Kenali Dan Pahami! Ibadah Seperti Apakah yang Lebih Utama Di Mata Allah?

Ibadah yang Paling Utama
Gambar Ilustrasi Ibadah yang Paling Utama (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Ibadah yang berasal dari bahasa arab yang berarti ‘abada artinya adalah merendahkan diri,Khitmad,patuh dan juga taat.

Sedangkan Ibadah menurut istilah, Ibadah adalah menunjukkan kerendahan diri terhadap satu satunya yang berhak menerima puncak pengabdian yaitu Allah SWT

Dalam qur’an surah Al Hud ayat 2 disebutkan :

اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّنِىۡ لَـكُمۡ مِّنۡهُ نَذِيۡرٌ وَّبَشِيۡرٌ:

Artinya : Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu.

Manusia dimuka bumi ini diciptakan semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah.Ibadah seorang mu’min merupakan bentuk dari akhlak mereka.

Karena dengan beribadah ia berarti menyempurnakan janji kepada Allah  dan bersyukur terhadap karunianya. Lantas Ibadah seperti apa yang lebih di cintai dan lebih agung kedudukannya di mata Allah ?

Ibnu Qayim menjelaskan bahwa  Orang orang yang menduduki tempat hanya kepadaMu kami menyembah,itulah ibadah yang lebih afdhol,lebih bermanfaat dan lebih di istimewakan. Mereka ada 4 macam :

  1. Yang lebih utama adalah yang berat di kerjakan dan yang lebih bermanfaaat adalah yang lebih memberatkan diri karena ini akan menjauhkan kita dari hawa nafsu.
  2. Yang Utama ialah menjauhkan dari kemewahan duniawi

Menurut Ibnu Qayim, Seutama utamanya ibadah adalah meninggalkan dan menjauhi kemewahan duniawi dan selalu berusaha untuk menjauhkan diri dari kecenderungan duniawi.

  1. Ibadah yang paling utama adalah yang bermanfaat terhadap orang lain.
Baca Juga:  Ada Dua Perkara yang Paling Mulia dan Hina Menurut Rasulullah SAW, Simak penjelasannya!

Ibadah yang paling utama adalah yang memberikan manfaat untuk banyak orang. Maka sejauh mana manfaatnya bisa dirasakan oleh orang itulah yang paling utama dimata Allah.  Ini berarti, bekerja untuk kemaslahatan orang lain serta memberikan bantuan melalui harta,pangkat dan sesuatu yang bermanfaat itu yang utama.

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia lainnya. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.”

(HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

  1. Yang utama adalah yang setiap saat ntuk beribadah.

Ibadah yang utama adalah yang beramal dan mencari ridho Allah dalam semua waktu sesuai dengan keadaan dan fungsinya. Contohnya seperti

  • Di Waktu sahur, Pekerjaan ( ibadah ) yang utama adalah : Sholat, ,membaca qur’an,dzikir dan berdoa
  • Diwaktu adzan, Pekerjaan yang utama adalah : meninggalkan dan menjawab adzan
  • Diwaktu ada orang sakit / meninggal, Ibadah yang utama adalah : membesuknya,menghadiri jenazah dan mengantarkannya ke kubur. Semua ini harus lebih diutamakan daripada lainnya sesuai dengan kondisinya.
Baca Juga:  Tidak Ada Alasan! Sesibuk Apapun Itu Jangan Pernah Tinggalkan Shalat Lima Waktu

Dengan demikian,pekerjaan yang lebih utama dalam setiap waktu dan keadaan adalah mengutamakan ridho Allah dalam waktu dan keadaan itu serta menuanaikan kewajibanannya pada saat itu.

4 Golongan golongan di atas merupakan ahli ibadah sesungguhnya. Amal yang dilakukan bukan karena kepentingan pribadinya namun semata mata untuk mencari ridho Allah SWT. [] Fitri Novita Sari

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post