Sebatas Titipan

Oleh : Khikmatul Laili Desiyani

Setiap dari kita memiliki kemampuan masing masing. Tentu saja kemampuan yang terbatas. Setiap dari kita pasti akan menghadapi kesulitan. Akan ada masa dimana semua terasa berat. Akan ada masa dimana seolah kehidupan kita sangat gelap. Sabar adalah hal penting, sabar adalah hal yang sangat penting.

Dunia adalah tempat singgah sementara. Dunia hanyalah tempat persinggahan. Jangan sampai lupa bahwa suatu hari pasti kita akan pulang, pulang ke tempat yang abadi. Dunia bukan segalanya, tak apa jika ada satu, dua, atau banyak urusanmu yang kacau. Tak apa jika ada banyak hal hal duniawimu tak sesuai ekspektasimu. Sungguh tak masalah jika alurmu tak terlihat seanggun kisah yang lainnya.

Tak apa jika yang lain telah sampai di puncak sedang kau masih bergegas, pastikan saja bahwa kau akan terus melangkah. Sesekali berhenti sejenak dan beristirahat bukanlah sebuah masalah. Setiap dari kita punya kapasitasnya. Setiap dari kita punya kemampuan yang berbeda beda. Setiap dari kita punya garisnya masing-masing. Tak akan pernah bisa disamakan.

“Jangan terlalu”, itulah kata temanku yang ternyata memiliki makna yang sangat dalam . Hidup sewajarnya, melangkah semampunya, jangan dipaksa. Bersyukur atas apa yang ada. Saat duniamu kacau, saat hatimu berantakan, saat fikirmu bertanya tentang banyak hal yang tak karuan, ingat lagi, hidup ini hanyalah titipan. Sebatas titipan.

Baca Juga:  SANTRI, DIPLOMASI DAN TUGAS MEMODERASI ISLAM & DEMOKRASI

Seringkali kau memikirkan dunia secara berlebihan. Seringkali kau menanggapi masalah dunia secara tak karuan. Hey, jangan sampai lupa bahwa semua ini sudah digariskan. Kemampuan kita terbatas bukan? Lalu mengapa kita memikirkan banyak hal diluar kendali kita?

Satu yang paling penting, jangan sampai hancurmu menghancurkanmu. Jangan sampai sedih menghanyutkanmu. Aku, kamu, kita  semua punya Allah. Saat jalanmu gelap, saat hidupmu terasa berat sekali, saat hatimu sangat sunyi, sungguh kau tak pernah sendiri, dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun keadaannya yakinlah innallahamaana.

Seburuk apapun keadaan, akan selalu ada harap kebaikan untuk masa depan.

Selambat apapun kau berjalan, tak masalah, pastikan saja untuk terus berjalan.

Jangan terburu-buru, jangan tergesa-gesa, setiap dari kita punya alur cerita yang berbeda.

Apapun yang kau miliki saat ini, terima seutuhnya semua ini, jalani dengan sepenuh hati, dan syukuri apapun yang terjadi.

Allah selalu bersama kita, percayalah kita mampu melewati semuanya.

Bismillah, semoga kita mampu melewati semuanya dengan maksimal, semoga kita tidak lupa tujuan akhir kita, semoga Allah memberikan kelancaran, kemudahan, kekuatan, ketabahan, pertolongan dan juga keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan titipan kehidupan dunia yang sementara ini.

Aamiin..

Penulis adalah Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Related Posts

Latest Post