Mengambil Pelajaran Hidup Melalui Semut

Ilustrasi Gambar Pelajaran Hidup Semut (freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Semut merupakan hewan kecil yang rukun karena mereka selalu peduli terhadap sesama dan selalu bersama dalam melakukan tindakan apapun, seperti ketika mengumpulkan makanan mereka akan bergotong royong untuk mengumpulkannya.

Meski begitu terkadang semut membuat kita kesal karena ketika ada makanan yang manis-manis mereka langsung datang dan merusak pemandangan yang ada. Namun, hal tersebut tidak luput dari kelalaian kita yang mana membiarkan makanan manis terbuka.

Dari semut kita bisa belajar banyak hal termasuk sikap sosial antar sesama karena semut mempunyai tingkat kesosialan yang tinggi. Berikut ini pelajaran mengenai kehidupan dari semut yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari;

  1. Selalu Melakukan Kegiatan dengan Bersama

Ketika semut melakukan suatu kegiatan mereka pasti akan melakukannya secara bersama-sama, seperti ketika mengumpulkan makanan mereka tidak akan mengumpulkannya dengan sendirian, melainkan secara bersama-sama.

Kita juga tidak pernah melihat semut berjalan sendirian, pasti akan ada yang membersamainya entah dua atau tiga ekor semut. Apa yang dilakukan semut  tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat yang mana harus diterapkan oleh kita karena hidup di dunia tidak sendirian.

  1. Bekerja keras

Semut merupakan hewan yang pekerja keras. Mereka mencari makanan dan tidak pantang menyerah hingga mendapatkannya. Dalam mencari rizqi kita juga diperintahkan untuk berusaha dan mengharap ridho kepada Allah swt. agar diberi rizqi untuk penghidupan di dunia.

  1. Peduli Terhadap Sesama
Baca Juga:  Inspirasi dari Dunia Mikro: Keunikan Semut dalam Wawasan Islam dan Ilmu Pengetahuan

Ketika satu semut bertemu dengan semut yang lain mereka akan bersalamaan. Jika salah satu dari mereka menemukan makanan, mereka akan mengajak yang lain untuk mengumpulkannya dengan bersama-sama. Hal tersebut menunjukan rasa kepedulian antar sesama semut.

Kepedulian semut terhadap sesama juga diceritakan dalam surah An-Naml, ketika semut-semut sedang berjalan lalu datang pasukan Nabi Sulaiman a.s. semut-semut tersebut tidak langsung lari melainkan saling mengingatkan untuk menyelamatkan diri. Seperti apa yang tertera dalam ayat berikut;

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ (١٨)

Artinya : Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (Q.S An-Naml: 18)

  1. Aktif dalam Berkegiatan

Jarang sekali kita melihat semut berdiam diri tidak melakukan kegiatan apapun, pasti ada saja hal yang dilakukan oleh mereka.

Dari sini kita bisa belajar bahwasanya berdiam diri tidak melakukan apapun adalah hal yang tidak akan memberikan manfaat. Namun, tidak semua yang berdiam diri itu tidak ada manfaatnya tentu ada tergantung apa yang dilakukan ketika menyendiri.

Itulah pelajaran mengenai kehidupan yang bisa diambil dari kehidupan semut, jangan lupa mencontohnya ya!, [] Nayla Syarifa

Baca Juga:  Sholat atau Menyelamatkan Nyawa, Mana yang Harus Diutamakan?

Editor : Moh. Aminudin

Related Posts

Latest Post