Doa Istighosah, Doa Khusus Memohon Pertolongan

Keutamaan Doa Istighosah
Gambar Ilustrasi Keutamaan Doa Istighosah (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Doa istighosah adalah doa istimewa untuk memohon pertolongan, ampunan, dan rahmat Allah SWT.  Itighotsah” dalam bahasa Arab berarti “meminta pertolongan”. Istilah istighotsah terdapat dalam wiridan para anggota jama’ah thoriqoh

Di Indonesia istighotsah diartikan sebagai dzikir atau wiridan yang dilakukan secara bersama-sama dan biasanya di tempat-tempat terbuka untuk mendapatkan petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.

Istighosah dibagi menjadi tiga macam, yaitu istighosah yang diperintahkan, yaitu istighosah kepada Allah SWT. Pertamaistighosah yang diperbolehkan, yaitu istighosah kepada seseorang yang mempunyai sifat hayyun (hidup), hadir (ada di hadapan), dan qadir (mampu)

Selanjutnya ada istighosah yang dilarang, yaitu istighosah selain kepada Allah SWT yang tidak memiliki sifat hayyun, hadir, dan qadir.

Para ulama membedakan antara Istighotsah dengan Isti’anah meskipun secara kebahasaan makna Istighotsah dan Isti’anah kurang lebih sama.

Karena isti’anah juga mengikuti pola Istif’aal (اِسْتِفْعَال) dari kata al-‘aun (العَوْن) yang berarti thalab al-‘aun (طَلَبُ الْعَوْنِ): meminta pertolongan.

Istighotsah adalah: طَلَبُ الغَوْثِ عِنْدَ الشِّدَّةِ وَالضِّيْقِ “Meminta pertolongan ketika dalam keadaan sukar dan sulit.”  Sedangkan Isti’anah maknanya lebih luas dan umum.

Beristighotsah kepada selain Allah hukumnya boleh dengan melihat bahwa makhluk yang dimintai pertolongan adalah sebab. Jadi meskipun sesungguhnya pertolongan itu datangnya dari Allah,

Adapun doa-doa yang diucapkan pada saat istighotsah adalah doa-doa atau bacaan yang khas diamalkan dalam jama’ah thoriqoh, meski kadang ada beberapa penambahan doa.

Baca Juga:  Sholawat Asnawiyah: Syair Gubahan Ulama Kudus Sebagai Doa Keselamatan Bagi Bangsa Indonesia

Dilansir dari NU online, kegiatan istighotsah dilakukan dengan membaca surat pertama dalam Al-Qur’an yakni Al-Fatihah sebagai pembuka segala kegiatan yang baik. Selanjutnya jama’ah membaca doa-doa berikut:

  1. Istighfar (astagfirullahal adzim) meminta ampun kepada Allah
  2. Hauqolah (la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim) meminta kekuatan kepada Allah
  3. Sholawat atau doa untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya
  4. Lafadz tahlil panjang yang berbunyi “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin” sebagai pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa hamba yang sedang berdoa telah melakukan perbuatan dzolim.
  5. Memuji asma Allah dengan lafadz “Ya Allah ya Qodim, ya Sami’u ya Basyir, ya Mubdi’u ya Kholiq, ya Hafidz ya Nasir ya Wakilu ya Allah, ya Lathif” 6. Kemudian bacaan istighotsah “Ya Hayyu ya Qoyyum birohmatika astaghits” Jumlah bacaan bisa bermacam-macam antara 1, 3, 7, 33, 100, atau 1000 tergantung sang pemimpin jama’ah istigotsah. Setelah itu dilanjutkan [] Risqie Nur Salsabila

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post