5 Makam Ulama Besar di Kota Semarang yang Dijadikan Wisata Religi, Siapa Saja?

Wisata Religi di Makam Habib Toha bin Yahya (Mbah Depok)
Wisata Religi di Makam Habib Toha bin Yahya (Mbah Depok) (Dok. Pribadi - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Kota Semarang tidak hanya terkenal sebagai kota metropolitan yang memiliki banyak tempat wisata modern dan kuliner lezat. Kota ini juga memiliki sejarah peradaban Islam.

Salah satu bukti nyatanya yaitu dengan adanya keberadaan makam-makam ulama besar yang menjadi tempat ziarah dan wisata religi bagi masyarakat setempat maupun wisatawan.

Berikut ini adalah lima makam ulama besar di Kota Semarang yang dijadikan wisata religi yang diambil dari beberapa sumber.

  1. Makam Kyai Sholeh Darat

Kyai Sholeh Darat adalah ulama besar yang lahir di Semarang pada tahun 1820 M. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pengarang kitab tafsir Faidhir Rahman. Ia juga merupakan guru dari ulama-ulama terkenal seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan KH Bisri Syansuri.

Makam Kyai Sholeh Darat berada di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota, Semarang. Makam ini direnovasi pada tahun 2023 oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata religi.

  1. Makam Habib Toha bin Yahya (Mbah Depok)

Habib Toha bin Yahya, yang akrab dikenal sebagai Mbah Depok, adalah seorang tokoh agama Islam yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Semarang. Beliau juga dikenal sebagai kakek dari seorang ulama terkemuka, yaitu Habib Luthfi bin Yahya.

Makam Mbah Depok terletak di Jalan Depok, Kembangsari, Kota Semarang, dan menjadi tempat ziarah bagi masyarakat setempat. Setelah direnovasi, makam ini tampil dengan arsitektur bangunan khas Timur Tengah, mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah, Saudi Arabia. Di sekitar area makam, terdapat sumur keramat yang dipercaya memiliki berbagai khasiat dan diyakini memiliki karomah.

  1. Makam Syekh Jumadil Kubro
Baca Juga:  Syekh Izzuddin bin Abdissalam: Sulthonul Ulama yang Gigih dalam Menuntut Ilmu

Syekh Jumadil Kubro adalah seorang ulama yang memiliki karomah cukup besar dan dikenal sebagai punjer dari Walisongo yang menyebarkan Islam di Jawa. Beliau lahir pada tahun 1349 M di kota Samarkhand, dekat kota Bukhoro, wilayah Negara Azarbaijan.

Nama lahir beliau Husain Jamaluddin Akbar. Beliau wafat pada 15 Muharram 857 H/1465 M dan dimakamkan di desa Troloyo Mojokerto. Syekh Jumadil Kubro merupakan generasi pertama Walisongo dan keturunan Rasulullah SAW, pada nasab ke-17 dari Sayyidina Husein.

Syekh Jumadil Kubro juga dikenal karena keteladanan akhlaknya, dakwahnya yang berhasil, dan peranannya dalam menyebarkan Islam di Jawa, terutama pada masa Kerajaan Majapahit.

Makam Syekh Jumadil Kubro terletak di Jalan Arteri Yos Sudarso nomor 1 Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk Kota Semarang.

  1. Makam Syarifah Fatimah

Syarifah Fathimah adalah ulama perempuan yang berasal dari Yaman dan keturunan Rasulullah. Masyarakat meyakini bahwa beliau adalah wali Allah yang memiliki berbagai karomah, termasuk kemampuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Makam Syarifah Fatimah terletak di Kompleks Masjid Jami Pekojan, Jalan Petolongan 1, Kota Semarang. Syarifah Fatimah binti Sayyid Husain bin Ahmad Al-Idrus adalah Wali Perempuan di Pekodjan Semarang. Dalam nisan kuburanya tercatat wafat tanggal 5 Jumadil Akhir. Makam Syarifah Fatimah selalu ramai peziarah dan menjadi tempat ziarah bagi masyarakat.

  1. Makam Ki Ageng Pandanaran

Ki Ageng Pandanaran adalah tokoh pendiri Kota Semarang yang memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di wilayah tersebut. Beliau adalah Bupati Semarang pertama yang diangkat oleh Sultan Demak Bintara.

Baca Juga:  Kisah Ulama Bani Israil: Ibadah 70 Tahun Tapi Masuk Neraka

Ki Ageng Pandanaran juga dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki kesaktian dan karomah. Selain itu, Ki Ageng Pandanaran juga dikenal sebagai sosok yang memberikan nama “Semarang” pada wilayah tersebut.

Konon, beliau melihat pohon asem (asam) yang tumbuhnya jarang, namun subur. Melihat keanehan tersebut, beliau langsung memberikan nama “Semarang”. Makam Ki Ageng Pandanaran terletak di Jalan Mugas Dalam II, Nomor 04, RT 07/RW 03, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Itulah lima makam ulama besar di Kota Semarang yang dijadikan wisata religi. Selain mengenal sejarah dan kiprah para ulama tersebut, kita juga bisa mengambil hikmah dan teladan dari mereka dalam menjalankan ajaran Islam.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai sumber referensi sebagai salah satu tujuan wisata religi bagi kalian ketika berkunjung ke Kota Semarang. [] M. Akiyasul Azkiya

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post