Cahaya Tauhid, Perisai dalam Menghadapi Ujian dan Cobaan

Percaya pertolongan Allah atas segala ujian dan cobaan
Gambar ilustrasi percaya pertolongan Allah atas segala ujian dan cobaan (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Sekarang ini, banyak diantara kita sudah mendengar dan melihat tentang kehancuran yang terjadi di Palestina khususnya wilayah Gaza.

Banyak media menerangkan bagaimana kacaunya situasi yang dialami Masyarakat Palestina saat diinvasi oleh  militer Israel, mereka dibombardir, diserang, dan dihancurkan seluruh tempat tinggalnya dan tempat berlindungnya. Namun, ditengah situasi tersebut Masyarakat Palestina tetap teguh dengan keimanan dan mempertahankan tanah air mereka.

Dari berbagai video yang pernah penulis lihat adalah ketika masyarakat palestina terkena serangan mereka selalu mengucapkan kalimat Alhamdulillah dan Hasbunallah Wa ni’mal Wakil.

Padahal jika kita berada disituasi tersebut mungkin yang akan keluar dari mulut kita adalah kata-kata umpatan dan kutukan terhadap Israel  yang menjadi sumber malapetaka. Tapi lihatlah bagaimana orang-orang Palestina selalu percaya dengan adanya pertolongan Allah serta selalu bersabar dengan segala hal yang menimpa mereka.

Semua itu bersumber dari cahaya tauhid yang ada dihati mereka. Tauhid sendiri menurut KBBI bermakna Keesaan Allah SWT yang menggambarkan keyakinan seorang hamba bahwa Allah itu Tuhan Yang Maha Esa. Tauhid menguatkan orang-orang mukmin saat ditimpa musibah atau masalah.

Penting sekali menanamkan tauhid yang kuat bagi seorang mukmin karena kita tahu bahwa dunia ini adalah ujian yang harus dilewati hingga masanya menemukan kehidupan yang lebih kekal (akhirat).

Allah akan mendatangkan berbagai ujian dan cobaan bagi manusia untuk menguji keimanan dan keyakinan mereka. Dan apa yang terjadi di Palestina adalah bentuk dari ujian dan cobaan yang Allah datangkan. Bahkan sudah diterangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 155 bagaimana Allah akan menguji manusia.

Baca Juga:  Berhati-Hati dalam Menjaga Hati dan Bertutur Kata

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Terjemah : ”Dan Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar.” (QS. AL-Baqarah ayat 155)

Ayat 155 dalam surah Al-Baqarah sudah menggambarkan dengan jelas ujian seperti apa yang akan dihadapi manusia terutama bagi seorang muslim. Diantaranya ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa serta makanan. Bukankan ini yang sedang terjadi ditengah masyarakat global kita?.

Allah sudah memberikan kunci agar kita bisa menjadi orang yang mendapat kabar gembira yakni dengan sabar.

Kemudian selain sabar hendaknya kita meyakini bahwa ujian dan cobaan adalah bagian dari rencananya Allah. Pasti Allah akan memberikan kebaikan dari apa yang menimpa kita serta memudahkan kita dari banyaknya kesulitan.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Terjemah : orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan Kembali)”. (QS. AL-Baqarah ayat 156)

Agar kita memperoleh rahmat dan ridho Allah dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak. Maka bersabarlah atas ujian yang menimpa kita, selalu ingat bahwa kita akan kembali kepada Allah dan menjadikan sholat sebagai tempat kita untuk mengadu.

Baca Juga:  Langkah-Langkah Menuju Perubahan Positif: Berikut Cara Memperbaiki Diri Menurut Ajaran Islam

ولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Terjemah : ”Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. AL-Baqarah ayat 157)

Oleh karena itu, kuatkanlah lagi keyakinan kita terhadap pertolongan Allah, sungguh Allah itu dekat dengan kita. Pancarkanlah lagi cahaya tauhid yang ada dihati jangan kalah dengan ketahuidan anak-anak kecil yang ada di Palestina. [] Andhika Putri Maulani

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post