Memaknai Bulan Muharram, Bulan Kemuliaan

Oleh: Eka Erni Nurrokhmah

Pada tanggal 1 Muharram 1442 Hijriyah, seluruh umat Islam dunia menyambut tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah. Biasanya umat muslim di beberapa daerah merayakan tahun baru Hijriyah dengan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya seperti mengadakan pawai, menggelar pengajian dan doa bersama, gema sholawat, dsb. Namun, untuk tahun baru kali ini berbeda cerita dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena adanya pandemi Covid-19 sehingga kegiatan yang biasanya dilakukan ketika tahun baru pun ditiadakan.

Meskipun demikian, rasa syukur ini tidak berkurang sedikit pun. Alhamdulillah, kita masih diberikan umur yang manfaat dan barokah sehingga bisa menyambut datangnya bulan Muharram di tahun ini. Kita sebagai umat Islam tentu senantiasa menyambut tahun baru Islam dengan melakukan kegiatan di rumah, seperti berdoa, khususnya doa awal dan akhir tahun, kemudian menjalankan amalan-amalan yang dianjurkan ketika datangnya bulan Muharram ini, termasuk puasa Tasu’a dan Asyura’.

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang paling mulia. Ada banyak sekali keutamaan-keutamaan dalam bulan Muharram, bulan yang mulia ini.

Allah SWT telah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36, yang artinya:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu, dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. At-Taubah: 36)

Baca Juga:  Catatan Harian : Membayangkan Hidup Tanpa Kuliah

Menurut ahli tafsir, empat bulan haram tersebut di antaranya adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. yaitu, bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Adapun amalan-amalan ibadah yang dilakukan pada empat bulan haram itu akan dilipatgandakan pahalanya. Begitu juga dengan perbuatan dosa.

Berdasarkan beberapa sumber referensi, bulan Muharram mendapat sebutan khusus yakni syahrullah atau tepatnya syahrullah al Asham (bulan Allah yang sunyi). Karena sucinya bulan ini, maka seharusnya harus tidak terjadi konflik di bulan ini.

Nah, ada beberapa makna yang mendalam pada tahun baru Islam bagi umat Islam. Pada bulan Muharam ini, awal Nabi Muhammad SAW berniat dan bermaksud melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah. Setelah adanya peristiwa hijrah tersebut, agama Islam berkembang pesat dan semakin meluas hingga ke Makkah dan wilayah sekitarnya.

Selanjutnya, pada pergantian tahun ini sebaiknya kita jadikan sarana untuk introspeksi diri atau muhasabah. Di awal tahun ini kita berintrospeksi diri atas segala hal yang sudah kita lakukan selama setahun yang lalu dan memikirkan perbaikan dan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan datang. Tinggalkan yang buruk dan tingkatkan yang baik. Dengan harapan agar kita menjadi umat muslim yang lebih mawas diri. Selalu berpikir sebelum bertindak atau istilah lainnya agar selalu eling dan waspada.

Dengan demikian, mari wujudkan semangat baru di tahun baru ini. Marilah membuka lembaran baru dan isilah dengan tinta kebaikan. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.

كل عام وانتم بخير

Selamat Tahun Baru Islam 1442H.

Baca Juga:  Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada Raih Juara 1 dalam Kompetisi LKTIS 2020

Penulis merupakan salah satu mahasantri Pesantren Rist Al-Muhtada dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post