Renungan untuk Perempuan: Sekolah Tinggi-Tinggi Lalu Jadi Apa?!!

“Ilustrasi seorang perempuan yang merenungkan masa depannya. (Gemini.AI - almuhtada.org).”

almuhtada.org -“Buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi? Toh ujung-ujungnya di dapur juga.” Kalimat seperti ini tentu pernah kita dengar, bahkan mungkin sering. Pasalnya tidak sedikit juga perempuan yang mulai mempertanyakan tujuan pendidikannya sendiri.

Setelah bertahun-tahun belajar, mengerjakan tugas, menyusun penelitian, hingga meraih gelar di hari kemudian, terkadang muncul juga pertanyaan sederhana tapi sukses membuat para perempuan terusik.

“Sekolah tinggi-tinggi lalu jadi apa?”

Jika ukuran pendidikan adalah sebuah pekerjaan, atau mungkin tingginya jabatan, atau bahkan besarnya gaji, mungkin pertanyaan tersebut tak lazim untuk di takar.

Karena kenyataannya, tidak semua lulusan perguruan tinggi dapat membuat orang sukses menurut ukuran dunia.

Ada yang tetap kesulitan mencari pekerjaan, ada yang tetap memilih menjadi ibu rumah tangga, dan bahkan ada pula yang mengabdikan dirinya dalam bidang yang tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya.

Dari sudut pandang tersebut , sekolah tinggi memang tampak tidak terlalu penting. Namun, benarkah demikian?

Masalahnya bukan pada pendidikan yang tidak penting, melainkan pada cara pandang ketika kita memaknai pendidikan itu sendiri. Banyak orang menganggap sekolah hanya sebagai jalan menuju pekerjaan.

Akibatnya, ketika gelar tidak langsung menghasilkan sebuah karier yang sejalan dengan yang ditempuh, maka pendidikan tersebut dianggap sia-sia.

Padahal dalam Islam, tujuan menuntut ilmu itu jelas. Yakni, bukan sekadar mencari penghasilan, bukan sekadar mencari jabatan. Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bersabda:

Baca Juga:  Resensi Buku Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib Oleh Alda G Munadhiroh

“Menuuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah).”

Ketika kita memperhatikan hadist ini, tentu seharusnya kita sadar bahwa tidak ada hukum yang membedakan antara laki-laki dan perempuan untuk menimba sebuah ilmu.

Islam memandang ilmu sebagai kebutuhan setiap manusia. Karena dengan ilmu seseorang dapat mengenal Allah lebih dekat lagi. Karena dengan ilmu manusia dapat mengetahui agamanya lebih dekat lagi. Karena dengan ilmu manusia dapat menjalani kehidupannya lebih baik lagi.

Sejarah Islam juga mencatat banyak perempuan berilmu memberikan manfaat besar bagi umat. Salah satunya adalah Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Beliau bukan hanya istri seorang rasul, tapi juga seorang ulama’ yang menjadi rujukan para sahabat dalam berbagai persoalan agama. dari beliau, ribuan hadist diriwayatkan melalui beliau dan menjadi sumber hingga saat ini.

Hal ini menunjukkan bahwa perempuan yang berilmu memiliki peran yang sangat besar dalam turut serta membangun masyarakat.

Lalu bagaimana jika akhirnya seorang perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga? Justeru, di sinilah letak pentingnya pendidikan. Karena menjadi seorang ibu bukanlah pekerjaan yang kecil.

Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari lisannya anak belajar berbicara, dari sikapnya anak belajar ahklak, dan dari ilmunya anak dapat belajar memahami dunia.

Sering kali kita lupa, bahwa di balik seorang anak yang hebat, tentu ada proses pendidikan panjang yang diberikan oleh orang tua yang mengasuhnya, tak terkecuali seorang ibu rumah tangga yang senantiasa mengurus anaknya.

Baca Juga:  Pentingnya Memaknai Iman Secara Utuh dan Bukan Hanya Sekedar Dogma

Maka pendidikan perempuan tidak boleh dianggap semata-mata sebagai alat untuk mendapatkan pekerjaan.

Pendidikan adalah bekal untuk mengambil sebuah keputusan, alat untuk mendidik generasi, memahami agama dengan benar, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Allah subhanahu wataala berfirman;

“Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar)

Ayat ini menegaskan kemuliaan ilmu. Bukan karena ilmu membuat seseorang lebih tinggi dari orang lain, tetapi karena ilmu membuat seseorang lebih mampu menjalankan amanah kehidupannya.

Jadi, sekolah tinggi bukanlah tentang mengejar gelar semata. Bukan juga pembuktian kepada orang lain. Lebih dari itu. Pendidikan adalah tentang mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat

Wallahu a’lam bissawab.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah untuk senantiasa mencintai ilmu untuk diberi kesempatan untuk menimba ilmu hingga liang lahat. Aamiiin. [] Rosi Daruniah.

Related Posts

Latest Post