Cara Menentukan Skala Prioritas Dalam Melaksanakan Amal Ibadah, Yuk Simak Penjelasannya!

Menentukan Skala Prioritas dalam Melaksanakan Amal Ibadah
Gambar Ilustrasi Menentukan Skala Prioritas dalam Melaksanakan Amal Ibadah (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Allah Swt menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Namun meski begitu, manusia masih mempunyai banyak keterbatasan dan juga memiliki banyak kekurangan dalam melaksanakan perintah Allah Swt.

Maka dari itu, diperlukan sebuah strategi yang harus kita maksimalkan untuk meningkatkan amalan ibadah kita kepada Allah Swt.

Diantara keterbatasan yang kita miliki yaitu kita sebagai manusia adalah keterbatasan usia atau umur kita selama hidup di dunia ini. Kita juga memiliki keterbatasan dalam hal fisik dan materi dalam hidup ini.

Dengan menyadari akan keterbatasan yang kita miliki, maka sudah sepatutnya kita terus mengusahakan dan menentukan skala prioritas dalam melaksanakan amal ibadah kita kepada Allah Swt.

Semua itu tergantung dari apa yang kita lakukan dan juga kerjakan serta setiap dari kita kelak akan mendapatkan derajat yang berbeda sesuai dengan kemampuan kita dalam beramal soleh dan Allah Swt. tidak lengah terhadap atas apa-apa yang kita lakukan dan amalkan selama hidup di dunia ini dan Allah Swt. Maha Adil kepada makhluk-Nya.

Pada bahasan kali ini kita akan menentukan skala prioritas dalam menentukan amal ibadah yang ingin kita kerjakan dimana hal tersebut terbagi menjadi dua hal, yaitu:

Yang pertama yaitu niat. Dengan kita semakin ikhlas dalam melakukan dan melaksanakan amalan ibadah hanya diniatkan karena kepada Allah Swt. maka hal tersebut akan semakin besar pula pahala yang diperolehnya. Penjelasan juga sejalan dengan kita sebagai umat muslim dalam melaksanakan amalan ibadah tidak menyekutukan Allah Swt. atau berbuat syirik sehingga membuat rasa ikhlas tersebut hilang di dalam hati kita.

Baca Juga:  Memahami Keutamaan Salat Sunnah

Karena sebagai umat muslim maka senantiasa untuk memiliki amal ibadah yang baik dan diantara hal tersebut yaitu salah satunya dengan ikhlas dalam melaksanakan amal ibadah kepada Allah Swt.

Sama halnya ketika kita hendak berinfak dengan hati dan niat yang ikhlas maka Allah Swt. akan membalasnya tujuh kali lipat dari apa yang diamalkannya dan dalam hal apapun ketika kita niatkan benar-benar tulus ikhlas maka Allah Swt. akan diberikan balasan yang baik pula kepadanya dengan penuh karunia-Nya.

Yang kedua yaitu kita senantiasa ittiba’ kepada Nabi Muhammad Saw. Dengan kita melakukan amalan ibadah apa yang Rasulullah Saw isyaratkan kepada umatnya. Dengan kita memperbanyak amalan yang dianjurkan Rasulullah Saw. maka akan semakin besar pula pahala yang kita dapatkan.

Selain itu, kita sebagai umat muslim harus selalu memunculkan niat dalam beribadah untuk menjalankan perintah Allah Swt. daan dengan kita senantiasa melakukan amalan-amalan kebaikan maka akan menjauhkan kita dari perbuatan buruk dari diri kita.

Yang ketiga yaitu memperhatikan waktu kita dalam melaksanakan amalan ibadah. Dalam ajaran Islam sangat diperhatikan ketepatan waktu dalam melakukan amal ibadah.

Terdapat waktu-waktu terbaik dalam melaksanakan amal ibadah misalnya yaitu sholat diawal waktu, istighfar di waktu sahur, sholat tahajud setelah tidur. Dimana kita memperhatikan waktu yang baik tersebut maka menjadi kesempatan kita untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan amalan ibadah kita kepada Allah Swt.

Baca Juga:  Kamu Perlu Tahu! Inilah 10 Jenis Sedekah yang Paling Utama

Yang keempat yaitu melakukan amalan ibadah yang kecil tapi hal tersebut berkesinambungan. Mengapa demikian? karena salah satu amalan yang dicintai oleh Allah Swt. Yaitu amalan yang berkesinambungan walaupun itu kecil atau sedikit.

Jadi, jangan sampai kita melakukan amal ibadah menunggu kita mampu untuk melakukannya, dan Rasulullah Saw. menyampaikan pesan bahwasanya kerjakan amalan yang kita sanggupi dan terus tanpa putus.

Yang kelima yaitu mendahulukan amalan wajib kemudian sunnah. Contoh sederhana yaitu kita melakukan sedekah akan tetapi jangan sampai lupa untuk kewajiban kita untuk membayar zakat.

Sama halnya ketika kita berkeluarga atau berumah tangga maka menjadi kewajiban suami untuk lebih mendahulukan menafkahi keluarganya kemudian melakukan amal ibadah lainnya misalnya berinfak kepada orang lain.

Termasuk juga dengan amalan-amalan lainnya kita harus bisa memprioritaskan amalan yang wajib untuk kita lakukan terlebih dahulu kemudian melaksanakan amalan sunnah lainnya.

Jadi, sebagai umat muslim sudah menjadi kewajiban kita untuk melaksanakan amal ibadah kita kepada Allah dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuan yang kita miliki.

Hal tersebut dapat dilakukan lakukan dengan tekun beribadah walaupun itu kecil atau sedikit, maka itu semua bisa menjadi kebaikan baginya. [] Alfian Hidayat

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post