Kenapa Hati Tetap Capek Padahal Badan Sudah Istirahat?

Ilustrasi orang yang sedang lelah dan capek (Pinterest-almuhtada.org)

Almuhtada.org – Tidak semua rasa lelah bisa hilang dengan tidur. Ada kalanya tubuh sudah beristirahat cukup, aktivitas tidak terlalu padat, bahkan hari terasa biasa saja namun hati tetap terasa berat. Pikiran masih penuh, dada terasa sesak, dan ada rasa lelah yang sulit dijelaskan. Seolah ada sesuatu di dalam diri yang terus berjalan tanpa henti.

Di zaman sekarang, banyak orang terlihat baik-baik saja secara fisik, tetapi diam-diam lelah secara batin. Bukan karena terlalu banyak bergerak, melainkan karena terlalu banyak memikirkan – tentang masa depan, ekspektasi, hubungan, perasaan yang dipendam, dan hidup yang terasa harus selalu kuat. Tanpa sadar, hati dipaksa terus bekerja setiap hari.

Kita hidup di era di mana tubuh sering diberi istirahat, tetapi hati jarang diberi ketenangan. Ketika lelah, manusia lebih cepat mencari distraksi daripada mencari tempat pulang. Scroll media sosial sampai larut malam, mendengarkan banyak hal agar pikiran terdistraksi, atau mencoba sibuk supaya tidak sempat merasa kosong. Padahal, semakin hati dipaksa lari dari dirinya sendiri, semakin ia terasa lelah.

Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”.

Ayat ini seperti mengingatkan bahwa hati memiliki kebutuhan yang berbeda dengan tubuh. Tubuh mungkin cukup dengan tidur, tetapi hati membutuhkan ketenangan. Dan ketenangan itu tidak selalu ditemukan dalam hiburan, melainkan dalam kedekatan dengan Allah.

Baca Juga:  Menelisik Sisi Gelap Konten Berbagi

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanad-nya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir)

Hadits ini mengajarkan bahwa istighfar bukan hanya tentang memohon ampun, tetapi juga menjadi penenang bagi hati yang penuh beban. Rasulullah pun ketika menghadapi kesulitan selalu kembali kepada shalat. Karena ibadah bukan hanya kewajiban seorang hamba, tetapi juga tempat beristirahat bagi hati yang lelah. Mungkin selama ini kita terlalu sibuk menenangkan pikiran, sampai lupa bahwa hati juga perlu dipeluk oleh dzikir dan doa.

Karena pada akhirnya, tidak semua rasa lelah bisa hilang dengan tidur. Ada hati yang hanya akan benar-benar tenang ketika kembali mengingat Allah.

Penulis: [Fitri Novita Sari]

Related Posts

Latest Post