Apa Bedanya Perang Ghazwah dan Sariyah? Simak Penjelasannya!

Jenis Perang dalam Sejarah Islam
Gambar Ilustrasi Jenis Perang dalam Sejarah Islam (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Pada zaman Nabi Muhammad Saw., peperangan yang dilakukan oleh kaum muslimin terbagi menjadi dua jenis yang didasari oleh keterlibatan Nabi Muhammad Saw. dalam peperangan.

Dalam membahas peperangan, sejatinya kita tidak akan bisa lepas dari latar belakang, kronologis, hasil, dan dampaknya, tapi dalam pembahasan kali ini penulis hanya akan memfokuskan kepada Perang Ghazwah dan Perang Sariyah.

Sebelum kita masuk kepada penjelasan tentang Perang Ghazwah dan Sariyah, saya akan menjelaskan sedikit tentang perjalanan hijrah Rasulullah Saw.

Jika pembaca ingat, Nabi Muhammad Saw. memulai hijrahnya ke Yatsrib (Madinah) pada tahun 622 M (yang nantinya hijrahnya Nabi ke Madinah akan dijadikan sebagai tahun awal kalender  Hijriah).

Hijrahnya Nabi Muhammad Saw. ke Madinah didasari oleh beberapa hal, seperti tekanan dan ancaman yang semakin kuat dari kaum Quraisy Makkah, kekerasan terhadap umat muslim yang semakin gencar dilakukan oleh kafir Quraisy Makkah, dan alasan-alasan lain yang jika ditarik satu kesimpulan di zaman ini adalah pelanggaran terhadap HAM.

Dan pada waktu itu, Nabi Muhammad Saw. dan kaum muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah dengan tidak membawa dendam. Hal ini bisa dilihat dari kegiatan yang nantinya akan dilakukan oleh kaum muslimin (akan dijelaskan kemudian).

Selanjutnya, setelah hijrahnya Nabi Muhammad Saw dan kaum muslimin, kaum muslimin dengan diperintahkan oleh Rasulullah Saw., mereka menghadang kafilah dagang kaum kafir Quraisy Makkah yang melewati sekitar Madinah.

Baca Juga:  Aksi Kebaikan: Pesantren Riset Al-Muhtada Lakukan Bagi-Bagi Takjil dalam Berbagi Cinta Ramadan

Mereka menghadang dan merebut harta-harta kekayaan yang dibawa kafilah dangan tersebut, tapi Nabi juga memerintahkan agar hanya mengambil hartanya saja dan tidak membunuh.

Lalu, kenapa Nabi Muhammad Saw. dan kaum muslimin melakukan penghadangan dan perebutan harta dari kafilah dagang Quraisy Makkah?

Jika kita lihat kembali kepada saat hijrahnya Nabi Muhammad Saw. dan kaum muslimin, kita akan melihat bahwa saat hijrahnya mereka menuju Madinah, mereka meninggalkan hartanya di Makkah karena terpaksa, mereka meninggalkan kekayaannya dan aset nya di Makkah karena terpaksa demi mengikuti hijrahnya Nabi ke Madinah.

Karena itulah, Nabi Muhammad Saw. dan kaum muslimin berusaha merebut kembali hak-hak mereka yang ada di dalam kekayaan kaum Quraisy Makkah saat itu.

Namun, yang menjadi teladan juga, bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak memerintahkan untuk membunuh dan menyakiti kafilah dagang yang dihadang, disamping fakta bahwa Nabi Muhammad Saw. dan kaum muslimin mendapat perlakuan secara fisik dari kafir Quraisy Makkah.

Selanjutnya, dari peristiwa penghadangan kafilah dangan itulah, lahir banyak peperagan, entah itu Perang Ghazwah, maupun Sariyah (yang perlu menjadi catatan adalah tidak semua Perang Ghazwah dan Sariyah di dasari oleh alasan ini, tapi jika diruntut dari sejarahnya maka memang banyak peperangan yang berkaitan dengan alasan tadi).

Sekarang, apa itu Perang Ghazwah dan Sariyah?

Jika dijelaskan secara singkat, Perang Ghazwah adalah perang yang dipimpin dan diikuti langsung oleh Nabi Muhammad Saw., dengan kata lain Nabi Muhammad Saw. mengambil posisi tertinggi dalam peperangan.

Baca Juga:  Jejak Perjuanganku dalam Menembus SBMPTN 2018

Sedangkan, Sariyah adalah peperangan yang dipimpin oleh sahabat Nabi atas penunjukkan Nabi Muhammad Saw. dan umumnya Sariyah memiliki skala peperangan yang lebih kecil daripada Ghazwah.

Lalu, apa saja Perang Ghazwah dan Sariyah yang pernah terjadi?

  1. Perang Ghazwah
  2. Perang Badar (17 Ramadhan 2 H / 13 Maret 624 M)
  3. Perang Uhud (7 Syawal 3 H / 23 Maret 625 M)
  4. Perang Khandaq (Syawal 5 H/627 M)
  5. Perang Khaibar (7 H)
  6. Perang Mu’tah (8 H)
  7. Fath al-Makkah (8 H)
  8. Perang Hunain (8 H / 630 M)
  9. Perang Thaif (8 H)
  10. Perang Tabuk (9 H)
  11. Perang Sariyah
  12. Sariyah Hamzah bin Abdul Muthalib (Ramadhan 1 H)
  13. Sariyah Ubaidah bin Harits (Syawwal 1 H)
  14. Sariyah Adbullah bin Jahsy (Rajab 2 H)
  15. Sariyah Qirdah (Jumadil Akhir 3 H)
  16. Sariyah Bani Asad (4 H)
  17. Sariyah Rajj (Safar 4 H)
  18. Sariyah Bi’ru Ma’unah (Safar 4 H)
  19. Sariyah Ijla’ Bani Nadir
  20. Sariyah Zi al-Qissah
  21. Sariyah Ka’b bin Umair al-Gifari (8 H)

Nama dalam Perang Sariyah disesuaikan dengan nama pemimpin dalam perang tersebut, contohnya dalam Sariyah Hamzah bin Abdil Mutholib yang memimpin perang adalah paman Nabi, Hamzah bin Abdul Mutholib.

Dan seperti yang penulis sebutkan sebelumnya, jika dilihat dari skalanya, umumnya Sariyah memiliki skala peperangan yang lebih kecil dari Perang Ghazwah.

Maka jika pembaca mungkin pernah mendengar bahwa Perang Badar adalah perang pertama dalam sejarah islam, maka itu tidak berlawanan dengan apa yang dibawakan disini (maksudnya walaupun Sariyah pertama itu terjadi pada tahun 1 H dan Perang Badar 2 H).

Baca Juga:  Mahasantri Pesantren Riset Al Muhtada Mendapat Juara 2 dalam Lomba Esai yang Diadakan Oleh BEM FAKULTAS SAINTEK UNUGIRI Bojonegoro

Sesuai dengan pengertian dari Perang Ghazwah dan Sariyah, maka setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. pada 12 Rabi’ul Awal 11 H / 8 Juni 632 M, maka tidak ada lagi Perang Ghazwah dan Sariyah.

Perang Ghazwah dan Sariyah yang dipaparkan penulis merupakan hasil dari pencarian / pembelajaran secara mandiri, maka jika ada yang tidak dimasukkan dalam daftar di atas, sangat mungkin untuk tulisan ini dikoreksi. [] Abian Hilmi 

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post