almuhtada.org – Pernahkah kalian merasakan perasaan hampa atau tidak bersemangat saat menjalani aktivitas sehari-hari? Kalian tidak tahu persis apa yang menyebabkan hal tersebut? Jika pernah, mungkin saat itu kalian sedang mengalami languishing.
Penasaran? Yuk simak! Istilah languishing pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog bernama Corey Keyes pada tahun 2002.
Memahami Languishing Secara Mendalam
Languishing dalam Islam dipandang sebagai penyakit hati atau stagnasi iman atau mental saat seseorang merasa hampa, kehilangan arah, dan apatis, bukan berat tapi “hidup tanpa semangat”. Islam memandangnya sebagai ujian atau tanda hati yang menjauh dari Allah akibat terlalu mengejar duniawi.
Tanda languishing pada setiap orang bisa berbeda-beda, tetapi umumnya, orang yang mengalami languishing akan merasakan gelisah, hampa, terjebak, menarik diri dari orang lain, sulit fokus saat mengerjakan kegiatan sehari-hari, tidak bersemangat menjalani kehidupan, serta kurang motivasi dan minat untuk melakukan hal-hal yang biasanya disukai. Languishing seringkali bersumber dari hati yang tidak tenang, terjebak dalam rutinitas tanpa makna, atau fokus berlebih pada duniawi sehingga kehilangan orientasi akhirat.
Rasulullah SAW memperingatkan
مَنْ أَصْبَحَ وَالدُّنْيَا أَكْبَرُ هَمِّهِ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ، وَأَلْزَمَ اللَّهُ قَلْبَهُ أَرْبَعَ خِصَالٍ: هَمًّا لَا يَنْقَطِعُ عَنْهُ أَبَدًا، وَشُغْلًا لَا يَتَفَرَّغُ مِنْهُ أَبَدًا، وَفَقْرًا لَا يَبْلُغُ غِنَاهُ أَبَدًا، وَأَمَلًا لَا يَبْلُغُ مُنْتَهَاهُ أَبَدًا
Artinya: “Barang siapa bangun pagi dan dunia menjadi keinginan terbesarnya, maka ia tidak mendapatkan apapun dari Allah. Dan Allah menanamkan empat penyakit dalam dirinya: (1) kebingungan yang tidak pernah putus, (2) kesibukan yang tidak pernah selesai, (3) kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi, dan (4) khayalan yang tidak pernah berujung.” (HR Ath-Thabrani)
Cara Mengatasi Languishing
- Bersabar dan bersyukur : Menyadari dan mengakui perasaan yang muncul
Saat kamu merasakan berbagai tanda languishing seperti di atas, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah dengan menyadari dan mengakui perasaan hampa, namun tegar melaluinya dengan sabar dan shalat. Allah berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mencari jalan keluar yang efektif dari hal-hal yang membuatmu mengalami languishing.
- Melakukan Aktivitas Produktif (Flow) dan Mempelajari Keterampilan Baru
Islam mendorong umatnya untuk produktif. Mencari keasyikan dalam amal shaleh atau hobi yang bermanfaat (kondisi flow) supaya bisa mengusir rasa hampa. Dengan banyaknya aktivitas produktif yang kita lakukan akan membuat kita berkembang, menjauhkan dari pikiran overthinking dan perasaan hampa digantikan dengan perasaan yang positif.
Salah satu fase dalam kehidupan yang rentan menyebabkan languishing adalah saat seseorang meninggalkan rumah (empty nest syndrome), misalnya saat ia akan berkuliah, merantau, atau menikah.
Nah, saat mengalami hal ini, mencoba dan mempelajari keterampilan baru juga bisa dijadikan cara untuk mengatasi languishing, karena hal tersebut bisa membantumu meningkatkan fokus dan motivasi. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah merasakan berbagai emosi yang positif.
- Sering Menghadiri Majelis Ilmu
Selain berpahala dan bertemu banyak teman, seseorang akan memperoleh nasihat yang meneduhkan dari ustadz atau ustadzah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hasilnya, hati akan merasa sakinah (ketenangan).
Nabi Muhammad Saw. bersabda:
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (Muslim, No. 2699)
Languishing adalah sinyal untuk melakukan recharge iman dan menata ulang tujuan hidup agar kembali berorientasi pada ridha Allah SWT. Languishing bukan tanda bahwa kita lemah, tetapi isyarat bahwa hati sedang lelah. Ia datang bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk mengingatkan bahwa ada yang perlu diperbaiki dalam hubungan kita dengan Allah. [ ] Bening Hilmia











