Larangan Minum dari Cawan yang Retak

Ganbar ilustrasi minum dari cawan yang retak
Ganbar ilustrasi minum dari cawan yang retak (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Dalam ajaran Islam, terdapat banyak anjuran dan larangan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan umatnya.

Salah satu larangan yang mungkin kurang diketahui adalah larangan meminum air dari cawan yang retak. Larangan ini bukan hanya berdasarkan aspek higienis, tetapi juga memiliki landasan dalam hadis Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW memberikan banyak petunjuk mengenai cara hidup yang baik dan sehat, termasuk dalam penggunaan peralatan makan dan minum. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian minum dari bejana yang retak dan janganlah kalian berwudhu dari air yang tergenang.” (HR. Abu Dawud)

Ada beberapa hikmah di balik larangan meminum dari cawan yang retak, baik dari segi kesehatan maupun adab:

  1. Keamanan dan Kesehatan

Cawan yang retak dapat menjadi sarang bagi kuman dan bakteri yang sulit dibersihkan sepenuhnya. Retakan tersebut bisa menyimpan sisa-sisa makanan atau minuman yang menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme berbahaya.

Meminum dari cawan yang retak juga berisiko melukai bibir atau mulut karena retakan tersebut mungkin memiliki tepi yang tajam.

  1. Adab dan Kebersihan

Islam sangat menekankan kebersihan dan adab dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam hal makan dan minum. Menggunakan peralatan yang bersih dan utuh adalah bagian dari menjaga adab dan kebersihan diri.

Menghindari penggunaan peralatan yang rusak juga mencerminkan sikap hati-hati dan perhatian terhadap hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Simbol Kepedulian
Baca Juga:  Berbuat Kebaikanlah kepada Orang Lain yang Sedang Membutuhkan

Larangan ini mengajarkan umat Islam untuk peduli terhadap hal-hal kecil yang mungkin tampak sepele, tetapi memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan keselamatan.

Ini juga menunjukkan sikap peduli terhadap barang-barang yang digunakan, sehingga tidak meremehkan hal-hal yang tampaknya sederhana.

Untuk menerapkan ajaran ini, umat Islam diharapkan untuk selalu memeriksa kondisi peralatan makan dan minum mereka. Jika terdapat cawan, gelas, atau piring yang retak, sebaiknya segera diganti dengan yang baru.

Selain itu, menjaga kebersihan dan merawat peralatan makan juga merupakan bagian dari mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Larangan meminum air dari cawan yang retak yang diajarkan oleh Rasulullah SAW memiliki hikmah yang sangat penting, baik dari aspek kesehatan maupun adab.

Dengan mengikuti anjuran ini, umat Islam dapat menjaga kesehatan, kebersihan, dan menunjukkan kepedulian terhadap detail dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kita semua dapat mengamalkan sunnah ini dalam kehidupan sehari-hari untuk meraih kebaikan dan keberkaha. [] Eri Marsa

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post