Ummu Aiman: Sosok Ibu Bagi Rasulullah SAW yang Dijamin Surganya

Sosok Ibu yang Dijamin Surganya
Gambar Ilustrasi Sosok Ibu yang Dijamin Surganya (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Ummu Aiman merupakan sosok yang dikenal sebagai ibu kedua Nabi Muhammad SAW setelah ibundanya, Sayyidah Aminah binti Wahab. Beliau memiliki nama asli Barakah binti Tsa’labah bin Amr bin Hashan bin Malik bin Salamah bin Amr bin Nu’man.

Ummu Aiman merupakan budak kulit hitam yang berasal dari Habsyah milik ayah Nabi Muhammad SAW. Beliau kemudian menjadi salah satu pengasuh Nabi ketika kecil.

Beliau merupakan sosok pengasuh yang sekaligus bertugas untuk membantu dan menemani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Meski dari kalangan budak, Rasulullah SAW sangat memuliakan dan menyayangi Ummu aiman. Dedikasi Ummu aiman kepada keluarga Rasulullah sangat besar

Ummu Aiman selalu menjaga dan memperhatikan Rasulullah SAW. Melalui kedekatan tersebut, Nabi Muhammad SAW pun bisa melihat bayangan ibu kandung yang tidak pernah hilang dari ingatannya.

Dikisahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda:

أُمُّ أَيْمَنَ أُمِّي بَعْدَ أُمِّي

Artinya: “Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibu (kandung)-ku.”

Rasulullah SAW juga selalu memanggil Ummu Aiman dengan sebutan “Wahai ibu.” Apabila beliau menatapnya maka beliau selalu mengatakan, “Ini adalah (anggota) keluargaku yang masih tersisa.”

Muslim meriwayatkan dari Anas RA, dikisahkan saat itu Rasulullah SAW pergi menemui Ummu Aiman. Sang ibu pengasuh itu kemudian memberikan wadah yang berisi minuman kepada Rasulullah SAW.

Namun, Ummu Aiman memberikan minuman tersebut dengan nada yang cenderung memaksa sebab Rasulullah SAW tidak meminumnya. Disebutkan Anas RA, entah Ummu Aiman tidak tahu bila Rasulullah SAW sedang berpuasa atau beliau tidak menginginkan minuman tersebut.

Baca Juga:  Cara Terbaik Berterima Kasih menurut Rasulullah

Syekh Mansur ‘Ali Nashif pernah menjelaskan maksud dari hadits tersebut. Disebutkan, hadits tersebut menunjukkan betapa tingginya kedudukan Ummu Aiman di sisi Rasulullah.

Selanjutnya, Ummu Aiman pun mendeklarasikan untuk masuk Islam dan menjadi muslimah yang baik dan taat agama. Ummu Aiman bahkan termasuk dalam deretan wanita pertama yang ikut hijrah ke Habsyah dan Madinah.

Ummu Aiman juga ternyata mempunyai kedudukan istimewa di sisi Rasulullah SAW, karena pada masa itu ia menjadi satu-satunya keluarga beliau yang masih hidup.

Kalimat di atas didukung oleh sabda Rasulullah SAW setiap melihat Ummu Aiman, “Ini ahli baitku yang masih ada,” serta kabar bahagia saat Nabi Muhammad SAW mengabarkan kepada Ummu Aiman akan kedudukanya di surga, “Siapa yang ingin menikahi seorang wanita penduduk surga, maka hendaklah ia menikahi Ummu Aiman.”

Zaid bin Haritsah mendengar ucapan beliau, dan segera meminang dan menikahi Ummu Aiman. Lalu, dari pernikahan ini mereka dikaruniai seorang anak bernama Usamah bin Zaid.

Selain itu, bahkan saat di usia yang sudah tuanya dan kesehatannya menurun, Ummu Aiman tidak pernah sekalipun melewatkan bergabung dengan pasukan Islam dan berperang dengan musuh-musuh Allah SWT.

Ummu Aiman tercatat ikut dalam perang Uhud, perang Khaibar, dirinya bersama pasukan wanita menyediakan air minum dan mengobati prajurit yang terluka.

Begitulah kisah Ummu Aiman pengasuh Rasulullah SAW. Berkat ketulusannya dalam mendidik dan membesarkan Nabi Muhammad SAW, dia pun menjadi budak merdeka. Hingga sampai masuk Islam dan telah dikabarkan sebagai salah satu penghuni surga. [] Risqie Nur Salsabila

Baca Juga:  The Story of Abu Lubabah, a Friend of the Prophet who Betrayed and Punished Himself

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post