Jangan Khawatir Dengan Rasa Kantuk, Ternyata Ini Alasan Allah Membuatnya

Rasa Kantuk yang Sering Kali Muncul
Gambar Ilustrasi Rasa Kantuk yang Sering Kali Muncul (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Mengantuk adalah sebuah kata kerja yang diartikan sebagai kegiatan seseorang yang ingin tidur. Umumnya rasa kantuk dialami oleh setiap orang.

Apalagi bagi orang-orang yang sering melembur pekerjaan sampai larut, mengakibatkan pagi atau siangnya menjadi mengantuk. Tak dapat dipungkiri, sebab rasa kantuk memang bawaan manusia.

Terlepas dari itu, ternyata dalam islam menjelaskan tentang rasa kantuk ini, sebagaimana firman Allah surah Al-Anfal ayat 11, yang berbunyi

اِذۡ يُغَشِّيۡكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنۡهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيۡكُمۡ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمۡ بِهٖ وَيُذۡهِبَ عَنۡكُمۡ رِجۡزَ الشَّيۡطٰنِ وَلِيَرۡبِطَ عَلٰى قُلُوۡبِكُمۡ وَيُثَبِّتَ بِهِ الۡاَقۡدَامَؕ

Artinya: “Ingatlah, ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian).

Dalam QS Al-Anfal ayat 11 di atas Allah memberikan gambaran kepada manusia bahwa rasa kantuk yang Allah berikan adalah sebagai wujud dari pertolongan Allah pada saat kaum muslimin berada dalam ketakutan menghadapi musuh dikala itu.

Demikian juga pada saat ini, dapat dikatakan bahwa Allah memberikan rasa kantuk kepada kita pasti ada alasannya, bisa jadi Allah ingin memberikan pertolongan kepada kita dari hal-hal yang tak terduga.

Meskipun demikian, bukan berarti ketika kita mendapati rasa kantuk kita tidur secara terus menerus. Alangkah lebih baiknya, tidurlah secukupnya jangan sampai berlebihan.

Baca Juga:  Beberapa Perilaku atau Sifat yang Dapat Mengakibatkan Pahala Kita Dihapus!

Selain ayat di atas, Allah juga memberikan gambaran lain dalam QS Al-imran ayat 154

ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Artinya: “Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”. Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”. Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati”.  (ali-Imran/3: 154).

Baca Juga:  Haram Tetaplah Haram! Ini Dia Perspektif Islam dalam Memandang 'Iseng Baca Zodiak'

Secara garis besar, penggalan ayat di atas menjelaskan bahwa rasa kantuk yang Allah berikan adalah sebagai bentuk perlindungan Allah dalam memberikan rasa aman bagi segolongan orang-orang beriman.

Berdasarkan firman Allah di atas sangat jelas, bahwasannya rasa kantuk adalah bagian dari anugerah Allah untuk memberikan rasa aman bagi makhluk-Nya.

Oleh karena itu, mulai dari sekarang kita dapat memahami bersama bahwa rasa kantuk yang kita alami tidak bisa dihindari. Ketika mengantuk, maka tidurlah. Namun, tetap dalam batasan-batasan jangan sampai berlebihan. Itulah alasan Allah memberikan rasa kantuk kepada manusia. [] Eka Diyanti

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post