membersamai langkah siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berperikemanusiaan.

Penulis adalah Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *