al-muhtada.org – Rahasia Umar bin Abdul Aziz menstabilkan ekonomi dalam dua setengah tahun hingga hampir tidak ada orang yang mau menerima zakat sering menjadi kisah yang mengagumkan dalam sejarah Islam. Banyak orang mengira bahwa keberhasilan ekonomi hanya diukur dari besarnya pemasukan negara atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Padahal, sejarah Islam menunjukkan bahwa fondasi utama kemakmuran bukanlah sekadar angka-angka ekonomi, melainkan keadilan yang ditegakkan secara konsisten.
Salah satu contoh terbaik adalah masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah. Beliau memimpin Daulah Umayyah dalam waktu yang relatif singkat, sekitar dua tahun lima bulan. Namun dalam rentang waktu tersebut, perubahan besar berhasil diwujudkan. Kesejahteraan masyarakat meningkat, perekonomian menjadi lebih stabil, dan kas negara berada dalam kondisi yang sangat baik. Bahkan dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa para petugas zakat mengalami kesulitan menemukan orang yang berhak menerima zakat karena tingkat kemiskinan menurun secara drastis.
Keberhasilan ini bukanlah hasil dari kebijakan yang rumit atau eksploitasi sumber daya secara berlebihan. Umar bin Abdul Aziz memulai perubahan dari dirinya sendiri. Beliau hidup sederhana, menolak kemewahan yang sebelumnya melekat pada jabatan khalifah, dan memastikan bahwa harta negara tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Keteladanan ini menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Selain itu, beliau sangat tegas dalam menegakkan keadilan. Harta-harta yang diperoleh secara tidak sah dikembalikan kepada negara dan pemiliknya yang berhak. Praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta ketimpangan ekonomi semuanya diberantas.
Umar bin Abdul Aziz juga memperhatikan kesejahteraan rakyat secara langsung. Hak-hak fakir miskin, para pekerja, dan masyarakat yang membutuhkan dipenuhi dengan baik melalui pengelolaan baitul mal yang amanah. Pajak dan pungutan yang memberatkan dikurangi, sementara zakat dikelola secara optimal sesuai syariat. Akibatnya, daya beli masyarakat meningkat dan roda ekonomi bergerak dengan sehat.
Jika menengok kondisi Indonesia saat ini, kita dapat menemukan pelajaran yang sangat relevan dari kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Di tengah berbagai tantangan ekonomi seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, kesenjangan pendapatan, serta kekhawatiran masyarakat terhadap lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup untuk menjamin kesejahteraan yang merata. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Transparansi pengelolaan anggaran, pemberantasan korupsi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi faktor penting untuk menciptakan keadilan ekonomi.
Kisah Umar bin Abdul Aziz memberikan pelajaran berharga bahwa kemakmuran tidak lahir semata-mata dari kekayaan negara, tetapi dari pemerintahan yang jujur, amanah, dan adil. Ketika keadilan menjadi fondasi, kepercayaan tumbuh, kesejahteraan menyebar, dan kemiskinan dapat ditekan. Inilah rahasia besar yang menjadikan masa kepemimpinan beliau dikenang sebagai salah satu periode paling gemilang dalam sejarah peradaban Islam. Di tengah berbagai tantangan ekonomi seperti pada kondisi negara saat ini, nilai-nilai tersebut dapat dijadikan inspirasi untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera. [] Aisyatul Latifah











