almuhtada.org – Pondasi batu kali merupakan salah satu jenis pondasi yang sering digunakan pada pembangunan rumah tinggal karena terkenal kuat, ekonomis, dan mampu menahan beban bangunan dengan baik.
Dalam proses pembangunannya, pondasi batu kali harus dibuat secara berurutan agar hasilnya kokoh, rapi, dan sesuai standar konstruksi.
Kesalahan dalam urutan pekerjaan dapat menyebabkan pondasi mudah retak bahkan mengalami penurunan tanah.
Tahap pertama dalam pembuatan pondasi batu kali adalah pengukuran dan pemasangan bouwplank.
Proses ini dilakukan untuk menentukan titik bangunan, ukuran pondasi, serta posisi dinding dan kolom agar sesuai dengan gambar kerja.
Pengukuran harus dilakukan secara teliti supaya bangunan tetap presisi dan tidak miring.
Setelah pengukuran selesai, dilakukan pekerjaan galian tanah.
Kedalaman dan lebar galian menyesuaikan jenis tanah serta ukuran pondasi yang direncanakan.
Pada umumnya, galian pondasi rumah sederhana memiliki kedalaman sekitar 60–100 cm.
Dasar galian harus rata dan padat agar pondasi memiliki daya dukung yang baik.
Tahap berikutnya adalah pemasangan pasir urug dan batu kosong.
Pasir urug berfungsi meratakan dasar galian sekaligus membantu drainase air tanah.
Setelah itu dipasang batu kosong atau aanstamping sebagai lapisan dasar pondasi.
Batu kosong biasanya disusun secara rapat lalu dipadatkan menggunakan pasir.
Selanjutnya dilakukan pemasangan pondasi batu kali.
Batu kali disusun bertahap menggunakan campuran mortar semen dan pasir.
Bentuk pondasi umumnya trapesium, yaitu bagian bawah lebih lebar dibanding bagian atas agar mampu menahan beban bangunan secara stabil.
Penyusunan batu harus rapat dan saling mengikat supaya pondasi tidak mudah bergeser.
Tahap terakhir adalah pemasangan sloof beton di atas pondasi batu kali.
Sloof berfungsi mengikat seluruh pondasi agar bangunan lebih kuat dan stabil.
Setelah sloof selesai, pekerjaan dapat dilanjutkan ke pemasangan dinding dan struktur bangunan lainnya.
Dengan mengikuti urutan pekerjaan pondasi batu kali yang benar, bangunan akan memiliki struktur yang lebih kokoh, aman, dan tahan lama.
Oleh karena itu, setiap tahapan harus dilakukan dengan teliti agar hasil konstruksi menjadi maksimal. [] Syukron Yuli Yanto











