Jika Seseorang Berani Tidak Amanah Soal Uang, Dia Tidak Akan Amanah dalam Segala Hal

cara mengelola uang menentukan kejujuran seseorang
Gambar ilustrasi cara mengelola uang menentukan kejujuran seseorang (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Mau tahu kejujuran seseorang? Coba percayakan dia mengelola uang. Mau tahu tepat janjinya? Coba pinjami dia uang. Mau tahu kedzalimannya? Coba bekerja padanya dan lihat bagaimana caranya memberi upah.

Syaikh Prof. Dr. Sa’ad Al-Khatslan dalam sebuah postingannya di twitter menyatakan bahwa “Jika engkau ingin mengetahui keshalehan seseorang, lihatlah saat ia berurusan uang dengan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, amanah adalah salah satu perihal penting yang membentuk karakter seorang Muslim. Amanah mencakup berbagai aspek, mulai dari urusan pribadi hingga tanggung jawab sosial.

Namun, di antara berbagai bentuk amanah, amanah dalam mengelola uang sering kali menjadi ujian paling nyata yang menunjukkan sejauh mana kejujuran dan integritas seseorang.

Dalam Islam, amanah adalah titipan yang harus dijaga dengan baik. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang tidak amanah, tidak memiliki iman.” Hadis ini mengingatkan kita bahwa amanah adalah refleksi dari iman seseorang. Ketika seseorang tidak bisa amanah dalam mengelola uang, ia cenderung tidak amanah dalam aspek kehidupan lainnya.

Amanah soal uang bukan hanya soal jujur dalam transaksi keuangan, tetapi juga mencakup tanggung jawab dalam penggunaan dan pengelolaan harta. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 188 yang artinya: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil.” Ayat ini menggarisbawahi pentingnya menjaga amanah dalam harta, yang mencakup segala bentuk uang dan kekayaan.

Baca Juga:  Mumpung Masih Muda, Kenali Analogi Antara Prinsip-Prinsip Islam, Waktu, dan Uang

Ketika seseorang tidak amanah dalam soal uang, misalnya dengan berbohong, menggelapkan dana, atau korupsi, hal tersebut menunjukkan kelemahan dalam karakter dan iman seseorang tersebut. Orang yang berani tidak amanah soal uang mungkin juga tidak akan amanah dalam pekerjaannya, dalam menjaga rahasia, atau dalam hubungan sosial dan keluarga bahkan dalam segala hal.

Contohnya, dalam bisnis, jika seorang pengusaha tidak jujur dalam laporan keuangan atau menghindari pajak, hal ini tidak hanya merugikan pihak lain tetapi juga mencerminkan ketidakmampuan untuk dipercaya dalam urusan lainnya.

Demikian pula, seorang karyawan yang mencuri dari perusahaannya menunjukkan bahwa dia tidak dapat dipercaya, baik dalam pekerjaan maupun dalam aspek pribadi lainnya.

Lebih jauh lagi, dalam keluarga, misalnya, seorang kepala rumah tangga yang tidak amanah dalam mengelola keuangan keluarga bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan dari anggota keluarga lainnya. Ini menunjukkan bahwa amanah soal uang adalah fondasi kepercayaan yang harus dibangun dalam setiap aspek kehidupan.

Dengan demikian, amanah dalam mengelola uang adalah cerminan dari karakter dan keimanan seseorang. Islam mengajarkan kita untuk menjaga amanah dalam segala hal, karena hanya dengan demikian kita dapat membangun masyarakat yang adil, aman, dan sejahtera.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berusaha menjaga amanah dalam segala hal, terutama dalam hal keuangan, sebagai wujud nyata dari keimanan kita kepada Allah Swt. dan tanggung jawab kita sebagai Muslim yang sejati. [] Aisyatul Latifah

Baca Juga:  Kemakmuran Dalam Islam : Pentingnya Menjadi Muslim yang Kaya dengan Disertai Tanggung Jawab

Editor: Mohammad Rizal ARdiansyah

Related Posts

Latest Post