Siapa Sebenarnya Keluarga Imran Sampai Dimasukkan di Dalam Al-Quran?

Keluarga Imran yang diabadikan dalam Al-Qur'an
Gambar ilustrasi keluarga Imran yang diabadikan dalam Al-Qur'an (Freepik.com - Almuhtada.org}

Almuhtada.org – Salah satu surah di dalam Al-Quran yaitu surah Ali Imran yang bermakna ‘keluarga Imran’.

Nama keluarga itu diambil dari seorang tokoh bernama Imran bin Matsan bin al-Azar bin al-Yud… bin Sulaiman bin Daud ‘alaihissalam. Nasab keluarga imran sampai kepada Nabi Sulaiman dan Nabi Daud As.

Imran bukanlah seorang Nabi atau Rasul, tapi dari keturunannya akan melahirkan NabiAllah yaitu Isa bin Maryam.

Imran ditulis dan diabadikan di dalam Al-Quran sebagai orang yang saleh dan mulia. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam QS Ali Imran ayat 33-34 yang berbunyi

إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Ali Imran : 33-34).

Selain itu, Allah SWT juga mempertegas watak dari Imran dan istrinya dalam QS Maryam ayat 28 yang berbunyi

يٰۤـاُخۡتَ هٰرُوۡنَ مَا كَانَ اَ بُوۡكِ امۡرَاَ سَوۡءٍ وَّمَا كَانَتۡ اُمُّكِ بَغِيًّا‌

Artinya : “Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.” (QS Maryam : 28).

Sekarang, marilah kita berbicara lebih jauh tentang keluarga Imran agar kita semua mengetahui lebih banyak tentang keluarga Imran.

  • Keluarga Imran
Baca Juga:  Kisah Lucu Nuaiman: Segentong Madu untuk Rasulullah

Istri Imran

Istri Imran bernama Hannah binti Faquda. Atau ada juga yang menyebutnya Qa’uda bin Qubaila. Ia merupakan seorang yang taat beribadah. Allah SWT berfirman

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau (Allah) anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS Ali Imran: 35).

Putri Imran

Imran memiliki dua orang putri yang salihah yaitu Asy-ya’ dan Maryam. Asy-ya’ kemudian dinikahi oleh Nabi Zakariya As dan diakruniai seorang putra yang dipilih oleh Allah SWT menjadi utusan-Nya. yaitu Nabi Yahya As.

Putri kedua Imran adalah Maryam, wanita ahli ibadah dan suci. Ia merupakan wanita terbaik dan tersempurna, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah hadist yang artinya :

“Lelaki yang sempurna jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain ‎Maryam binti Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keutamaan Aisyah dibandingkan ‎wanita lainnya, sebagaimana keutamaan ats-Tsarid dibandingkan makanan lainnya.” ‎‎(HR. Bukhari 5418 dan Muslim 2431).

Maryam merupakan ibu dari Nabi Isa As dan karena itu orang-orang Yahudi menuduh Maryam melakukan zina. Namun, di dalam Al-Quran dijelaskan secara gamblang terkait hal ini dan menyucikan nama Maryam dari tuduhan keji ini.

Baca Juga:  Menggapai Kemuliaan: Tips Ampuh Menghatam Al-Quran di Bulan Ramadhan

Hal ini dijelaskan dalam QS At-Tahrim ayat 12 yang berbunyi :

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ وَكَانَتْ مِنَ الْقٰنِتِيْنَ

Artinya : “dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.” (QS At-Tahrim : 12).

Demikian juga dengan firman-Nya,

إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ

Artinya : “Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya” (QS an-Nisa: 171).

Cucu Imran

Cucu-cucu Imran yaitu Nabi Isa As dan Nabi Yahya As. Nabi Isa adalah Nabi yang diutus oleh Allah kepada Bani Israil untuk mentauhidkan mereka. Allah SWT berfirman,

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS Ash-Shaff : 6).

Baca Juga:  Keutamaan Khasiat Madu Untuk Kesehatan Tubuh

Cucu Imran yang lain yaitu Nabi Yahya As. Nabi Yahya merupakan anak dari Nabi Zakariya As dan merupakan doa Nabi Zakariya yang terkabul saat meminta dikaruniai keturunan di usia lanjutnya.

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

فَنَادَتْهُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌ يُصَلِّى فِى ٱلْمِحْرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Artinya : Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. (QS Ali Imran : 38-39).

Setidaknya itulah penjelasan tentang keluarga Imran, keluarga yang mulia dan ditulis/dimasukkan di dalam Al-Quran. Semoga dengan dibawakannya tema ini bisa memberikan motivasi dan manfaat kepada kita semua. [] Abian Hilmi

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post