Perbaikilah Sholatmu, Maka Allah Sempurnakan Hidupmu

Menyempurnakan sholat untuk hidup yang sempurna
Gambar ilustrasi menyempurnakan sholat untuk hidup yang sempurna (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Hidup yang sempurna adalah kehidupan yang terdapat Allah di setiap detik waktu yang kita lalui. Karena Allah-lah satu-satunya tempat kembali dan tempat berharap yang terbaik daripada kepada makhluk-makhluk Allah.

Alasan dari hal tersebut sudah jelas. Allah Dzat Yang Maha Sempurna yang membimbing kita dalam kehidupan ini salah satunya dengan mengirim sebuah Rasul yang memberikan suri tauladan yang baik kepada umat manuisa. Seperti halnya dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 21 yang artinya sebagai berikut.

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap [rahmat] Allah dan [kedatangan] hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah,”(QS. Al-Ahzab : 21).

Dengan menghadirkan Allah dalam segala aktivitas kita akan memberikan ketenangan, kedamaian, maupun kesuksesan dalam diri. Hal itu disebabkan ke-Ridhoan Allah-lah yang hadir,sehingga Allah jaga kita dari hal-hal yang Allah larang dan bertentangan dengan Ridho Allah. Akibatnya aktivitas yang dilakukan atau segala urusannya setiap saat merupakan urusan yang baik.

Sikap tersebut ditunjukan oleh seorang mukmin yang digambarkan oleh Rasululullah. Dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya.”

Jika diperhatikan, seorang mukmin itu memiliki keseimbangan yang baik dalam mengelola hidupnya. Ia tidak berlebihan dalam menunjukan kesuksesan atau kegembiaraannya. Gaya hidup yang dimiliki bukan berorientasi mengikuti trend yang ada, namun tetap mengingat Allah dan berfokus pada Allah.

Baca Juga:  Membantu Orang Islam Ketika Malam Hari? Ini dia Hal yang Membedakan Jin Muslim Dengan Jin Kafir!

Disisi lain, saat ia mendapat sebuah musibah yang berat sekalipun, ia mencoba bersabar dan menerima apapun kondisi yang menimpanya.

Sungguh indah dan menakjubkan bagaimana seorang mukmin bersikap dan mengambil keputusan di setiap kondisi yang ada. Yang membuat penasaran ialah bagaimana cara agar bisa menjadi dirinya?

Kuncinya ialah dengan konektivitas yang kuat dengan Allah. Konektivitas itu yang dimaksud dalam Islam yaitu melalui sholat. Sholat berasal dari kata washola-shilatun yang artinya terhubung dengan kuat.

Sholat seharusnya didirikan muslim tidak hanya sekedar bacaan dan gerakan saja demi menggugurkan kewajiban yang dimiliki. Akan tetapi, hikmah dan makna yang terkandung di dalamnya juga perlu dipelajari.

Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan apabila teman-teman berpikir mengapa dalam sholat yang dilaksanakan terasa hambar dan tidak berkesan. Bahkan dalam sholat juga sering mendapati lupa “ke-rakaat berapakah saat ini?”. Setelah sholat dilaksanakan hanya dilaksanakan untuk formalitas saja dan tidak mendapat dampaknya setelah sholat itu.

Bagaimana harapan Allah kepada makhluk-Nya dalam melaksanakan sholat telah diatur dalam Q.S An-Nisa ayat 103 sebagai berikut.

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Artinya : “Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.”

Makna dan hikmah dibalik sholat sangatlah banyak. Kita harus pelajari hal tersebut dengan mendengarkan pandangan-pandangan ulama-ulama yang ada tentang makna, filosofi dan kandungan yang ada dalam gerakan dan bacaan yang ada dalam sholat kita. Dengan itu, kita akan dapati sebuah kedamaian dan kebahagiaan karena Allah membersamai derap langkah kita. [] Syukron Ma’mun

Baca Juga:  Inilah Rangkaian Kegiatan Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post